Kenalan Dengan Pedoman 3S Dalam Trading Forex

Kenalan Dengan Pedoman 3S Dalam Trading Forex – Trading forex memang bukan hal baru dalam dunia investasi. Namun kita tidak dapat memungkiri bahwa masih banyak yang tidak mengetahui tentang hal investasi ini. Jika anda adalah salah satu yang tertarik untuk masuk dalam dunia trading forex maka selain modal anda juga perlu mengasah pengetahuan seputar dunia forex itu sendiri.

Ada banyak metode belajar trading yang bisa digunakan namun tidak semua metode tersebut efektif untuk digunakan oleh trader apalagi trader pemula. Anda bisa memilih metode belajar otodidak atau memilih belajar dengan bimbingan seorang mentor. Sebenarnya tidak ada cara belajar trading terbaik diantara keduanya. Semua didasari oleh kemapuan dan keinginan masing-masing dari yang belajar. Namun, jika anda memilih belajar secara otodidak atau mandiri, akan lebih baik jika anda memilih melakukannya dengan kaidah jelas. Hal ini merujuk juga pada kenyataan bahwa jika ada kesalahan, tidak akan ada mentor yang akan mengarahkan kesalahan tersebut.

Belajar Trading Dengan Pedoman 3S

Salah satu metode belajar trading forex yang bisa anda gunakan adalah “3S”. Aturan dari prinsip 3S ini membuat yang belajar trading tidak perlu bingung harus memulai dari mana dan selanjutnya akan kemana. Steve Ward, seorang mentor trading dan pemilik High Performance Global Ltd adalah yang mengungkapkan pedoman 3S dalam belajar trading. Di mana 3S terdiri dari skill and Knowledge, strategy dan state.

  • Skill and Knowledge (Kemampuan dan Pengetahuan)

Kemampuan dan pengetahuan adalah dua komponen pertama yang musti dikembangkan dalam proses belajar. Sangat sulit menjadi seorang trader sukses jika anda belum menguasai basis pengetahuan yang diperlukan dalam trading forex. Secara logika, anda akan kesulitan mencapai skill sukses jika pengetahuan dasarnya saja masih belum paham. Maka dari itu, anda harus mengawali proses belajar dengan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang trading forex, mulai dari dasar-dasar pengetahuan untuk pemula, analisa fundamental dan teknikal, jenis-jenis strategi, psikologi dasar, platform trading dan masih banyak lagi. Semakin tinggi level kemampuan dan pengetahuan trading, maka tingkat percaya diri anda juga akan semakin tinggi.

  • Strategy (Strategi)

Tahap ini merupakan tindak lanjut dari tahap sebelumnya yaitu anda mulai dapat menerapkan skill dan kowledge yang anda pelajari sebelumnya untuk membangun strategi trading yang telah membangun strategi trading sekaligus melibatkan manajemen resiko. Jika anda ingin mengembangkan strategi lebih baik jika anda menyesuaikan dengan pemahaman yang anda miliki, kenyamanan dan gaya trading anda sendiri.

Sebagai contoh misalnya anda adalah seorang part-timer trader maka jangan membangun strategi trading yang menuntut anda untuk memantau chart sepanjang hari. Mungkin strategi awal yang anda gunakan tidak akan memiliki keistimewaan karena hanya mengikuti stratndar yang sudah ada. Namun, seiring berkembangnya pengetahuan dan pengalaman dalam bertrading, maka strategi anda akan ikut menyesuaikan dengan pendekatan pribadi, sehingga anda bisa menggunakan pengembangan trading yang anda buat sendiri dan tidak perlu mengikuti strategi yang tidak sesuai dengan kondisi anda saat ini.

  • State

Dalam belajar trading nyatanya tidak hanya pengetahuan, kemampuan serta strategi saja yang harus disiapkan. Aktivitas trading merupakan kolaborasi yang harmonis antara kondisi fisik dan mental sebagai penentu keberhasilan dari penerapan konsep sebelumnya. Jika anda hanya fokus pada tahap-tahap sebelumnya tanpa mengimbangi dengan mental anda, maka proses trading anda tidak akan sesukses jika anda mengkolaborasikan semua aspek. Bagaimanapun juga trading merupakan kesatuan aktivitas yang konsisten dan berkelanjutan. Jika kondisi fisik dan mental anda tidak mendukung, maka profit yang konsisten juga sulit untuk didapatkan.

Bagaimana sih Cara Trading Dollar Komoditas?

Bagaimana Sih Cara Trading Dollar Komoditas? – Dollar komoditas adalah jajaran mata uang dari negara yang memiliki cadangan komoditas yang berlimpah. Dollar komoditas selalu dikaitkan dengan Dollar Kanada, Dollar Australia dan Dollar Selandia Baru. Negara tersebut memiliki mata uang yang memiliki keterkaitan dengan pergerakan harga komoditas global. Kegiatan perdagangan dari 3 mata uang tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas ekspor komoditas terkait. Hal ini mengakibatkan secara tidak langsung pergerakan harga ditentukan oleh pergerakan komoditas di pasar Internasional.

Sayangnya, tidak semua negara penghasil komoditas seperti Arab Saudi dan Afrika Selatan masuk dalam Dollar komoditas. Secara teknis mata uang beberapa negara berkembang seperti Indonesia dengan limpahan komoditas masuk dalam mata uang komoditas. Namun, mereka masih belum masuk kriteria Dollar komoditas yang diperdagangkan secara luas di forex karena perdagangan komoditasnya masih diregulasi oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan tidak semua trader dapat mengakses pertukaran mata uang negara tersebut. Kualifikasi untuk mata uang komoditas antara lain:

  1. Cadangan komoditas yang melimpah
  2. Ekspor sumber daya alam yang lebih besar dari ekspor lainnya
  3. Likuiditas yang tinggi
  4. Nilai tukar yang tidak diregulasi oleh pihak tertentu

Inilah mengapa mata uang Dollar Kanada, Dollar Australia dan Dollar Selandia Baru menjadi mata uang komoditas, karena ketiganya telah mampu memenuhi 4 kualifikasi sebagai mata uang komoditas tersebut.

Trading Dengan Mata Uang Komoditas

Sebagai seorang trader anda harus dapat membaca peluang dimanapun peluang tersebut muncul, termasuk jika harus trading dengan mata uang Dollar komoditas. Oleh sebabnya anda perlu mengetahui aspek penting penggerak pasar komoditi ini agar keuntungan trading yang didapatkan semakin besar.

Hal yang perlu diketahui adalah liquiditas Dollar komoditas relatif lebih kecil dari mata uang raksasa seperti EUR/USD, GBP/USD dan USD/JPY. Ini menandakan dalam kondisi pasar normal range pergerakan pasar komoditas lebih kecil dari mata uang raksasa tersebut. Kendati demikian, tidak berarti pair mata uang komoditas tidak menguntungkan. Jika kita bisa mendapatkan moment yang tepat maka keuntungan besar dapat diperoleh dari pergerakan dollar komoditas ini. Apalagi jika trader mampu memperluas jenis-jenis pair sehingga memperbesar peluang trading yang dapat ditemukan. Selebihnya, anda hanya perlu mempertajam akurasi sinyal trading Dollar komoditas dengan analisa teknikal.

Cara Trading Dollar Komoditas

Peraturan utama yang perlu anda ketahui adalah nilai tukar Dollar komoditas berbanding lurus dengan pergerakan harga komoditas dari negara yang memiliki hubungan dengan pasar global. Seperti misalnya ketika harga minyak mentah menurun maka nilai tukar mata uang negara pengekspor komoditas juga akan akan mengalami kontraksi. Cara trading dengan mata uang komoditas antara lain:

Pertama, pilih salah satu dari 3 mata uang komoditas yaitu Dollar Australia (AUD), Dollar Kanada (CAD) atau Dollar Selandia baru (NZD). Anda bisa memilih dengan pertimbangan mana komoditas yang anda minati. Jika anda menyukai emas, maka pilihlah AUD/USD. Sebaliknya, jika anda tertarik dengan komoditas minyak mentah dunia ketika harganya tinggi, maka pilhlah USD/CAD. Kemudian jika anda tertarik dengan yang berhubungan dengan ekspor/import daging dan memang sedang bagus di pasar, maka pilihlah NZD/USD.

Kedua, perhatikan sifat korelasi antara Dollar komoditas yang diminati dengan pergerakan harga komoditas. Jika korelasinya dinyatakan positif berarti arah gerakannya relatif searah. Sedangkan jika korelasinya negatif misalnya EUR/CAD dengan indeks WTI Crude, maka pergerakannya akan relatif bertentangan.

Ketiga, gunakan chart komoditas sebagai referensi untuk mebuka posisi si pair tujuan. Jadi, misalnya ketika harga minyak mentah WTI Crude jatuh menembus level support pada garis penting seperti Simple Moving Average periode 100 hari, maka trader harus mengawasi peluang sell pada pair-pair CAD. Siapa tahu pair CAD menunjukkan konfirmasi sinyal Bearish sehingga inilah momentum yang tepat untuk anda mempersiapkan Short position.

Apa itu Trader Contrarian?

Apa itu Trader Contrarian? – Dalam forex ada yang namanya strategi trend follower atau pengikut trend. Trader yang menggunakan strategi ini melakukan trading dengan cara mengikuti trend. Hal ini tidak salah karena keadaan pasar biasanya memang dipengaruhi oleh mayoritas pasar itu sendiri. Cara teraman dalam bertrader adalah dengan mengikuti trend yang ada. Namun, layaknya dua sisi mata koin, jika ada pengikut trend maka ada juga yang melawan trend. Mereka yang melawan trend ini disebut sebagai trader Contrarian.

Konsep Kerja Trader Contrarian

Dari namanya sudah terlihat bahwa trader Contrarian selalu mengambil kesempatan untuk bertindak bertentangan dengan mayoritas trend. Menurut mereka, mendapatkan keuntungan dengan melawan trend pasar lebih menjanjikan. Para trader Contrarian ini memiliki asumsi bahwa pasar forex menyerupai game Zero Sum yang mana keuntungan trading yang satu berasal dari loss yang dialami oleh trader lainnya.

Sebenarnya konsep kerja trader Contrarian bukannya melawan trend pasar, namun mereka memang tidak “berkiblat” pada trend pasar yang terbentuk. Karena seolah memang terlihat berbeda arah dengan trend, maka ada yang menyebutnya berlawanan. Padahal sebenarnya ini hanya bagian dari strategi yang mereka gunakan yaitu “Beli ketika orang sedang pesimis, jual ketika orang sedang optimis”.

Pada kondisi pesimis, orang akan berusaha menjual tidak peduli berapapun harganya. Hal ini menyebabkan tidak hanya murah dalam harga namun juga murah secara valuasi fundamentalnya. Inilah saat yang ditunggu oleh trader Contrarian untuk melakukan sell.

Begitu juga sebaliknya, ketika trend sedang optimis maka trader Contrarian akan berusaha membeli, walaupun harganya sangat tinggi dan ia harus mengeluarkan pengganti lebih banyak. Mereka menganggap bukan hanya harganya saja yang tinggi namun juga valuasi fundamentalnya. Dari sini sudah terlihat sekali jika trader Contrarian bergerak melawan trend. Salah satu yang menyebabkan trader Contrarian berani melawan pasar karena analisa yang digunakan adalah Analisa Fundamental (Fundamental Analysis/FA). Sedangkan trader follower menggunakan Analisa Teknikal (Technical Analysis/TA). Para trader Contrarian ini juga menggunakan divergensi indikator momentum seperti MACD, RSI, CCI dan indikator lainnya.

Ilustrasi Cara Kerja Trader Contrarian

Agar anda lebih paham dengan cara kerja trader Contrarian ini, coba perhatikan ilustrasi berikut!

Saat ini pasar sedang Bullish. Harga komoditi minyak mentah adalah 10.000 dollar per barel. Beberapa waktu kemudian tersiar kabar bahwa Kanada sebagai negara pemasok utama minyak mentah kehabisan cadangan minyak mentahnya, sehingga Kanada tidak akan mengekspor minyak mentah lagi. Mendengar hal ini pasar kemudian mulai beraksi. Hasilnya harga minyak mentah naik 10% dalam waktu 1 hari.

Naiknya harga minyak tersebut masih terus terjadi hingga 1 minggu kedepan dan telah menyentuh harga 15.000 dollar per barel. Karena saat ini telah menyentuh titik overbought, banyak para pemborong yang mulai mundur karena sadar harga yang mereka bayarkan sudah terlalu tinggi. Belum lagi dengan resiko yang mungkin muncul jika mereka terlambat menjualnya. Belum selesai sampai disitu, beberapa pelaku pasar mengompori trader ritel untuk mendongkrak harga lebih tinggi, padahal saat itu harganya sudah melenceng jauh dari hakikatnya. Pada saat seperti inilah trader Contratian mulai melancarkan aksinya “memalak” trader ritel yang tidak paham dengan momentum trend dan nilai intrinsik suatu aset.

Kebanyakan guru trader mengatakan bahwa sebagai trader pemula sebaiknya bertrading dengan mengikuti arus, karena masih memberikan peluang untung selama trend masih berlangsung kuat. Kesalahan dasar yang menyebabkan mayoritas trader menjadi “mangsa” trader Contrarian adalah mereka yang hanya asal-asalan mengikuti trend saja tanpa memperhatikan sekelilingnya. Kesalahan yang dimanfaatkan oleh trader Contratian ini antara lain:

  • Terlalu bergantung dengan trader lain
  • Terlalu terpaku dengan berita dan opini mayoritas tanpa melakukan riset terlebih dahulu
  • Tidak paham dengan kekuatan trend

Pada dasarnya kedua trend ini, Contrarian dan trend follower tidak bertentangan karena keduanya berada dalam ranah dan cara kerja yang berbeda. Agar keduanya tetap mendapat untung tanpa ada satu yang dirugikan maka masing-masing trader perlu memiliki analisis pasarnya sendiri. Meskipun analisis yang dilakukan hanya analisis kecil intinya ini tidak membuat trader terombang-ambing di pasar forex.

Bagaimana Cara Mengukur Sentimen Pasar?

Bagaimana Cara Mengukur Sentimen Pasar? – Salah satu arah pergerakan harga adalah sentimen pasar. Kalian tentu pernah mendengar salah satu mata uang mengalami penurunan sedang mata uang lainnya menguat dalam waktu yang bersamaan. Lain lagi misalnya ketika harga satu mata uang malah menguat saat Bank Sentral memotong suku bunga. Anda tidak perlu ikut bingung karena kunci dari kedua fenomena forex tersebut adalah sentimen pasar.

Ketika mulai berkecimpung dalam dunia forex, trader memulai dengan berkenalan dengan pemahaman umum seperti berita yang memiliki dampak tinggi, yang mana ketika berita tersebut positif maka akan menaikan aset dan sebaliknya jika berita tersebut negatif maka akan menyebabkan penurunan harga. Kendati demikian, aspek berita tersebut tidak bisa sepenuhnya dijadikan indikator penilaian pasar karena kadang respon dari mayoritas pasar akan berbanding terbalik dengan berita tersebut.

Melihat sentimen pasar yang sangat sulit diprediksi akibat tidak adanya patokan, membuat trader harus mengetahui bagaimana cara mengukur sentimen pasar yang kiranya akan terjadi. Hal-hal yang mempengaruhi sentimen pasar sebenarnya dapat diperkirakan secara fundamental. Dalam ilustrasi misalnya, ketika SNB memotong suku bunga pada awal tahun 2016, Swissy justru meroket akibat adanya faktor fundamental yang terjadi bersamaan dan dianggap lebih penting, yaitu pencabutan pegging EUR oleh CHF. Contoh lain misalnya kenaikan suku bunga BoE pada tahun 2017 malah dibarengi dengan GBP yang merosot. Disini dapat dilihat bahwa berita positif tidak mampu memicu sentimen bullish akibat keputusan yang dikeluarkan Bank Sentral dilatarbelakangi oleh pelanggaran suara para pembuat kebijakan.

Kesimpulannya adalah trader dapat mengetahui sentimen pasar dengan mudah ketika ia telah memahami situasi fundamental yang mengikuti.

Cara Mengukur Sentimen Pasar Dengan Price Action

Jika anda seorang trader pemula yang merasa teknik analisis fundamental rumit dan memusingkan, anda dapat mencoba Price Action sebagai cara mudah untuk mengukur sentimen pasar.

Secara umum, pergerakan harga merupakan alat ukur sentimen pasar yang paling mudah namun tetap dapat diandalkan. Agar anda dapat mengukur sentimen pasar dengan mudah, hal yang perlu anda lakukan hanya melihat bagaimana reaksi dari price action setelah munculnya berita yang memiliki dampak tinggi. Jika harga menguat setelah muncul berita negatif, maka sentimen pasar terhadap mata uang akan sangat bullish. Intinya, semakin besar kontras yang terjadi maka semakin kuat pula sentimennya. Agar lebih mudah melihat hal yang terjadi, perhatikan tabel pedoman pengukuran sentimen pasar menggunakan price action berikut (Justin Bennett – Daily Price Action).

Berita Reaksi Sentimen pasar
Positif Naik Bullish
Positif Sideways Sedikit Bearish
Positif Turun Sangat Bearish
Netral Naik Bullish
Netral Sideways Netral
Netral Turun Sedikit Bearish
Negatif Naik Sangat Bullish
Negatif Sideways Sedikit Bullish
Negatif Turun Sedikit Bearish

 

Hal yang perlu diketahui adalah mengukur sentimen pasar tidak sama dengan membaca pergerakan harga. Kenaikan harga setelah berita positif memang merupakan konfirmasi yang tepat untuk melakukan buy. Namun, dilain sisi sentimen bullish yang mengiringinya terlihat biasa saja. Berbeda ketika harga menguat setelah muncul berita negatif. Saat seperti ini, sentimen pasar akan menguat hingga dapat mengesampingkan efek negatif dari berita yang memiliki pengaruh besar tersebut.

Mengukur sentimen pasar memiliki manfaat yang sangat penting dalam trading. Anda bisa menjadikan sentimen pasar sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan trading. Jadi ketika setup anda mengeluarkan sinyal open posisi buy padahal sentimen bullish belum terkonfirmasi, sebaiknya disesuaikan dengan target profit dan loss untuk meminimalisir resiko. Anda akan lebih mahir mempertimbangkan atau justru memaksimalkan keuntungan bila didukung oleh sentimen pasar yang kuat.

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex – Salah satu kunci kesuksesan trader adalah percaya diri. Kepercayaan ini akan menjadi sumber keberanian trader dalam melakukan trading, bukan hanya keberanian dalam membuka posisi saja, namun juga keberanian dalam mengambil keputusan menunggu sekalipun. Ketika anda masuk dalam trading, anda bisa menganggap bahwa pasar adalah lawan anda.

Jika anda ingin menang melawan paar, maka anda perlu memiliki kekuatan dan rasa percaya diri yang tinggi. Tingkat percaya diri yang rendah memiliki dampak yang serius dalam trading. Akan muncul keraguan ketika hendak entry atau exit, merasa gelisah dengan hasil yang akan didapatkan hingga stres akibat tekanan mental yang berkepanjangan. Jika sudah begini maka keuntungan jangka panjang akan sulit didapatkan.

Bentuk rasa percaya diri juga masih dibagi 2 yaitu rasa percaya diri yang salah dan rasa percaya diri yang sesungguhnya. Rasa percaya diri yang salah sangat mudah didapatkan. Rasa percaya diri ini biasanya muncul ketika trader masuk pasar dan mendapatkan profit. Hal ini akan membuat trader merasa menjadi pakar forex dalam sekejab. Akibatnya trader akan melakukan trading tanpa strategi yang matang karena terburu-buru.

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex

Percaya diri ini akan hilang ketika trader mengalami kerugian lebih banyak dari pada untung yang diperoleh. Profit yang didapatkan oleh trader dengan tingkat kepercayaan diri yang salah merupakan hasil dari keberuntungan, bukan karena kemampuan dan kebiasaan trading yang dilakukan dengan disiplin. Berikut ini ada beberapa cara memupuk rasa percaya diri saat trading forex:

  1. Kerugian Merupakan Bagian Dari Usaha

Kita sering melihat seseorang cenderung mengekspresikan emosinya secara berlebihan ketika mengalami kerugian seolah seluruh usahanya untuk bertrading telah sia-sia sehingga membuatnya menyerah. Padahal kerugian adalah 1 dari 2 resiko yang pasti ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Kerugian akan mengajarkan bahwa bisnis yang dijalankan membutuhkan perhatian yang lebih serius.

  1. Kesalahan Juga Bagian Dari Trading

Sama seperti dengan kerugian, kesalahan juga merupakan bagian dari usaha dalam bertrading. Kita ibaratkan proses dalam bertrading sama dengan proses seorang anak-anak belajar berjalan. Balita memulai caranya berjalan yang dimulai dengan cara merangkak lalu perlahan ia mengangkat berat tubuhnya dan kemudian baru berdiri. Sebelum sampai pada step berdiri, balita akan terjatuh, terpeleset dan mengalami rintangan-rintangan lainnya. Itulah yang terjadi ketika seseorang bertrading. Ia akan mengalami yang namanya “jatuh” sebelum bisa sukses berjalan sendiri.

  1. Bahkan Investor Terbaik Dunia Juga Mengalami Kerugian

Seorang Warret Buffett adalah investor kelas dunia sekalipun akan mengalami kesalahan dalam karir invetasinya. Ia memborong saham migas ConocoPhilips senilai 7 miliar dollar pada tahun 2008 sebelum akhirnya ia menjual semua saham perusahaan tersebut dengan kerugian 2.6 miliar dollar. Kesalahan ini diakui Buffett karena ia kurang mengantisipasi kondisi makro.

  1. Rencanakan Trading Anda Maka Trading Anda Akan Terencana

Trading tidak dapat dilakukan dengan asal seperti melakukan taruhan semata, trading harus dilakukan dengan strategi yang matang. Banyak orang yang terobsesi dengan gagasan untuk melipatgandakan keuntungan dan masuk dalam pasar trading dengan semangat pertaruhan. Mereka cenderung melihat ke atas dan memilih leverage besar untuk membuktikan bahwa ia seolah trader profesional. Jika seseorang menempatkan trading dengan besaran relatif kecil dibandingkan ukuran akun misalnya yang kurang dari 0,5%, tentu trading yang dilakukan akan lebih mudah. Hal ini karena resiko kerugian besar tidak akan menjadi masalah dan tidak akan melumpuhkan proses pengambilan keputusan.

  1. Tidak Perlu Menjadi Kaya Dengan Terburu-Buru

Salah satu penyakit dari seorang trader adalah terobsesi dengan kepuasan yang cepat dan segera. Padahal dalam dunia investasi hal ini tidak tepat jika diterapkan. Biasanya investor yang terburu-buru akan meraih beberapa keuntungan namun kemudian mendapatkan kerugian yang lebih besar dari keuntungan sebelumnya. Ini merupakan proses sebelum mendapatkan keuntungan. Inilah mengapa trader tidak bisa menerapkan konsep “kaya dengan tergesa” dalam trading forex.

Anda siap memupuk rasa percaya diri untuk trading yang akan datang?

Kenapa Sering Trading Tidak Menjamin Profit Konsisten?

Kenapa Sering Trading Tidak Menjamin Profit Konsisten? – Dalam forex, bukan hanya kuantitas open trade saja yang diutamakan, melainkan juga perlu adanya kualitas trade. Sering melakukan open trade tanpa melakukan analisis yang tepat tidak akan mengantarkan trader pada posisi profit yang tinggi, namun bisa sebaliknya. Terlalu sering open trade akan membuat beban biaya trading semakin membengkak bahkan bisa menggangu mental emosional trader itu sendiri.

Ilustrasi Trading

Pada dasarnya ketika trader membuka posisi trading maka modal sebagai jaminan yang kita miliki akan terekspos. Dari seluruh proses trading ini hanya ada dua kemungkinan bagi setiap posisi trading yaitu mendapatkan keuntungan dari akumulasi poin positif atau merugi karena akumulasi poin negatif.

Perhatikan ilustrasi dibawah ini!

Tuan Kong membuka lima posisi trading pada beberapa pair mayor setiap hari selama seminggu. Tuan Kong mengabaikan posisi yang berjalan tanpa Stop Loss sama sekali. Analoginya, modal awal Tuan Kong adalah 1.000 dollar di akun mini dengan Win Rate 60% dan Leverage maksimalnya 1:200.

Berdasarkan Win Rate, sekilas Tuan Kong seharusnya memperoleh keuntungan. Akan tetapi ketika ditelusuri, setelah 1 minggu trading yang dilakukan oleh Tuan Kong malah menghasilkan kerugian dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah posisi ditutup : 25 posisi (Tuan Kong tidak trading pada hari Sabtu dan Minggu)

Posisi untung dengan jumlah :15 posisi hasil dari 60% jumlah posisi yang ditutup.

Jumlah posisi rugi : 10 posisi hasil dari 40% jumlah posisi yang ditutup.

Gross profit : 150 pip (Rata-rata keuntungan perposisi kisaran 10 pip).

Akibat Tuan Kong yang tidak pernah menggunakan Stop Loss, maka rata-rata kerugian Gross profit dengan perposisi 20 pip adalah 200 pip.

Perhitungan diatas menunjukkan setelah satu minggu melakukan daily trading maka Tuan Kong rugi 50 pip atau setara dengan 50 dollar dan belum diakumulasikan dengan beban biaya trading. Intinya, semakin besar pembukaan posisi maka semakain besar pula beban resiko tradingnya. Dari ilustrasi tersebut jelas jika sering trading tidak akan menjamin raihan profit konsisten bukan?

Tidak hanya sampai disitu saja, jika anda sering trading walaupun dengan Win Rate yang besar namun beberapa hal yang menciptakan kerugian berikut dapat anda alami juga.

  1. Munculnya Potensi Stres

Sudah sewajarnya jika seorang trader membuka posisi trading, ia akan ditempa kecemasan akibat keputusan yang telah diambil. Jika satu trading saja sudah membuat cemas, lantas apa yang terjadi dengan mereka yang sering membuka posisi trading? Tentu cemas yang dialami muncul beberapa kali lipat dari trader yang jarang tersebut. Cemas yang berlebihan bisa mengakibatkan munculnya potensi stres. Waktu anda juga akan habis terbuang karena sering mengecek chart untuk memastikan posisi anda aman. Alhasil, trader akan terjerumus dalam praktik Overtrading karena ingin terus membalas posisi rugi. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka bisa saja trader mengalami depresi.

  1. Menghambat Profit Konsisten

Jika tujuan anda adalah mendapatkan profit yang konsisten, sering trading bukanlah cara yang tepat. Profit konsisten justru akan muncul jika trader sabar demi keuntungan besar dari posisi trading strategis yang ada. Anda harus sabar menunggu sinyal konfirmasi dengan akurasi tinggi sebelum open posisi. Anda hanya perlu melakukan market order setelah harga berada pada level tertentu sesuai dengan sinyal konfirmasi tersebut.

Saat ini anda sudah tahu jika sering trading akan berakibat buruk, bukan hanya pada aset yang anda miliki namun juga diri trader sendiri. Namun jika anda adalah salah satu trader yang telah mempraktekkan kegiatan trading dengan intensitas yang rapat ini berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan sering trading tersebut.

  • Ubah cara fikir anda, dari yang tadinya meyakini sering trading maka profit besar menjadi profit konsisten bukan berasal dari banyaknya open posisi.
  • Kurangi keinginan open posisi baru sebelum mencapai profit target atau terkena Stop Loss.
  • Gunakan analisis Money Management untuk mengatur setiap posisi.

Mengapa Ada Istilah Mata Uang Populer Dalam Trading Forex?

Mengapa Ada Istilah Mata Uang Populer Dalam Trading Forex? – Banyak orang yang akhir-akhir ini terjun ke dalam dunia forex. Bukan hanya sebagai trader, namun ada yang menjadi Investor, Pialang, Dealer, Exchanger dan banyak lagi. Mata uang yang menjadi pemeran utama dalam forex menjadi topik perbincangan yang tidak dapat dihindari setiap harinya.

Mata Uang Populer Dalam Trading Forex

Kendati sering diperbincangkan, tidak semua orang mengerti tentang mata uang yang ditransaksikan. Padahal ketidaktahuan tersebut bisa menjadi sumber resiko anda dalam bertrading. Bayangkan jika anda yang menjadikan mata uang sebagai alat trading utama malah tidak mengetahui mata uang itu sendiri. Resiko anda dalam bertrading tentu akan semakin besar. Agar anda lebih mengetahui tentang istilah mata uang yang muncul dalam forex, berikut akan kita bahasa satu per satu.

  • USD (Buck atau Greenback)

United States Dollar atau Dollar Amerika ini memiliki julukan Buck atau Greenback. Kata Dollar merujuk pada nama koin perak besar di Eropa. Sebagian besar warga Eropa menggunakannya untuk bertransaksi, bahkan Inggris sekalipun. Setelah Amerika yang mayoritas penduduknya adalah orang Inggris mendeklarasikan kemerdekaan, mereka kemudian menetapkan bahwa Dollar adalah mata uang resmi negara tersebut.

Istilah Buck dan Greenback sendiri muncul dari kata “Buck” yang berarti kulit Rusa. Hal ini karena jaman dahulu benua Amerika memiliki komoditas kulit Rusa dan sejenisnya yang tergolong memiliki harga tinggi dan sangat mewah. Saat ini orang Amerika juga menganggap mata uang sebagai barang berharga sehingga Dollar pun disebut sebagai “Buck”. Sedangkan Greenback merupakan mata uang kertas yang dicetak hijau pada salah satu sisinya yang diterbitkan oleh Amerika ketika terjadi Perang Saudara pada kisaran tahun 1861-1865. Greenback ini pada awal kemunculannya tidak didukung oleh jumlah emas dan perak yang dimiliki oleh pemerintah Amerika. Greenback dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas dari pemerintah Amerika.

  • EUR (Fiber atau Fibre)

EUR atau Euro memiliki julukan dari bahasa slang yaitu Fiber atau Fibre. Mata uang ini dirilis pada tahun 1999 sebagai hasil dari kesepakatan bersama beberapa negara Uni Eropa. Nama Fiber atau Fibre berasal dari bahan pembuatnya yang 100% dari Cotton Fibre yang tidak mudah rusak dan tahan lama. Istilah Fibre memang tidak populer dikalangan Bank atau institusi besar lainnya. Namun nama ini cukup populer dikalangan Retail Trader.

  • AUD (Aussie)

Dollar Australia memiliki julukan Aussie. Julukan ini merujuk pada sebutan bagi orang-orang yang berasal dari benua Australia. Pemberian julukan ini bertujuan membedakan Australia Dollar dengan mata uang Dollar lainnya.

  • NZD (Kiwi)

Dollar New Zealand diberi julukan Kiwi karena burung ini banyak hidup disana. Burung Kiwi menjadi lambang negara hingga mata uangnya juga mendapat julukan serupa. Gambar burung Kiwi terdapat pada pecahan koin 1 dollar NZD.

  • CAD (Loonie)

Dollar Canada mendapat julukan Loonie yang merupakan nama salah satu jenis burung yang hidup di Kanada. Ikon Loonie dapat ditemukan dalam pecahan 1 dollar CAD. Loonie tidak memiliki pecahan 1 dollar dalam bentuk kertas dan pecahan yang terendah adalah 5 dollar.

  • CHF (Swissy)

Confoederation Helvetica Franc memiliki julukan Swissy yang populer dikalangan orang-orang Swiss. Swissy resmi diberlakukan sejak bulan Mei 1850. Perdagangan USD/CHF meliputi 5% dari volume transaksi forex global. Hal ini berati USD/CHF berada dalam peringkat ke lima mata uang populer setelah EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD dan AUD/USD.

  • GBP (Sterling/Cable)

Julukan Sterling merupakan logam campuran dalam pembuatan uang koin Inggris yang lebih awet dan tahan lama bahkan jika dibandingkan dengan perak 100%. Sedangkan julukan Cable muncul karena seringnya transaksi dengan Dollar Amerika yang dilakukan oleh Cable Dealer yang saat itu menjabat sebagai broker. Cable sangat familiar baik dari kalangan Retail Trader maupun kalangan Hedge Fund. Walau sudah umum diperdagangkan namun banyak hal yang perlu dicermati tentang perdagangan mata uang ini.

Anda Sudah Kenal dengan Dollar Komoditas?

Anda Sudah Kenal dengan Dollar Komoditas? – Forex adalah kegiatan perdagangan pasangan mata uang tertentu. Hampir semua negara memiliki mata uangnya masing-masing yang bisa ditradingkan. Kendati demikian tidak semua mata uang tersebut layak untuk ditradingkan. Trader perlu melihat keaktifan peredaran mata uang setiap saat serta kekuatannya dalam pasar maupun perbankan Internasional. Beberapa negara yang mata uangnya memiliki nilai tinggi dan cukup aktif di pasar forex adalah Dollar US, Yen Jepang, Pounsterling Inggris dan beberapa mata uang lainnya. Dollar selain masuk dalam mata uang yang aktif dalam perbankan internasional juga masuk dalam cakupan mata uang komoditas.

Mata uang komoditas adalah mata uang yang dipengaruhi oleh harga komoditas ekspor yang dihasilkan oleh negara yang menggunakan mata uang tersebut. Naik turunnya harga komoditas ditentukan oleh naik turunnya harga komoditas ekspor utama negara yang bersangkutan. Selain itu, neraca perdagangan yang berhubungan dengan komoditi juga ikut mempengaruhi fluktuasi nilai mata uang komoditi.

Dollar Komoditas

Terdapat 3 mata uang komoditas yang diperdagangkan dalam pasar forex yaitu AUD (Dolar Australia), CAD (Dollar Canda) dan NZD (Dollar Selandia Baru). Ketiga negara ini merupakan negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (GDP) yang sangat dipengaruhi oleh nilai ekspor komoditi yang dihasilkan. Fluktuasi nilai tukar mata uangnya juga kebanyakan dipengaruhi oleh kuantitas dan harga komoditas ekspor utamanya. Sebenarnya Franc Swiss (CHF) dan Yen Jepang (JPY) juga dipengaruhi oleh harga komoditas dunia, hanya saja pengaruhnya cukup rendah.

Hubungan Nilai Mata Uang dan Harga Komoditi

Mengetahui hubungan antara nilai mata uang dan harga komoditi utama dunia akan membantu trader untuk memprediksi pergerakan harga suatu mata uang. Berikut hubungan nilai mata uang dengan komoditinya.

  • Australia dan Emas

Autralia menjadi negara kedua terbesar setelah Afrika Selatan yang menghasilkan emas. Ekspor emas memiliki peran yang besar dalam GDP Asutralia sehingga fluktuasi harga emas akan sangat berdampak pada GDP negara ini maupun mata uangnya. Selain emas, Australia juga memiliki komoditas seperti batubara, biji besi dan gandum, namun korelasinya tidak sebesar emas terhadap AUD. Bank Sentral Australia secara berkala selalu menerbitkan commodity index sebagai acuan untuk mengetahui korelasi antara komoditas eksport Australia dan AUD dalam suatu periode. Trader forex perlu memperhatikan pergerakan harga emas dunia sebelum mengambil keputusan memasuki pasar.

  • Kanada dan Minyak Mentah

Kanada masuk dalam jajaran negara penghasil minyak mentah dunia selain Saudi Arabia, Iran, Irak, Rusia, Kuwait dan Venezuela. Selain minyak, Kanada juga turut memiliki komoditas beberapa logam seperti alumunium, nikel dan tembaga. Fluktuasi harga minyak mentah dunia sangat berdampak pada pergerakan harga dan range trading Dollar Canada. Pada tahun 2011 harga minyak dunia melonjak dari 40 dollar per barrel menjadi 80 dollar per barel setelah sebelumnya sempat mengalami pergerakan harga yang signifikan.

Banyak faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak dunia. Pergerakan harga USD serta kuat lemahnya permintaan global terhadap minyak mentah adalah salah satunya. Jika harga minyak dunia menurun, negara mengekspor seperti Kanada akan terganggu. Sedangkan negara seperti Jepang yang menjadi pengimpor justru akan diuntungkan. Kendati memiliki pengaruh yang bertolak belakang, namun penting bagi trader CAD dan JPY untuk mencermati negara yang fluktuasinya dipengaruhi oleh minyak mentah dunia.

  • Selandia Baru dan Produk Olahan Susu serta Daging

Selandia Baru merupakan negara yang bergantung dengan komoditi susu dan daging. Fluktuasi NZD dipengaruhi oleh komoditi secara umum dan juga memiliki korelasi positif terhadap harga komoditi utama dunia. Australia menjadi negara tujuan ekspor utama karena keadaan geografisnya yang berdekatan. Inilah alasan mengapa perekonomian Selandia Baru sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Australia.

Anda Harus Berhati-hati Memilih Broker Forex untuk Hedging!

Anda Harus Berhati-hati Memilih Broker Forex untuk Hedging! – Strategi hedging adalah salah satu strategi yang banyak digunakan oleh para trader forex. Hedging digunakan untuk mengurangi resiko loss dalam jumlah besar. Caranya adalah dengan open posisi sell dan buy pada saat yang bersamaan menggunakan pasangan mata uang yang sama seperti ketika trader melakukan open buy EUR/USD sekaligus open sell EUR/USD.

Hedging juga bisa dilakukan pada beberapa mata uang yang berkaitan seperti buy pada EUR/USD dan sell EUR/GBP dalam tempo dekat. Kendati ini hanya digunakan sebagai strategi cadangan untuk meminimalisir resiko, namun ada beberapa trader yang mencoba menggunakan hedging untuk memperoleh profit.

Broker Melarang Hedging

Walaupun memiliki peran yang sangat penting, ada beberapa broker yang justru melarang penggunaan strategi hedging. Hal ini disebabkan oleh keyakinan broker bahwa hedging dapat mengacaukan Risk Management yang dimiliki oleh broker. Hedging juga disinyalir memiliki resiko yang tinggi terhadap trader. Salah satu broker yang melarang strategi hedging adalah broker yang terikat dengan regulator forex Amerika Serikat, NFA.

Sebagai sanksi pelanggaran hedging yang dilakukan, NFA menerapkan aturan First In First Out (FIFO) yang mana order pada satu pasangan mata uang yang lebih awal di buka harus lebih dulu ditutup. Cara ini dianggap bisa menjadi pengontrol hedging karena posisi baru dari arah yang berlawanan hanya bisa open posisi ketika trading sebelumnya sudah ditutup. Peraturan yang diberlakukan oleh NFA ini kemudian tidak hanya dituruti oleh broker asal AS saja melainkan broker lainnya. Platform MetaTrade5 juga secara tidak langsung turut menerapkan aturan FIFO ini.

Tips Memilih Broker Forex Untuk Hedging

Mengantisipasi aturan dari NFA yang menerapkan FIFO sejumlah broker forex membuat trader mencoba berbagai cara agar hedging tetap bisa dilakukan. Cara pertama dengan membuka trading di beberapa broker lalu melakukan trading harian di akun berbeda ketika akan hedging. Cara kedua adalah dengan bergabung dengan broker yang memang memperbolehkan hedging.

Jika anda memilih cara yang kedua, pastikan broker anda memang mumpuni dan memiliki kapasitas yang memadai. Berikut adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan sebelum memilih broker forex untuk hedging anda.

  • Tips Memilih Broker Forex Untuk Hedging – Regulasi

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa NFA telah memberlakukan aturan FIFO untuk semua transaksi yang dilakukan oleh trader. Jika anda ingin menerapkan strategi hedging lebih baik jika anda menghindari broker yang memiliki regulasi dengan Amerika Serikat. Anda bisa memilih broker yang teregulasi dengan ASIC yang tidak memberlakukan FIFO.

  • Tips Memilih Broker Forex Untuk HedgingKebijakan Broker

Setelah melihat regulasinya, kebijakan broker menjadi salah satu aspek yang perlu untuk dipertimbangkan. Hal ini dikarenakan regulasi AS bukan satu-satunya alasan broker melarang penggunaan strategi hedging secara bebas. Pastikan broker tersebut telah menginformasikan bahwa hedging memang diperbolehkan. Informasi ini bisa didapatkan melalui website resmi atau bertanya pada klien yang telah bekerja sama dengan broker tersebut sebelumnya.

Jika broker anda menginginkan hedging, anda juga masih perlu mengamati apakah ada batasan tertentu yang mungkin diberlakukan pada hedging. Aturan ini misalnya ketika broker yang memperbolehkan hedging pada kondisi normal namun melarangnya pada akun trading yang masuk program bonus atau memperbolehkan hedging namun akan membatalkan order secara otomatis ketika trader menutup posisi kurang dari 5 menit setelah open order.

  • Tips Memilih Broker Forex Untuk HedgingSpread

Spread merupakan beban laten yang seharusnya ikut diperhitungkan dalam manajemen resiko. Broker dengan spread rendah merupakan prioritas utama apabila anda ingin mengaplikasikan strategi hedging. Broker yang menyediakan floating spread dengan kisaran 0-2 pips bisa menjadi pilihan anda. Hindari broker dengan kuotasi harga 5 digit karena spreadnya akan lebih rapat.

  • Tips Memilih Broker Forex Untuk HedgingEksekusi

Jika strategi hedging anda melibatkan Pending Order maka anda perlu memperhatikan kecepatan dan ketepatan eksekusi yang dibutuhkan agar tidak terkena slipper. Selain slipper, terjadinya requote dan lagging juga perlu anda hindari agar tidak menurunkan akurasi peluang hedging. Anda bisa memilih akun broker dengan cara menguji platform Livenya dengan mendaftar pada akun demo.

  • Tips Memilih Broker Forex Untuk HedgingSwap Free

Swap Free menjadi satu layanan yang disediakan oleh broker sebagai antisipasi adanya kemungkinan hold posisi yang mungkin terjadi hingga berhari-hari. Broker yang menyediakan Swap Free biasanya disebut sebagai akun islami karena disediakan untuk trader muslim yang tidak diperbolehkan trading dengan swap.

Apakah Resiko Strategi Martingale Dapat Diminimalisir?

Meminimalisir Resiko Strategi Martingale – Strategi Martingale adalah strategi trading yang dikembangkan beradasarkan probabilitas milik Paul Pierre Levy, Joseph Leo Doob serta matematikawan lainnya yang juga dikenal sebagai gaya berjudi yang populer pada abad 18 di Prancis.

Gaya berjudi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan satu kali kemenangan yang berasal dari menggandakan taruhan beberapa kali setelah mengalami kekalahan dengan tujuan menutupi kerugian yang telah dialami sebelumnya. Inilah yang menjadi alasan mengapa strategi Martingale dapat dikatakan sebagai bom waktu yang kita tidak tahu kapan akan meledak.

Ilustrasi Strategi Martingale

Saat ini strategi Martingale dapat diterapkan dalam trading forex. Aturannya adalah jika setelah melakukan transaksi dengan menggunakan beberapa Lot dan harga justru bergerak berlawanan arah dari keinginan anda maka selanjutnya anda tetap buka posisi ke arah yang sama menggunakan Lot yang dua kali lipat lebih besar. Jadi ketika transaksi terakhir memperoleh profit, kerugian yang dialami diawal dapat tertutupi.

Ilustrasi strategi Martingale :

Pada awal tarnsaksi Tuan Sing melakukan sell sebanyak 1 Lot dengan perkiraan harga akan turun. Akan tetapi perkiraan Tuan Sing salah dan harga malah naik sehingga Tuan Sing mengalami loss sebesar $ 10. Pada transaksi berikutnya Tuan Sing melakukan sell sebesar 2 Lot namun harga terus naik sehingga menghasilkan loss sebesar $ 20.

Tuan Sing yang menggunakan strategi Martingale, pada tahap berikutnya sell sebanyak 4 Lot dan masih saja mengalami loss yang semakin besar ($ 40) karena harga yang terus naik dan mengharuskan Tuan Sing melakukan sell lagi sebanyak 8 Lot. Pada transaksi ini, prediksi Tuan Sing tentang harga yang berbalik arah menurun benar sehingga Tuan Sing mendapatkan profit sebesar $ 80. Profit ini sudah dapat menutupi kerugian yang dialami sebelumnya sekaligus menyisakan laba sebesar $ 10.

Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi Martingale memiliki fungsi sebagai Stop Loss dalam trading forex. Tugas trader adalah melakukan evaluasi dan mengejar terus pergerakan harga hingga mencapai titik harga berbalik arah seperti yang diinginkan oleh trader.

Keuntungan dan Kelemahan Strategi Martingale

Sebagai strategi trader yang banyak digunakan dalam trading, strategi Martingale tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Trader nampaknya harus memperhatikan hal ini agar tidak salah memilih langkah. Dalam strategi Martingale jumlah lot yang dibuka setelah mengalami kekalahan harus dua kali lipat dari Lot sebelumnya. Hal ini dilakukan agar jika transaksi berikutnya menghasilkan kemenangan maka kekalahan sebelumnya dapat tertutup sekaligus mendapatkan laba. Secara teori pergerakan harga tidak mungkin selalu ke satu arah dan pasti ada pembalikan yang menjadi jaminan trader pasti akan menang pada suatu titik. Nampaknya hal inilah yang menjadi keuntungan dari strategi Martingale.

Namun sayangnya, faktor utama yang turut mendukung strategi Martingale adalah waktu menang yang tidak dapat diprediksi. Bisa saja trader mengalami kekalahan beruntun yang menguras modal dan menyebabkan kebangkrutan sebelum kemenangan dapat diraih. Inilah kekurangan dari strategi Martingale yang membuat trader enggan menggunakannya.

Belum lagi dengan adanya kenyataan bahwa memasang lot lebih banyak berarti sama dengan menarik resiko lebih besar. Sayangnya resiko besar yang ditawarkan oleh strategi Martingale tidak sebanding dengan profit yang didapatkan.

Meminimalisir Resiko Strategi Martingale

Strategi Martingale ada dalam lingkaran strategi trading forex tentu bukan tanpa alasan. Adanya trader yang berhasil mempraktekkan strategi ini dan memperoleh profit membuat trader lain ingin mencoba peruntungannya. Layaknya semua strategi trading, strategi Martingale juga memiliki resiko. Agar para trader yang ingin mencoba tidak khawatir akan mengalami loss yang besar, harus diimbangi dengan cara untuk meminimalisir resiko. Salah satunya adalah dengan menggunakan Lot kecil dalam transaksinya.

Kita dapat menggunakan lot non-standar untuk mengurangi resiko strategi Martingale. Lot kecil ini misalnya 0.1, 0.2, 0.4, 0.8 dan seterusnya. Jika awalnya anda menggunakan lot 0.1 dan mengalami kekalahan, maka transaksi berikutnya anda harus memasang lot 0.2. Inilah cara yang paling tepat untuk meminimalisir resiko strategi Martingale. Kendati profit yang didapatkan kecil, setidaknya hal ini akan membantu anda terlepas dari loss besar.

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman