Belajar Trading Forex Tanpa Akun Demo? Anda Berani?

Belajar Trading Forex Tanpa Akun Demo? Anda Berani? – Cara terbaik untuk belajar trading forex adalah dengan mempelajari segala tentang trading forex dari berbagai sumber. Lalu dilanjutkan dengan trading di akun demo dan akun live. Benarkah seperti ini? Jawabannya, relatif karena  ketiga cara tadi bisa berdiri masing-masing. Jika anda menggabungkannya tentu hasilnya bisa saja lebih baik atau lebih buruk dibandingkan menggunakan salah satu atau dua cara di atas.

Belajar Trading Forex Tanpa Akun Demo

Faktanya, apakah anda tahu bahwa sebenarnya seorang trader bisa belajar trading forex tanpa akun demo? Ini benar dan anda harus mengetahuinya. Dalam trading forex, setiap langkah yang anda ambil harus diperhitungkan dengan masak. Perhitungan ini tentu tidak berarti anda harus bersikap bodoh. Dalam hal ini pengenalan trading biasa dilakukan melalui akun demo dan akun live. Namun tahukah anda bahwa kedua akun ini sangat berbeda dan anda bisa mendapat pelajaran trading lebih baik dari trading live.

Nah, untuk anda yang sepakat dan berniat untuk melewatkan belajar trading di akun demo, maka ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Siapkan Dana Khusus

Dalam trading forex, dana yang anda gunakan haruslah dana yang siap hilang. Kerugian adalah hal biasa dalam trading forex dan anda harus menyadari bahwa tidak ada yang gratis dalam dunia ini termasuk dalam trading forex. Sebagai langkah awal, anda bisa menggunakan modal kecil untuk akun mini atau akun mikro. Dengan melewatkan akun demo, tentu anda harus berhati-hati dalam mengelola dan menggunakan uang bukan?

  1. Tentukan Persentase Resiko

Sama halnya dengan memulai menggunakan akun bermodal kecil seperti akun mini dan akun mikro. Maka anda juga harus menyesuaikan persentase resikonya. Anda bisa memulai dari resiko kerugian paling kecil kemudian menambahnya secara bertahap dan menyesuaikan dengan kemampuan trading. Ingat, bahwa sebagai trader pemula anda harus beradaptasi terlebih dahulu dengan platform trading.

  1. Siapkan Mental

Dengan melewatkan belajar trading forex melalui akun demo dan langsung ke live trading, maka pastikan anda sudah menyiapkan mental. Mental untuk apa? Untuk menderita kerugian pastinya. Ingat dalam trading kerugian adalah hal yang biasa dan anda memang harus terbiasa dan bisa menanganinya dengan baik. Trading dengan uang sesungguhnya akan membuat emosi anda naik turun dan dari sinilah mental anda akan ditempa.

  1. Buat Rencana Trading dan Konsisten

Dalam trading forex, rencana merupakan aspek yang vital dan tak tergantikan. Berusahalah untuk membuat rencana trading dan konsistenlah terhadap rencana tersebut. Jangan sekalipun berpikir unutk menjadikan frekuensi masuk pasar sebagai parameter kesuksesan trading. Lebih dari itu akumulasi hasil trading dalam jangka panjang adalah yang harus anda perhatikan.

  1. PIlih Metode Trading Paling Sederhana

Saat anda yakin untuk melewatkan belajar trading forex melalui akun demo, tentunya anda harus terjun ke live trading dengan uang sungguhan. Anda tidak memiliki kesempatan untuk menguji coba metode-metode yang mungkin cocok dengan anda. Untuk itulah, anda sebaiknya menggunakan metode trading yang paling simpel. Jangan termakan dengan bujukan trader lain tapi lebih fokus pada kemampuan dan pemahaman anda terhadap suatu metode. Salah satu metode yang banyak disarankan untuk trader pemula adalah metode price action.

Nah, untuk anda yang tidak yakin dengan terjun langsung di live trading sepertinya belajar di akun demo untuk 1 atau 2 bulan tetap bisa dicoba. Toh, tidak ada yang mengharuskan anda untuk melewatkan kesempatan mencicipi akun demo kan? Tapi ingat, bahwa anda juga harus mengerti dan memahami resiko terlalu lama trading di akun demo ya..

Kenapa Trader Tidak Suka Belajar di Akun Demo?

Kenapa Trader Tidak Suka Belajar di Akun Demo? – Meskipun akun demo cukup diagung-agungkan sebagai salah satu media yang digunakan untuk belajar trading forex. Tapi faktanya, ada beberapa trader yang tidak suka belajar di akun demo. Apakah anda pernah mengetahui atau mengenal trader yang seperti ini? Atau anda sendiri termasuk kategori trader yang tidak suka belajar di akun demo? Sedikit aneh memang, tapi tentu anda penasaran kenapa hal ini bisa terjadi kan?

Kenapa Trader Tidak Suka Belajar di Akun Demo?

Akun demo memang sangat berguna untuk mengasah kemampuan trading anda jika digunakan sesuai fungsinya. Tapi ternyata tidak semua trader bersedia atau suka mencoba akun demo. Alasannya beragam dan beberapa diantaranya memang masuk akal dan mungkin saja benar. Simak beberapa alasan mereka berikut ini:

  1. Strategi Marketing Broker Forex

Forex sendiri merupakan bisnis yang tidak hanya dihuni oleh trader forex tetapi juga ada broker forex. Jika trader forex memperoleh keuntungan dari tradingnya yang sukses, maka broker forex menghasilkan uang dari komisi dan juga spread. Dengan kata lain, semakin banyak trader forex yang mendaftar maka semakin besar penghasilan si broker.

Akun demo yang disediakan oleh broker forex ditujukan agar orang-orang belajar trading dan membuka akun real. Akun demo yang berfungsi sebagai simulasi trading seringkali disebut sebagai salah satu strategi marketing bagi broker. Dengan keberhasilan di akun demo maka orang-orang akan berbondong-bondong untuk membuka akun real dengan harapan bisa sesukses yang ada di akun demo.

  1. Tidak Bisa Menempa atau Membentuk Mental Trading

Akun demo memang dibuat sebagai simulasi trading sehingga trader yang awalnya tidak tahu tentang sistematis trading forex akhirnya bisa tahu dan mengerti. Tapi terlepas dari itu banyak yang beranggapan bahwa akun demo hanya bisa mengajari orang untuk melakukan trading tanpa menempa mental trading.

Hal ini wajar karena trading di akun demo tidak ada resiko dan lebih mudah, di mana kemudahan dan tanpa resiko ini tidak bisa anda temukan di akun real. Di akun demo, trader hanya fokus pada melakukan trading dengan tujuan akhir berupa keuntungan atau kerugian.

  1. Menyulitkan Dalam Money Management

Meskipun anda tidak menggunakan uang sungguhan saat melakukan trading di akun demo, tapi masalahnya tidak terletak di sini. Sesuatu yang lebih bisa menimbulkan masalah nantinya adalah besarnya modal trading di akun demo. Saat mencoba akun demo, anda akan menggunakan modal trading lebih besar dibandingkan dengan modal yang biasa digunakan saat menggunakan akun real.

Besarnya modal juga seringkali dianggap tidak realistis. Dampak negatif dari tidak realistisnya modal ini bisa berujung pada rendahnya kemampuan dalam money management. Padahal money management menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki trader manapun disamping kemampuan manajemen resiko.

  1. Profit Tidak Bisa Cair

Nah, alasan ke-4 yang menjadi alasan kenapa trader tidak suka belajar di akun demo adalah keuntungan yang tidak bisa cair. Sebenarnya alasan ini sedikit tidak masuk akal dan konyol. Tapi kita tetap harus membahasnya.

Sebelum memutuskan mencoba trading dengan akun demo, tentu anda sudah tahu bahwa dalam akun ini anda tidak akan menggunakan uang sungguhan untuk trading. Jadi secara otomatis memang keuntungan yang anda hasilkan juga hanya semu atau virtual yang sudah pasti tidak bisa cair.

Karena itulah beberapa trader beranggapan, lebih baik langsung terjun ke live trading dan menggunakan uang sungguhan tapi dengan nominal kecil. Tujuannya jelas, agar saat mendapat profit mereka bisa mencairkannya dan saat merugi maka kerugian yang diderita tidak terlalu besar.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda..

Cara Menghindari Bahaya Trading Terlalu Lama di Akun Demo

Cara Menghindari Bahaya Trading Terlalu Lama di Akun Demo – Di ulasan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai resiko terlalu lama berada di akun demo. Dari ulasan itu anda akhirnya tahu bahwa akun demo bisa saja menghancurkan karir trading anda jika tidak dikelola dengan tepat. Tentu kondisi ini bisa memicu dilema bagi trader pemula, mengingat mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan?

Meskipun faktanya belajar trading forex hampir tidak bisa dilepaskan dari peranan akun demo, namun anda juga tidak boleh terlalu bergantung. Di lain kesempatan kita akan membahas mengenai cara belajar trading forex tanpa akun demo. Namun, untuk saat ini kita akan lebih fokus pada bagaimana cara menghindari bahaya trading terlalu lama di akun demo. Ini penting untuk anda ketahui demi bisa menyelamatkan karir trading yang mungkin tidak anda sadari telah rusak karena pengaruh trading di akun demo sebelumnya.

Cara Menghindari Bahaya Trading Terlalu Lama di Akun Demo

Nah, berikut ini ada beberapa cara sekaligus ulasan singkat yang bisa anda gunakan untuk menghindari bahaya dari trading terlalu lama di akun demo:

  1. Perlakukan Akun Demo Seperti Akun Real

Cara pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan memperlakukan akun demo seperti akun real. Meskipun secara teori hal ini mudah, tapi faktanya ada banyak faktor yang membuat anda kesulitan untuk melakukannya. Beberapa faktornya seperti belum mengerti kondisi akun real, tidak bisa menerapkan prinsip ini hingga kesengajaan untuk tidak melakukannya.

Namun, percayalah bahwa prakteknya sangat sulit untuk menyamakan perlakuan antara akun demo dan real. Hal-hal seperti komitmen hingga psikologi trading di kedua akun ini jelas tidak sama. Sehingga sangat wajar bagi anda untuk tidak atau kesulitan untuk melakukannya. Tapi anda tetap harus mencoba prinsip ini kan?

  1. Gunakan Akun Demo Sesuai Dengan Fungsinya

Nah, cara kedua ini sepertinya lebih mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu menggunakan segala fasilitas pada akun demo sesuai dengan fungsinya. Apa fungsi akun demo untuk trading anda? Jawabannya sudah pasti sebagai sarana belajar trading forex. Karena itulah anda harus memanfaatkan akun demo sesuai dengan fungsinya.

Beberapa fungsi akun demo yang bisa anda manfaatkan adalah untuk memahami cara kerja platform, cara memanfaatkan tool, cara melakukan transaksi, menguji sistem hingga cara mendapat konsistensi profit. Setelah fungsi-fungsi tadi sudah anda peroleh maka jangan ragu untuk segera beralih ke akun real.

Buang jauh-jauh perasaan atau ego anda yang masih ingin mencoba melakukan trading tanpa resiko. Akun demo memang zona nyaman, tapi percayalah karir trading anda sedang dipertaruhkan.

  1. Lakukan Transisi Mulai Dari Akun Real Modal Kecil

Saat memutuskan untuk beralih ke akun real, anda sendiri tidak bisa memastikan seperti apa psikologi trading anda. Untuk menjaga agar semua berada di bawah kendali anda, maka pastikan untuk beralih ke akun dengan modal kecil terlebih dahulu. Hampir setiap broker forex terpercaya menyediakan akun mini, akun mikro hingga akun standar. Mulailah dari yang paling kecil dan lihat seperti apa kemampuan anda.

Setidaknya saat menggunakan akun mikro atau mini, jika anda harus menderita kerugian maka ini tidak akan membuat anda jatuh drastis. Mempertaruhkan modal secara bertahap  juga akan membantu anda untuk beradaptasi dengan kondisi real di pasar. Memilih akun dengan spesifikasi ringan juga bisa bermanfaat bagi anda untuk membandingkan kondisi akun real dan akun demo. Secara tidak langsung, perbandingan ini akan membuat kesadaran anda kembali  dan anda akan lebih peka terhadap resiko di masa mendatang.

Semoga trading anda sukses!!

Resiko Terlalu Lama Belajar Trading di Akun Demo

Resiko Terlalu Lama Belajar Trading di Akun Demo – Anda tentu sudah tidak asing dengan akun demo kan? Akun demo seringkali menjadi media belajar trading bagi trader pemula. Akun jenis ini juga disediakan dengan gratis oleh para broker forex untuk menarik perhatian para trader.  Meskipun akun demo memiliki peran vital dalam karir trading anda, tapi ternyata ada resiko terlalu lama belajar trading di akun demo.

Fakta ini memang cukup mengejutkan, mengingat akun demo biasanya menjadi batu loncatan bagi banyak trader. Yuk kita simak apa saja bahaya atau resiko telalu lama belajar trading di akun demo ini:

  1. Meremehkan Kesalahan

Setiap orang pasti melakukan kesalahan. Tapi jika kesalahan terus terjadi berulang kali, apakah anda pikir ini tidak akan menjadi masalah? Dalam trading forex, keberadaan akun demo membuat trader bisa melakukan trading tanpa takut kehilangan uang. Karena mereka melakukan trading menggunakan uang virtual dalam akun demo. Kemudahan ini secara tidak langsung bisa berdampak buruk bagi kemampuan trading anda.

Anda bisa menjadi trader yang tidak peka terhadap masalah atau kesalahan karena terbiasa dimudahkan dalam akun demo. Bayangkan saja, dalam trading di akun demo, kerugian sebesar apapun tidak akan membuat anda goyah karena memang anda tidak kehilangan uang. Tapi bagaimana jika anda mengalaminya saat melakukan trading yang sebenarnya?

Karena itulah ada baiknya untuk tetap mengontrol emosi dan psikologi anda saat melakukan trading di akun demo.

  1. Manajemen Resiko Rendah

Dalam trading forex, resiko adalah satu hal yang pasti akan anda hadapi. Anda sama sekali tidak bisa menghindari atau menghilangkan resiko. Tapi anda bisa mengelola resiko agar tidak merugikan anda sepenuhnya. Sayangnya kemampuan manajemen resiko anda tidak akan berkembang jika anda terlalu lama berkutat dalam akun demo.

Sekarang bayangkan saja, resiko terbesar dari trading forex adalah kehilangan uang. Tapi di akun demo, anda sama sekali tidak menggunakan uang bukan? Meskipun posisi loss, tetap saja anda tidak rugi dalam artian sebenarnya.

Kenyamanan akan terhindar dari resiko merugi membuat anda menjadi lemah dan tidak waspada. Bahkan anda bisa menjadi lalai dan mengabaikan segala sinyal yang bisa membuat anda masuk ke posisi loss sesungguhnya. Dengan kata lain, terlalu lama berada di akun demo membuat manajemen resiko anda buruk. Padahal manajemen resiko menjadi salah satu kunci vital dalam trading di akun real.

  1. Kebiasaan Buruk Bisa Tercipta Dari Akun Demo

Sesuatu yang anda lakukan berulang kali dalam jangka waktu yang cukup lama selalu sukses menjadi sebuah kebiasaan. Kondisi ini juga berlaku dalam trading forex. Jika anda terlalu lama melakukan trading forex di akun demo maka secara tidak langsung cara trading anda di akun real akan mengikuti cara trading di akun demo.

Entah anda sadari atau tidak, beberapa kebiasaan buruk yang biasa anda lakukan dalam akun demo akan terbawa saat melakukan trading di akun real. Meskipun berkomitmen tapi tetap saja kebiasaan akan sulit untuk diubah.

Anda perlu tahu, bahwa dalam beberapa kasus kebiasaan buruk di akun demo ini bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal. Apalagi jika kondisi anda sedang dibebani dengan tekanan psikologis dari resiko trading menggunakan uang real.

Ternyata akun demo bisa membahayakan karir trading anda ya? Lalu apakah anda harus membuang kesempatan belajar trading di akun demo? Jawabannya bukanlah iya atau tidak. Tapi setidaknya ulasan di atas membuat anda sadar bahwa ada banyak hal yang bisa menjadi boomerang dalam trading forex. Semoga informasi di atas bisa membuat anda lebih bijak dalam menggunakan akun demo sebagai sarana belajar trading forex ya..

Cara Memasang Stop Loss Dalam Trading Forex

Cara Memasang Stop Loss Dalam Trading Forex – Saat memasuki dunia trading forex, ada banyak hal baru yang harus anda pelajari. Mulai dari cara membuat rencana trading, menentukan sistem atau metode yang digunakan hingga memahami berbagai istilah asing yang mungkin baru pertama kali anda dengar. Salah satu istilah yang mungkin baru bagi anda adalah stop loss.

Stop loss sendiri merupakan nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Jadi kondisinya saat pergerakan harga menyentuh nilai terendah yang sudah anda tetapkan maka secara otomatis sistem akan menutup posisi. Meskipun stop loss ini tidak digunakan oleh semua trader tapi bukan berarti anda harus mengabaikannya. Yuk simak beberapa cara memasang stop loss dalam trading forex berikut ini:

  1. Stop Loss Manual

Stop loss manual ini merupakan cara menghentikan kerugian di mana trader akan menutup sendiri posisi trading di software trading saat harga bergerak jauh berlawanan dari harapan trader. Mengingat sistem yang digunakan adalah manual, maka sudah pasti dibutuhkan sikap disiplin dan waspada dari trader. Satu kesalahan atau kecerobohan bisa berakibat pada kerugian yang lebih besar.

  1. Stop Loss Otomatis

Berbanding terbalik dengan stop loss manual, stop loss otomatis ini tidak membutuhkan pengawasan penuh dari trader. Stop loss otomatis ini biasanya ada di semua jenis software trading seperti Metatrader dan lain sebagainya. Jadi kondisinya anda sebagai trader akan menentukan level harga tertentu di software trading sebagai penanda bahwa posisi trading harus ditutup. Pada formulir order, anda bisa menemukan kolom Stop Loss yang berfungsi sebagai tempat menuliskan level harga yang anda inginkan. Stop loss otomatis ini sebenarnya cukup menguntungkan bagi trader khususnya saat trader tidak bisa berada di depan layar seharian.

  1. Trailing Stop

Selain stop loss otomatis, faktanya masih ada cara lain yang bisa anda gunakan sebagai cara meminimalisir kerugian yaitu dengan trailing stop.

Kedua  fitur ini sama-sama bisa diletakkan pada formulir order. Meski sama tapi keduanya memiliki perbedaan dalam menutup posisi.

Jika stop loss otomatis bisa berakibat pada kerugian, maka trailing stop bisa membantu anda untuk tetap mendapat keuntungan meskipun kondisinya harga bergerak ke arah berlawanan. Lalu bagaimana cara menempatkan trailing stop ini?

Pertama-tama anda membuka software trading seperti Metatrader misalnya. Lalu buka posisi trading yang anda inginkan. Kemudian pada bagian daftar order silakan klik kanan pada posisi yang ingin anda pasangi trailing stop. Setelah klik kanan akan muncul list action dan pilih trailing stop kemudian pilih berapa poin yang anda inginkan. Jumlah poin trailing stop ini bervariasi mulai dari 15 poin hingga 85 poin. Anda juga bisa membuat poin custom sesuai keinginan anda.

Jadi sistematisnya, seumpama anda order buy 1.50000 dan memilih trailing stop 25 poin. Maka saat harga naik ke 1.5055 maka trailing stop secara otomatis akan menggeser posisi stop loss ke angka 1.5030.  jadi secara otomatis trailing stop akan bergerak dengan jarak sebanyak poin yang anda tentukan tadi untuk mencegah anda menderita kerugian.

Nah, semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda semua ya. Setelah ini, anda bisa dengan leluasa memilih stop loss seperti apa yang cocok untuk trading anda. Pilih saja stop loss yang memang membuat anda nyaman dan juga menguntungkan anda. Jangan ragu juga untuk melakukan sedikit riset kecil sebelum menentukan pilihan. Semoga sukses!!

Cara Mengelola Leverage

Cara Mengelola Leverage – Sebelum masuk dalam dunia forex anda pasti lebih dulu belajar trading forex. Dan anda akan menemukan banyak sekali istilah yang harus anda pahami dengan benar . Salah satunya adalah istilah Leverage. Di negera-negara maju istilah leverage sering digunakan sebagai istilah lain dari perdagangan saham.

Sedangkan dalam trading forex sendiri, leverage diartikan sebagai jumlah modal yang dipinjam investor untuk melakukan investasi. Perlu diketahui jika leverage bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keutungan yang bahkan lebih besar dari investasi lain.

Cara Mengelola Leverage

Seorang trader berpengalaman tentu sudah paham betul bagaimana memanfaatkan dan mengelola leverage secara maksimal. Namun, bagi trader pemula seperti anda, mungkin hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk memperhatikan bagaimana cara mengelola leverage secara baik.

Bagaimana Memanfaatkan Leverage ?

Menggunakan leverage sama artinya dengan memanfaatkan kekuatan yang relatif kecil untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar. Secara umum leverage banyak digunakan tidak hanya dalam bisnis trading, namun juga dalam berbagai bisnis lainnya. Kebanyakan orang memanfaatkan leverage untuk membangun bisnis lain, membangun rumah atau lainnya.

Untuk mengetahui bagaimana leverage bisa memberikan manfaat, mari coba kita contohkan. Jika anda menemui leverage 1:100 itu berarti untuk melakukan transaksi anda harus memiliki akun trading dengan jumlah 100 lebih kecil daripada jumlah transaki yang akan anda lakukan. Atau lebih sederhana lagi seorang trader dapat menggunakan setiap $1 di akun pada setiap transaksi., Cukup menarik bukan ?

Contoh lain, apabila anda memiliki dana deposito sebesar $5 di broker tertentu, maka $1 ditempatkan sebagai used margin untuk melakukan transaksi $100 tersebut. Sedangkan sisanya $4 digunakan sebagai cadangan jika kemudian transaksi mengalami loss money.

Seorang trader yang memiliki dana cukup besar dalam melakukan trading, mereka lebih memilih untuk menempatkan leverage dengan posisi jauh lebih kecil, seperti 1:2 atau maksimal hanya mencapai 1:50. Itu artinya jika anda mencoba menggunakan modal sebesar $100.000 dan kemungkinan besar anda akan mendapatkan keuntungan sebesar $200.000. Nilai yang cukup besar bukan ?

Kesalahan Penentuan Leverage

Sekilas menentukan posisi leverage bukanlah sesuatu yang sulit. Namun nyatanya banyak juga trader yang mengalami kesalahan tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pada umumnya, banyak broker yang menyarankan kepada trader untuk menempatkan leverage pada nilai yang besar. Broker manyarankan hal tersebut tanpa melihat bagaimana kondisi akun masing-masing trader. Sehingga dengan sendirinya banyak trader yang akhirnya lupa untuk mengatur lot dan berujung pada kerugian. Kesalahan semaca, ini tentu bisa anda hindari jika anda bisa menentukan secara bijak berapa besar leverage. Tak hanya itu, hindari pula trading dengan full lot yang hanya menggunakan beberapa kali entri. Gunakan lot sesuai dengan ketahaan margin yang anda miliki.

Kelebihan dan Kekurangan Leverage

Siapa tak tertarik dengan leverage? Hanya dengan menggunakan sebagian kecil dari dana yang anda miliki, anda akan mendapatkan kesempatan memperoleh keuntungan dalam jumlah besar. Dari sini bisa kita tarik kesimpulan jika leverage memiliki kelebihan yakni bisa membantu meningatkan keuntungan dalam tempo yang sangat singkat. Tak hanya itu, lebih jauh leverage juga bisa digunakan untuk membantu diversifikasi portofolio dengan investasi awal yang lebih rendah.

Selain mendapat keuntungan, leverage juga memiliki kekurangan. Sama halnya dengan kesempatan mendapatkan keuntungan, kesempatan mengalami kerugianpun sebenarnya juga sama besarnya. Bahkan kesempatan kerugian bisa lebih besar dari dana yang anda alokasikan diawal. Tidak hanya itu, ketika anda meminjam uang pada broker, maka akan ada biaya administrasi dan bungan yang harus anda bayarkan.

Ada keuntungan pastilah ada kerugian. Hanya saja tugas anda adalah menekan bagaimana kerugian ini bisa berkurang. Untuk mengatasi hal ini pastikan anda memiliki manajemen risiko yang baik.

Cara Menentukan Batas Toleransi Resiko Dalam Trading Forex

Cara Menentukan Batas Toleransi Resiko Dalam Trading Forex – Terjun dalam bisnis forex, akan ada banyak sekali hal tak terduga yang harus kamu perhatikan dan pahami, baik ketika akan memulai ataupun ketika kamu sudah berada ditengah jalan. Kamu pasti sudah paham betul jika bisnis forex bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalankan, namun jika kamu memahami apa yang seharusnya kamu lakukan pada kondisi tertentu, maka hal tersebut akan hilang dengan sendirinya. Seperti misalnya bagaimana seharusnya kamu memahami batas toleransi risiko dalam trading forex.

Cara Menentukan Batas Toleransi Resiko Dalam Trading Forex

Batas toleransi merupakan batas minimal yang harus anda pili4h untuk menekan loss money. Dalam bisnis forex, semua orang mungkin ingin mendapatkan uang banyak dengan cara banyak. namun jangan lupa jika kemungkinan untuk mengalami loss money juga sama besarnya. Hal ini tergantung pula dengan pilihan anda dalam menentuka batas risiko ideal. Nah sayangnya, sejauh ini ternyata masih banyak trader yang tidak memahami bagaimana menentuka batas toleransu risiko dalam forex.

Sebelum melangkah lebih jauh, berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan sebagai cara menentukan batas toleransi resiko dalam forex, diantaranya.

  1. Kenali Tujuan Mengapa Anda Ingin Melakukan Trading

Hal pertama yang harus kamu perhatikan sebelum menentukan batas toleransi risiko adalah kenali terlebih dahulu apa tujuan kamu melakukan trading. Untuk mendapatkan uang sebanyak-banyanya kah atau untuk menambah penghasilan sampingan saja. Memang tak bisa dipungkiri, sebagian besar trader melakukan trading dengan tujuan ingin mendapatkan untuk sebanyak-banyaknya. Jika kamu salah satu dari mereka, maka segeralah buang pikirang tersebut dan mulailah ambil ukuran trading yang lebih kecil.

Ketika kamu memutuskan untuk menjadikan forex sebagai pemasukan utama dan mengambil ukuran trading yang tinggi, maka akan ada pembayaran yang besar juga. Sedangkan kemungkinan untuk dan loss sama besarnya. Sehingga jika dihitung-hitung sebagian uang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. kondisi seperti ini tentu akan menekan dan meghancurkan akun mu sendiri.

  1. Ukur Berapa Jumlah Modal Yang Kamu Keluarkan

Selanjutnya jangan lupa untuk menyesuaikan jumlah modal yang kamu gunakan diawal memulai bisnis ini. jika kamu memulai trading dengan dana besar, maka tak akan masalah jika kamu mengambil lot berukuran besar. Namun jika dana yang kamu gunakan diawal kecil, maka jangan sekali-kali mengambil lot standart atau mini. Hal ini dilakukan demi melindungi akun dari risiko perubahan vilatilitas harga.

  1. Sesuaikan Dengan Pengalaman

Tidak berlebihan mungkin jika ada istilah “guru terbaik adalah pengalaman”, dan hal inipun berlaku pula pada bisns forex. Seseorang yang sudah lama malang melintang dalam bisnis orex, tentu sudah paham betul pagaimana bisnis ini berjalan, dan juga telah mengatahui berbagai jenis strategi.

Trader berpengalaman akan berani mengambil konsekuensi besar jika ia karena ia sudah terbiasa dan menganal situasi dan kondisi. Oleh karena itu jangan pernah samakan trader pemula dan trader berpengalaman, karena ilmu mereka sangat jauh berbeda. Sehingga jika kamu belum menganggangap dirimu berpengalaman dalam bisnis ini maka ja pernah coba-coba melakukan trading dengan batas risiko yang  tinggi.

  1. Sesuaikan Risiko Trading Sesuai Kenyaman

Terkahir adalah sesuaikan risiko trading sesuai kenyamanan. Bagaimana caranya ? Ukuran risiko sebenarnya tidak bersifat statis karena pada akhirnya ia akan disesuaikan dengan kenyamanan trading yang kamu jalankan. Misalnya saja, kamu bisa menerapkan batas risiko per trade di 1% di awal. Jika beberapa waktu kemudian kamu merasa terbebani dengan ukuran tersebut, maka tidak ada salahnya memperkecil ukuran risiko sesuai kenyamanan.

Menjadi Trader Sukses Dengan Mengurangi Frekuensi Trading

Menjadi Trader Sukses Dengan Mengurangi Frekuensi Trading – Apakah anda tahu  bahwa hanya 10% dari total trader forex yang berhasil menjadi trader sukses. Sekarang coba kita hitung, seumpama total trader di seluruh dunia adalah 100 juta orang, maka 10% nya berarti hanya 10 juta trader saja yang sukses. Angka ini bisa dibilang besar dan juga bisa dibilang kecil dari berbagai sudut pandang.

Terlepas dari perhitungan tadi, ada hal menarik yang bisa kita pertanyakan di sini. Apakah anda bisa masuk ke dalam jajaran 10% trader sukses tadi? Mampukah anda dan maukah anda? Mempertanyakan kemauan anda untuk menjadi trader sukses sangatlah penting, karena untuk menjadi trader sukses kemauan yang kuat sangat diperlukan. Percuma saja jika anda berharap menjadi trader sukses hanya karena ingin mengejar uang, ini tidak akan berhasil.

Mengurangi Frekuensi Trading

Salah satu cara terbaik untuk masuk ke dalam jajaran trader sukses adalah dengan mengurangi frekuensi trading. Sekarang coba anda tanya pada diri sendiri, seberapa sering anda masuk ke pasar dan melakukan trading? Setiap hari, seminggu sekali, seminggu dua kali atau sebulan empat kali? Atau anda masuk ke pasar sebanyak 25 kali dalam sebulan?

Sebenarnya ada 3 kunci utama yang bisa anda pegang untuk berusaha masuk dalam jajaran trader sukses.

  1. Pertama, anda harus mengurangi frekuensi masuk pasar
  2. Kedua, jangan sering-sering mengintervensi posisi trading anda
  3. Ketiga, cobalah untuk sabar dalam menunggu sinyal trading yang jelan dan memiliki probabilitas tinggi

Jurnal Trading Bisa Membantu Anda Menjadi Trader Sukses

Faktanya, banyak trader yang tidak peduli dengan frekuensi tradingnya karena mereka tidak mau direpotkan dengan membuat jurnal trading. Trader pemula dan trader yang sering menderita kerugian biasanya termasuk dalam trader yang kurang menyadari bahwa kesalahan mereka terletak di frekuensi trading. Mereka tidak menyadari bahwa dengan mengurangi frekuensi trading bisa menaikkan faktor profit secara keseluruhan.

Jika seorang trader memiliki jurnal trading, maka ia bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dari strategi yang digunakan hingga waktu masuk-keluar pasar (frekuensi trading). Karena itulah seringkali dalam artikel tentang trading forex, ada ulasan yang membahas mengenai pentingnya jurnal trading bagi trader forex. Jadi apakah anda sudah memiliki jurnal trading? Jika belum, maka buatlah dan mulai lagi trading anda lalu lihat apakah ada perubahan dalam karir trading anda?

Keberadaan jurnal trading ini juga membantu anda dalam mengontrol trading secara keseluruhan sehingga anda bisa menghasilkan profit yang semakin besar. Kemudian, di luar jurnal trading ada hal lain yang selalu dilakukan trader sukses namun diabaikan oleh mayoritas trader. Hal lain ini adalah kesabaran dalam menunggu sinyal yang jelas. Trader-trader yang masuk dalam jajaran trader sukses ini dengan sabar akan menunggu sinyal trading yang memiliki probabilitas tinggi. Bahkan mereka tidak peduli berapa lama sinyal ini akan muncul.

Secara matematis dapat dikatakan bahwa semakin tinggi frekuensi trading anda maka semakin menurun faktor profit. Hal ini wajar terjadi karena dengan frekuensi trading yang tinggi maka tingkat kesalahan yang terjadi ikut meningkat. Dengan kata lain tingkat kesalahan ini akan mempengaruhi faktor profit, di mana secara keseluruhan pengaruhnya adalah negatif.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda semua ya. Ayo kurangi frekuensi trading anda dan masuklah dalam jajaran trader sukses di dunia..

Manfaat Belajar Trading Forex Sebelum Masuk Dalam Dunia Forex

Manfaat Belajar Trading Forex Sebelum Masuk Dalam Dunia Forex – Apa yang dilakukan seseorang ketika akan membuat kue? Apa yang dilakukan seseorang ketika akan menghadapi wawancara kerja? Apa yang akan dilakukan seoarang pelajar ketika akan menghadapi ujian? dan apa yang harus dilakukan seorang trader sebelum memulai trading forex? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas hanya satu, yakni melakukan persiapan. Baik seseorang yang akan membuat kue, akan melakukan wawancara kerja, atau menghadapai ujian semuanya butuh persiapan yang sesuai dengan apa yang akan mereka hadapi. Begitu pula dengan trading forex.

Manfaat Belajar Trading Forex

Trading forex (Foreign Exchange) merupakan perdagangan mata uang dari berbagai negara yang berbeda. Bisnis ini sangat populer dan menarik perhatian banyak kalangan. Seseorang yang terjun dalam trading forex memiliki kesempatan untuk mendapatkan uang dengan cara yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Hanya saja kesempatan mendapatkan uang sama besarnya dengan kesempatan untuk mengalami kerugian. Tidak akan ada yang tahu bagaimana bisnis ini berjalan, karena forex merupakan bisnis yang rumit dan berisiko besar. Oleh sebab itu sebelum memulai terjun dalam forex, bekali dan kenali terlebih dahulu bagaimana sebenarnya bisnis ini berjalan.

Nah, sama halnya ketika kamu akan menghadapi ujian, belajar merupakan hal yang wajib kamu lakukan sebelum mengerjalan soal. Dalam forex jangan sekali-kali kamu menganggap remeh hal ini. jika iya maka bersiap-siaplah mengalami kerugian bahkan sebelum kamu benar-benar melakukan trading. Berikut beberapa manfaat yang akan kamu dapatkan ketika belajar trading forex :

  1. Memperluas Wawasan Dan Pikiran

Manfaat pertama yang akan kamu dapatkan adalah kamu akan memperoleh wawasan dan pikiran yang lebih luas. Selama ini, mungkin kamu berfikir jika bisnis ini hanya tentang bagaimana kamu mempertahankan uang dengan cara yang mudah. Padahal tidak. Untuk bisa mempertahankan dana dan memperoleh keuntungan, kamu akan dihadapkan dengan berbagai hal yag tidak kamu pahami sebelumnya.

Belum lagi, jika sewaktu-waktu kamu mengalami kerugian. maha dari itu, untuk mengatasi berbagai hal rumit yang sewaktu-waktu bisa kamu alami, belajarlah trading forex sebelum terjun didalamnya dan dapatkan wawasan mengenai forex secara lebih mendalam.

  1. Menambah Koneksi Dan Mengembangkan Jaringan

Ada banyak cara yang bisa kamu pilih untuk belajar trading forex. Bisa mengikuti kelas online, seminar forex, ataupun kelas offline lainnya. Jika kamu termasuk orang yang rajin mengikuti berbagai kegiatan berhubungan dengan forex, maka bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan banyak kenalan orang-orang penting.

Jika hal ini benar kamu alami, maka kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun suatu kerjasama jika kemudian hari, ataupun menanyakan saran ketika terjadi kegagalan.

  1. Meningkatkan Kemampuan Mengelola Keuangan

Apakah ada seorang yang bukan dari kalangan pembisnis atau seorang pengusana terjun dalam forex? jawabannya tentu ada, dan jumlahnya sangat banyak. trading forex bisa diikuti dan dilakukan oleh siapapun asalkan mereka memiliki kemauan kuat untuk belajar.

Nah, manfaat selanjutnya yang bisa kamu dapatkan ketika belajar forex adalah, kamu akan mendapat ilmu mengenai bagaimana mengelola keuangan yang baik. Banyak artikel yang menyebutkan jika ketika masuk dalam bisnis forex jangan sekali-kali kamu memprioritaskan profit, namun kendalikan kemungkinan loss money berkepanjangan.

  1. Belajar Mengendalikan Emosi

Terjun dalam bisnis forex, kamu akan menemukan berbagai hal, dan berbagai kondisi yang mungkin akan membuat tekanan darah menjadi baik. Misalnya saja ketika kamu mengalami kerugian besar dan berulang-ulang. Ketika belajar forex, kamu juga akan mendapatkan pelajaran ini, sehingga ketika dikemudian hari kamu menemui suatu kondisi yang membuat pikiran kacau, kamu akan siap untuk menghadapi dan bisa mengendalikan emosi.

  1. Teratur Dan Disiplin

Terkahir adalah kamu bisa menjadi pribadi yang teratur dan disiplin. Tidak hanya forex, namun semua bisnis tentu memerlukan keteraturan dan disiplin tinggi dalam menjalankannya. Jika kamu ingin sukses dalam bisnis ini, maka lakukan segala sesuai secara teratur dan disiplin tanpa mengedepankan atau menyepelakan hal tertentu.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda semua..

Pengaruh Modal Terhadap Kesuksesan Trader Forex

Pengaruh Modal Terhadap Kesuksesan Trader Forex – Untuk membangun usaha, besar kecilnya modal bisa berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha. Apakah hal ini juga berlaku dalam trading forex? Seperti yang kita tahu bahwa untuk bisa melakukan trading forex, anda harus menyetor deposit ke broker forex. Besarnya deposit ini biasanya anda sendiri yang menentukan dan disesuaikan juga dengan akun yang anda pakai.

Bagaimana Pengaruh Modal Terhadap Kesuksesan Trader Forex?

Faktanya, besar kecil modal yang digunakan dalam trading forex tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan. Hal ini karena modal besar ataupun modal kecil sama-sama bisa untung dalam trading forex. Tentunya anda ingat bahwa dalam trading forex ada 3 jenis akun yang bisa digunakan yaitu akun mikro, akun standar dan akun mini. Ketiga akun ini memiliki jumlah deposit atau modal yang berbeda-beda.

Dalam trading forex, ada faktor yang membuat modal kecil dan besar sama-sama untung, yaitu leverage. Dengan leverage, anda yang memiliki dana puluhan atau ratusan dolar bisa melakukan trading seperti trader forex yang memiliki dana ribuan dolar. Leverage membuat siapapun anda, dengan modal berapapun bisa melakukan trading dan memperoleh keuntungan.

Tapi kembali lagi, jika kita membicarakan tentang besarnya keuntungan maka masih ada beberapa trader dengan modal kecil yang mampu mengungguli trader lain dengan modal lebih besar. Ini sangat bisa terjadi karena dalam trading forex, kesuksesan trader tidak bergantung pada besarnya modal. Lebih dari itu kemampuan trader memiliki peran yang tidak kalah penting.

Apa Keuntungan Trading Dengan Modal Besar?

Meskipun modal yang banyak tidak akan memberikan keuntungan signifikan jika tidak dikelola dengan baik. Tapi setidaknya modal yang lebih besar akan memberikan anda kesempatan untuk memperoleh keuntungan lebih besar lagi. Yuk kita simak beberapa keuntungan dari trading dengan modal besar:

  1. Bisa Memperoleh Status VIP

Perlu anda ketahui bahwa sebagian besar broker forex menyediakan akun VIP yang diperuntukkan bagi trader dengan deposit besar. Untuk menjadi status VIP ini sebenarnya sangat disarankan bagi anda yang memang memiliki modal besar.

Ada banyak keuntungan yang bisa anda peroleh dari status VIP ini seperti spread atau komisi rendah, mendapat Account Manager khusus yang bisa langsung dikontak, mendapat notifikasi Breaking News dari kantor berita terkemuka dan lain sebagainya.

Namun sebelum anda memutuskan untuk upgrade ke status VIP, pastikan dulu broker pilihan anda kredibel, teregulasi dan terpercaya ya..

  1. Lebih Fleksibel Dalam Mengatur Keuangan

Dengan dana atau modal yang lebih besar, jelas anda akan lebih mudah dan nyaman dalam mengelola keuangan. Modal yang besar juga membuat anda lebih bebas dalam membuka banyak posisi secara bersamaan. Anda juga bisa dengan mudah menggunakan beberapa strategi di beberapa akun yang anda miliki. Namun sekali lagi, perlu anda ingat bahwa money management yang tangguh dari awal akan membuat dana anda aman tidak peduli besar atau kecilnya modal anda.

  1. Prospek Karir Jangka Panjang

Pada dasarnya ada dua kelompok yang melakukan trading dengan modal besar. Kelompok pertama adalah trader pemula yang terpengaruh promosi marketing broker untuk menyetor dana dalam jumlah besar. Kemudian kelompok kedua adalah trader profesional dengan segala kemampuan dan pemahaman akan trading forex yang memang berniat mengembangkan karir sebagai trader.

Kelompok pertama mayoritas akan berakhir dengan hangusnya dana karena kurangnya kemampuan. Sedangkan kelompok kedua bisa berakhir sebagai trader sukses dan profesional. Trading dengan menggunakan modal besar bagi trader yang ahli, akan semakin mengasah psikologi trading mereka. Trader profesional akan memperlakukan trading selayaknya sebuah bisnis yang akan dikelola dengan penuh perhitungan dan pertimbangan.

Terlepas dari pengaruh modal terhadap kesuksesan trader forex, ada hal lain yang lebih penting yang berkaitan dengan dana tersebut. Hal lain itu adalah apakah dana yang anda setorkan tersebut benar-benar dana yang bisa anda gunakan untuk trading forex?

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman