Kisah Trader Sukses Tom Bierovic, Pengguna Teknikal Tulen

Tom Bierovic merupakan seorang trader terkenal dan manager sistem trading dari Omega Research, Inc., walaupun kini sudah jarang terdengar namanya, dahulu ia sempat menjadi buah bibir karena aktif terlibat dalam berbagai seminar di 35 negara seta sempat menjadi narasumber di berbagai media keuangan utama semisal Futures World News, Futures magazine, dan majalah Technical Analysis of Stocks and Commodities. Ia juga sering menulis buku tentang analisa teknikal, semisal The Momentum Retracement Method for Successfully Buying Countertrend, dan buku Playing for Keeps: Ten Trading Systems That Really Work (Wiley & Sons 1999) yang menjelaskan tentang beberapa topik yang menyangkut sistem trading dan pengembangannya.

 

Tom Bierovic

Tom Bierovic

 

Untuk anda yang sudah terlanjur penasaran dengan sosok Tom Bierovic, berikut ini  kami tuliskan beberapa pelajaran tentang kisah sukses dari seorang Tom Bierovic.

 

Belajar Menghitung Teknikal Secara Manual

Tokoh trader yang satu ini sudah mengenal bisnis trading futures sejak usia yang masih sangat muda. Ayahnya merupakan seorang trader pada Mid America Exchange. Tom membantu membuatkan plot perubahan harga pada chart daily dan weekly untuk komoditi agric, dan ia diupah untuk pekerjaan tersebut. “Saat itu, trading masih belum menggunakan komputer, dan kita tak memiliki perangkat komputer. Jadi, saya memperoleh harga penutupan pasar hari itu juga dari surat kabar sore,” Bierovic menjelaskan.

Pada liburan musim panas, Bierovic biasa bekerja pada floor trading ayahnya. “Saya membuat plot simple moving average 10 periode untuk closing price pada time frame 15 menit.” jelasnya. “Ayah saya memang senang bertrading dengan teknik scalping, namun ia hanya akan membuka atau menutup posisi tradingnya sesuai dengan rekomendasi yang dibuat pada pergerakan trend di time frame 15 menit.”

Saat itu, ia merancang plot beberapa indikator teknikal dengan cara manual. Selain moving averages, indikator yang ia hitung setiap hari dengan cara manual adalah RSI, stochastics, MACD dan ADX. Saat ia ditanya apakah ia masih menggunakan cara manual tadi, ia hanya menjawab  “Oh, tentu saja sekarang saya tidak melakukan cara manual itu lagi,” katanya, “tetapi hal tersebut akan amat berguna jika Anda mulai belajar analisa teknikal.” imbuh Bierovic.

Bierovic memang seorang chartist, dan seorang trader teknikal tulen. Ia bahkan secara sengaja tak mau tahu suatu hal apapun tentang analisa fundamental. “Semua akibat dari faktor fundamental yang telah tercermin dengan begitu sempurna pada pergerakan harga pasar yang sedang terjadi sekarang sekarang.” katanya, mengutip kaidah klasik dari analisa teknikal.

Satu hal penting yang diungkapkan oleh Bierovic sebagai pakar analisa teknik adalah bahwa analisa teknikal mampu berjalan dengan baik pada pasar yang volume perdagangannya terhitung besar dan sangat likuid. Ia mencontohkan pasar yang tidak memenuhi kriteria tersebut adalah semisal palladium (untuk pasar komoditi) dan Dollar Australia (untuk pasar forex).

 

Mengutamakan Kebebasan Dalam Membuat Sebuah Keputusan Trading

Tom Bierovic menyusun sejumlah aturan baku untuk ia pergunakan dalam trading. Namun, ia lebih mengutamakan kebebasan dalam hal menentukan posisi dan membuat sebuah keputusan penting dalam trading. Kebebasan dan keleluasaan untuk mengambil keputusan tersebut ia posisikan pada urutan yang paling atas pada peraturan baku yang dibuat olehnya.

Ia bahkan menyebutkan diri sebagai “trader yang bebas, dengan metode yang amat spesifik”. Katanya, “Saya menuliskan seluruh aturan dengan jelas dan rinci sehingga semua trader dapat menggunakan sistem trading yang saya buat. Namun, saya tidak benar-benar terikat dengan aturan itu, dan sering kali saya menyimpang saat harus memutuskan sesuatu yang amat penting. Ya, saya lebih mengutamakan kebebasan untuk mengambil keputusan penting.” Ujarnya.

Dalam bukunya yang berjudul The Momentum Retracement Method for Successfully Buying Countertrend, Bierovic menjelaskan tentang apa yang dinamakan retracement momentum, yang mencakup tentang pengetahuan arah dan kualitas sebuah trend hingga dapat ditentukan di saat-saat terjadinya reaksi counter trend, dan dapat dihitung aspek resikonya dengan benar. “Dari yang selama ini saya alami, saya hanya akan berusaha untuk 40% benar. Dan sebisa mungkin menerapkan risk/reward dengan ratio 1:2. Saya sudah cukup nyaman dengan aturan yang saya susun tersebut.” katanya.

 

Ketahui Psikologi Dan Kepribadian Diri

Apa nasehat dari Tom Bierovic untuk para trader pemula? “Sudah sepatutnya untuk para trader pemula mengetahui dengan pasti tentang keadaan psikologi dan kepribadian Anda. Anda tak dapat berbohong dalam menentukan gaya trading (trading style) yang amat mencerminkan kepribadian Anda yang sebenarnya.” Pesan Bierovic.

“Menurut pendapat saya, belajarlah tentang analisa teknikal dengan benar dan terapkan dalam setiap sesi trading. Jangan cepat putus asa ketika anda loss, atau merasa jumawa saat mendapatkan profit. Hal itu tidak ada gunanya, lebih baik Anda membuat metode dan menyusun sebuah peraturan trading yang harus Anda ikuti dengan disiplin. Sebelum Anda benar-benar paham dan mengerti betul tentang kondisi pasar, sebaiknya jangan masuk ke dalam pasar. Dan, sebaiknya anda jangan meniru langkah saya dengan menyimpang dari aturan.” jelas Tom Bierovic.

 

Oke, itulah tadi artikel singkat kami tentang kisah trader sukses Tom Bierovic, pengguna teknikal tulen. Terimakasih sudah menyimak, sampai jumpa.

Larry Williams, Trader Sukses Berkat Kombinasi Teknikal Dan Fundamental

Larry Williams adalah seorang trader terkenal yang sudah menulis banyak buku dan membuat berbagai indikator trading yang cukup populer. Ia juga merupakan ayah dari aktris Michelle Williams yang berkali-kali dinominasikan dan memenangkan penghargaan Oscar dan Golden Globe. Akan tetapi, dibandingkan dengan statusnya sebagai ayah pemain film tenar, Larry Williams lebih terkenal dengan kelihaiannya dalam bertrading.

Sebagai mantan pelari marathon, Larry Williams melihat adanya kesamaan antara trader yang sukses dengan pelari marathon yang sukses. Kesamaannya ada pada rasa sakit dan rasa lelah yang dialami. “Setiap orang akan bisa berlari marathon bila mereka mau berlatih dengan keras dan benar. Ini sama dengan trading. Bila Anda mau berlatih, Anda tentu akan menjadi seorang trader yang tangguh dan sukses,” kata Williams.

 

Larry Williams

Larry Williams

 

“Ketika Anda sedang berlari marathon, pasti anda akan selalu menemui rute sulit yang tidak Anda sukai. Bahkan, mungkin Anda merasa seperti berada di neraka saat sedang melewati rute itu. Namun Anda harus bisa tetap bergerak maju, apapun yang terjadi. Kaki Anda yang satu harus tetap Anda gerakan di depan kaki yang lain, sembari mengingat tentang tujuan apa yang sedang anda kejar. Sama halnya dengan trading. Anda harus tetap melakukan trade, baik itu buy ataupun sell, dan anda harus selalu mengingat bahwa Anda sedang melakukan trading,” jelas Williams.

“Pernah suatu ketika saatu sedang berlomba, kaki saya tiba-tiba kejang dan terasa sakit. Saya memperlambat gerakan hingga rasa sakitnya teredam. Hal ini sama juga dengan trading, ketika saya sedang loss, saya akan istirahat sebentar dan meneliti kembali segala penyebab yang dapat menyebabkan mengapa posisi saya bisa loss,” tambahnya.

 

Sukses Berkat Kombinasi Antara Analisa Teknikal Dan Fundamental

Larry Williams memulai karir trading di pasar saham pada awal tahun 60-an. Sepuluh tahun berselang, seorang teman menganjurkan agar ia mempertimbangkan agar masuk ke pasar komoditi karena dengan modal yang sama, ia dapat memperoleh return yang lebih besar. William menuruti anjuran itu dan benar saja, ia mendapatkan return yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan trading di pasar saham.

Pada tahun 1987, Williams mengikuti sebuah program kejuaraan dunia trading pada Robbins World Cup Trading Championship (ini diselenggarakan oleh Robbins Trading Company) dan ia berhasil keluar sebagai pemenang setelah bisa mengubah modal awal $10,000 (uang sungguhan) menjadi $1,100,000 atau profit sebesar 10900% dalam waktu 12 bulan. Sebuah prestasi yang mencengangkan bukan?

Terlebih lagi, prestasi ini masih belum ada yang menandingi pada waktu itu. Anak-anaknya mengikuti kesuksesan tersebut. Michelle Williams pernah memenangkan kejuaraan yang sama sepuluh tahun kemudian, sedangkan untuk anaknya yang lain (Jason Williams) sudah menulis buku tentang psikologi dalam trading yang berjudul, “The Mental Edge In Trading”.

Williams yang tinggal di kepulauan Virgin Amerika Serikat ini menyebut dirinya sebagai seorang trader “kontekstual” yang memakai kombinasi analisa teknikal dan fundamental. Di dunia investasi finansial, Larry Williams dikenal sebagai pembuat dari bermacam indikator. Diantaranya adalah Ultimate Oscillator, Accumulation/Distribution Indicators, Indeks COT, juga beragam forecast siklus, sentimen pasar, dan pengukur nilai untuk harga-harga komoditas yang ada di pasar.

 

Jangan Emosional Ketika Trading

Seorang trader yang juga merupakan politikus dari Partai Republik ini, menjalani trading untuk dirinya sendiri dan berfokus pada Treasury Bond Futures, S&P 500 dan forex. Time frame trading yang dipakai olehnya adalah bersifat daily (1-day) dan berjangka 3-days.

Apa pandangan dari seorang Larry Williams tentang bisnis trading anda? “Yang saya sukai dalam bisnis ini adalah senantiasa berfikir ke depan. Kebanyakan orang berfikir tentang keadaan yang terjadi pada saat ini, tetapi para trader harus memikirkan betul apakah akan ada hujan 6 bulan dari sekarang? Apakah akan terjadi peperangan 10 bulan dari sekarang? Apakah akan ada bencana kelaparan 2 tahun dari sekarang? Mungkin ini adalah tempat yang cocok bagi saya. Saya sedang hidup di masa yang akan datang,” terangnya. Tetapi, “trading sangat rentan dengan faktor emosi. Anda harus dapat membiasakan diri untuk tidak emosional ketika memulai trading, atau Anda akan mengalami tekanan mental yang tak kunjung henti,” tambahnya.

 

Nasihatnya untuk para trader pemula

Apa nasehatnya untuk para trader pemula? “Sama seperti lari marathon, mulailah dengan perlahan-lahan. Sediakan waktu dan dana yang cukup untuk tetap belajar dan terus berlatih. Biaya untuk belajar akan amat murah bila dibandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang akan Anda peroleh dalam bisnis ini. Ketika trading, jika Anda merasa ada yang tak beres, segeralah melakukan cut-loss, tetapi, biarkan profit Anda tetap ‘berlari’, Anda mesti memiliki target yang harus anda capai.” katanya.

 

Baik, itu tadi adalah artikel singkat kami tentang Trader sukses Larry Williams. Terimakasih telah menyimak, sampai jumpa di postingan berikutnya.

Kisah Trader Sukses Ben Warwick, Pencetus Event-Trading

Anda trader senior? Pasti pernah mendengar nama Ben Warwick di suatu tempat bukan? Ya! Trader kawakan dan seorang penasehat investasi (investment advisor) yang satu itu memang cukup dikenal. Ini berkat sifatnya yang selalu fokus pada reaksi pasar ketika sedang dirilisnya suatu berita ekonomi oleh para awak media. Ketika para trader sedang mencari cara untuk melakukan trading yang paling tepat dan mampu menghasilkan profit lewat analisa fundamental atau analisa teknikal (maupun kombinasi keduanya), Warwick malah sibuk mengembangkan metode tradingnya sendiri. Melalui serangkaian percobaan, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani setiap sesi tradingnya dengan strategi yang dia sebut sebagai metode ‘event trading’.

Pada tahun 1996, bukunya yang berjudul “Event Trading – profiting from economic reports & short-term market inefficiencies’ diterbitkan. Dan, buku yang satu ini mendapatkan sambutan yang cukup baik dikalangan trader forex dan komoditi. Banyak analis dan trader forex profesional mengatakan bahwa metode tersebut bisa dipakai untuk mengenali titik awal atau titik puncak dari suatu trend, hingga dapat ditentukan point-point pembalikan arah pergerakan harga (reversal). Menurut mereka, ‘event trading’ adalah sebuah teknik trading baru yang cukup menarik, dan dapat dijadikan metode pendekatan ke-3 sesudah pendekatan fundamental dan juga teknikal.

 

Bukanlah Sistem Yang Mengikuti Trend

Ben Warwick pertama kali mengenal dunia trading ketika ia masih berstatus mahasiswa di University of North Carolina. Disana, ia memperoleh gelar MBA-nya. Karena ia ingin serius dan menggeluti bisnis trading dan investasi, ia mempelajari dan meneliti lebih lanjut tentang ‘hasil-hasil mengejutkan’ yang ada di pasar saham.

Bermodalkan referensi pasar saham di era tahun 1970-an, Warwick menjelaskan: “saat harga suatu saham naik melebihi apa yang diperkirakan oleh para analis dan pelaku pasar, harga saham tersebut akan cenderung terus meningkat hingga 60 hari kedepan. Hingga hari ini, masih banyak fund manager yang mampu trading dengan hasil yang mengejutkan.

 

Ben Warwick

Ben Warwick

 

“Saya kemudian mengambil ide tersebut untuk diterapkan kepada jenis pasar yang berbeda, semisal pasar futures atau pasar forex” ungkap Ben. Dari tahun ke tahun, Warwick senantiasa melakukan perbaikan pada metodenya sebelum pada akhirnya ia tuliskan ke dalam sebuah buku.

“Saya berusaha sebisa mungkin agar metode tersebut memiliki bentuk yang sistematis. Dan yang penting, metode ini bisa diterapkan dengan tanpa menggunakan emosi. Event trading adalah sebuah sistem yang tidak linier, dan bukan sistem yang mengikuti arah pergerakan trend (trend following). Metode ini adalah tentang bagaimana cara pasar merespon informasi, dan saya mengambil sebagian, yakni bagaimana pasar mengambil reaksi terhadap sebuah berita yang dirilis oleh media,” Ben Warwick menjelaskan.

Contoh pemanfaatan event trading misalnya seperti apa yang terjadi pada pasar bond atau pasar forex ketika sedang dirilis data tenaga kerja. “Bila pasar ternyata rally sesudah rilis data dan ditutup 20% lebih tinggi dari range harga sebelum dirilis, bagi saya itu adalah suatu sinyal untuk buy. Namun yang paling krusial adalah, pada harga berapakah kita masuk. Jika Anda masuk pasar begitu saja ketika rilis data disiarkan, itu sama saja seperti judi. Dan, kemungkinan untuk berhasil adalah 50-50.” kata Warwick.

“Reaksi pasar bisa saja akan bearish untuk rilis data yang Anda perkirakan akan mengalami bullish, dan Anda tentu masih dapat melihat sejumlah sinyal sell. Cobalah untuk konsentrasi pada reaksi pasar atas informasi tersebut” lanjutnya. Mengenai time frame trading, Warwick sudah terbiasa dengan time frame daily dan juga weekly.

 

Penelitian Itu Penting

Sebagai seorang penasehat investasi, Ben Warwick lebih memilih untuk mengutamakan strategi penempatan asset dalam membuat sebuah portfolio investasi mana yang investasi utama, dan mana portofolio investasi alternatif. Pada tahun 2002, Warwick mengembangkan suatu sistem yang dinamakan Quantitative Equity Strategies (QES).

Beberapa perusahaan dan institusi keuangan sudah berhasil mengadopsi sistem ini guna memaksimalkan potensi return. Diantara mereka antara lain Hedge Fund Research di Chicago dengan sistem HFRq serta Nomura Bank dengan Nomura QES. Buku Warwick yang membahas tentang strategi investasi yang cukup populer yakni buku yang berjudul ‘Searching for Alpha: The Quest for Exceptional Investment Performance’ (Wiley, 2000)

 

Nasihatnya Untuk Para Pemula

Nasehat untuk para trader pemula? “Buatlah sebuah pekerjaan rumah, tentang penelitian atau statistik atau apa saja yang membuat Anda bisa mengerti dan bisa mengidentifikasi pasar mana saja yang tidak effisien. Jika Anda sudah berhasil menemukan dan yakin dengan bagian mana dari pasar yang tidak effisien, pada jangka pendek dan jangka panjang, Anda tentunya akan bisa menghasilkan profit dengan konsisten. Ya, bagi diri saya pribadi, itulah kuncinya. Anda juga bisa melakukannya, bahkan lebih baik dari saya.” ungkap Warwick.

 

 

Yap, itulah tadi artikel singkat kami tentang kisah trader sukses, Ben Warwick. Semoga bermanfaat untuk anda, sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.

Trader Fundamental (Bagian 2)

Trader fundamental seringkali lebih fokus dengan mengumpulkan informasi tentang event-event spekulatif yang mungkin menjadi kelemahan dari sebagian besar pasar. Untuk tetap berada satu langkah di depan pasar, trader dapat sering menggunakan pengetahuan sejarah pola trading mereka selama pembagian saham, akuisisi, take over dan reorganisasi.

  1. Pembagian Saham

Saat suatu saham $20 dibagi 2 untuk 1, pasar modal perusahaan tidak akan berubah, tapi perusahaan sekarang memiliki jumlah saham ganda di mana masing-masing harga saham $10. Banyak investor percaya itu, karena investor akan lebih bersemangat untuk membeli saham dengan harga $10 dibandingkan $20. Pembagian saham secara cepat akan meningkatkan pasar modal perusahaan. Tapi Anda tetap harus ingat bahwa faktor fundamental tidak kan merubah nilai perusahaan.

Untuk trading dengan sukses dalam pembagian saham, seorang trader harus mengidentifikasi masa di mana saham saat ini sedang ditradingkan. Meskipun sejarah sudah membuktikan bahwa sejumlah pola trading khusus muncul sebelum dan sesudah pengumuman pembagian: apresiasi harga dan kesempatan pembelian jangka pendek pada umumnya muncul dalam masa pra-pengumuman dan pra-pembagian berlangsung. Lalu depresiasi harga akan muncul dalam pasca-pengumuman depresiasi dan pasca depresiasi pembagian. Dengan mengidentifikasi empat masa ini secara benar, trader split biasanya dapat masuk dan keluar trading dari saham yang sama setidaknya 4 kali sebelum dan sesudah pembagian.

  1. Akuisisi, Takeover dan Reorganisasi

“beli saat rumor, jual saat berita diumumkan” bisa diaplikasikan untuk trading pada akuisisi, takeover dan reorganisasi. Dalam kasus ini, suatu saham akan sering mengalami peningkatan harga ekstrem dalam masa spekulasi menuju event dan turun secara signifikan dengan cepat setelah event diumumkan.

Sebuah permainan trader menjadi satu langkah di depan pasar, jadi Anda bisa membeli saham saat masa spekulatif dan menahannya hingga pengumuman yang sebenarnya dibuat, trader fokus dalam menangkap beberapa momentum dalam masa spekulatif dan mungkin masuk serta keluar trading dari saham yang sama beberapa kali. Mereka yang mungkin memegang posisi “long” di pagi hari dan posisi “pendek” di siang harinya, menjadi lebih mengamati chart dan data level 2 untuk tanda kapan mereka harus merubah posisi. Dan saat pengumuman yang sebenarnya dibuat, anda akan terlihat seperti memiliki kesempatan trading yang sepenuhnya berbeda.

Secara kontras, reorganisasi sebuah perusahaan mungkin akan memiliki dampak yang sangat baik jika pasar tidak mengekspektasikannya dan jika saham telah menjadi slide jangka panjang karena masalah internal perusahaan. Jika jajaran direksi tiba-tiba menempatkan CEO yang tidka populer sebaga contohnya mungkin saham akan sangat baik menampilkan pergerakan naik jangka pendek dalam rangka perayaan dari berita yang dibuat.

Trading saham dari target takeover menghadirkan kasus spesial karena sebuah penawaran takeover akan memiliki harga per saham yang dikaitkan dengan hal itu. Seorang trader harus berhati-hti untuk menghindari kemuungkinan stuck di harga yang dekat dengan harga penawaran karena saham umumnya tidak bergerak signifikan dalam jangka pendek. Kesempatan trading terbaik dalam hal ini saat masa spekulasi.

Rumor dan spekulasi adalah proposisi trading yang beresiko khususnya dalam kasus akuisis, takeover dan reorganisasi karena ada potensi pergerakan harga yang cepat.

Konklusi

Jika trader fundamental bisa mengidentifikasi dengan benar posisi saham saat ini dan pergerakan harga yang mungkin muncul, mereka bisa memiliki kesempatan yang sangat bagus untuk menjadi trader sukses. Trading pada fundamental mungkin terlihat beresiko tapi trader astute bisa memitigasi resiko dengan membuat sejarah panduannya untuk keuntungan trading jangka pendek. Singkatnya, kerjakan PR Anda sebelum terjun ke industri ini.

Trader Fundamental (Bagian 1)

Trading fundamental adalah metode di mana seorang trader fokus pada even khusus perusahaan untuk menentukan saham mana yang harusnya dibeli dan kapan waktu yang tepat untuk membelinya. Trading fundamental lebih berhubungan dengan strategi pembelian dan penahanan dari investasi dibandingkan dengan trading jangka pendek. Bagaimanapun juga, trading fundamental dapat menghasilkan beberapa keuntungan yang bagus dalam jangka pendek.

Review Perbedaan Jenis Trader

Sebelum fokus pada trading fundamental, mari kita mereview semua jenis trading yang ada:

  • Scalping

Seorang scalper adalah seorang individual yang membuat lusinan hingga ratusan trading tiap hari. Mencoba untuk scalping sedikit keuntungan dari setiap trading dengan mengeksploitasi spread permintaan-penawaran.

  • Trading Momentum

Trader momentum mencari saham yang bergerak signifikan dalam satu arah pada volume tinggi dan mencoba melompati rintangan untuk mengendarai momentum demi memperoleh keuntungan yang diinginkan.

  • Trading Teknis

Trader teknis terobsesi dengan chart dan grafik, melihat garis saham atau grafik index untuk tanda convergence atau divergence yang mengindikasikan sinyal jual dan beli.

  • Trading Fundamental

Seorang fundamentalis melakukan trading berdasarkan analisis fundamental yang mengamati hal-hal seperti event perusahaan atau laporan penghasilan yang diantisipasi, pembagian saham, reorganisasi ataupun akuisisi.

  • Trading Swing

Trader swing merupakan trader fundamental yang benar-benar memegang posisi lebih lama dari sehari. Kebanyakan fundamentalis sebenarnya adalah trader swing karena perubahan dalam perusahaan fundamental pada umumnya membutuhkan beberapa hari atau bahkan beberapa minggu untuk menghasilkan pergerakan harga yang cukup bagi trader untuk memperoleh keuntungan yang wajar.

Trader pemula mungkin bereksperiimen dengan masing-masing teknis yang ada, tapi mereka seharusnya memilih satu yang terbaik bagi mereka. Pilih yang sesuai dengan pengetahuan tentang investasi yang mereka miliki dan pengalaman dengan sebuah gaya yang dirasa dapat dikembangkan dan dijalankan dengan baik.

Eksplorasi Trading Fundamental

  1. Data Fundamental

Kebanyakan investor modal peduli dengan mayorits data keuangan biasa yang digunakan dalam analisis fundamental. faktor kuantitatif dapat termasuk berbgai figure yang ditemukan dalamlaporan keuangan perusahaan, laporan arus kas atau neraca. Faktor-faktor ini dapat termasuk hasil dari rasio keuangan seperti ROE. Trader fundamental mungkin menggunakan berbagai data kuantitatif untuk mengidentifikasi kesempatan trading jika misalkan saja sebuah perusahaan menerbitkan hasil pendapatan yang bisa mengejutkan pasar.

Dua dari faktor-faktor fundamental yang diamati dengan baik oleh trader dan investor dimanapun adalah pengumuman laporan keuangan dan analisis upgrade dan downgrade. Mendapatkan informasi seperti itu sebenarnya cukup sulit mengingat ada banyak sekali mata di Wall Street yang melakukan hal yang sama.

  1. Pengumuman Penghasilan

Situasi yang paling penting dari pengumuman laporan keuangan adalah masa pra-pengumuman. Di mana masa itu sebuha perusahaan menerbitkan pernyataan di mana ini bisa saja sesuai ekspektasi atau malah jauh dari ekspektasi banyak orang. Seorang trader ingin trading secepatnya setelah pengumuman diberikan karena kesempatan momentum jangka pendek akan muncul.

  1. Analis Upgrade dan Downgrade

Hampir sama, analis upgrade dan downgrade mungkin menghadirkan kesempatan trading jangka pendek, khususnya saat seorang analis prominent tidak mengekspektasikan penurunan dari suatu saham. Price action dalam situasi ini bisa mirip seperti karang yang jatuh dari tebing, jadi trader harus cepat dan sigap dalam mengontrol tombol penjualan cepatnya.

Pengumuman laporan keuangan dan rating analis biasanya berrhubungan dekat dengan trading momentum di mana tetap terjaga untuk event-event yang tidak diekspektasikan yang disebabkan oleh suatu saham yang ditradingkan dalam jumlah yang besar dan bergerak stabil naik ataupun turun.

Kisah Trader Sukses: Cynthia Kase, Si Pengembang Indikator Berkualitas Premium

Dalam dunia forex, kita tentunya mengenal banyak nama trader sukses. Diantara sekian banyak nama tersebut adalah Cynthia Kase, si pengembang indikator berkualitas premium. Cynthia Kase sendiri, sebenarnya adalah mantan Insinyur Teknik Kimia. Lalu, bagaimanakah kisah perjalanan dari Cynthia Kase ini? Mari kita simak bersama yuk!

 

Mengenal tentang latar belakang seorang Cynthia Kase

Seperti yang kita tau, latar belakang pendidikan Kase adalah kimia teknik. Ketika ia bergabung dengan Standard Oil of California (Chevron Corporation) di tahun 1983, pimpinannya menugaskan Kase untuk memperkuat divisi trading sebagai suatu bagian dari program pengembangan bisnis dan management perusahaan. Iapun segera belajar untuk memperoleh perspektif pandangan dalam perdagangan minyak dunia.

 

Cynthia Kase

Cynthia Kase

 

“Ada 2 kejadian menarik dalam tahun 1983 yang cukup penting untuk perdagangan minyak dunia,” kenang Kase. “Tahun 1983, perdagangan kontrak minyak mentah dunia sudah diperkenalkan untuk pertama kalinya, dan personal komputer (PC) kala itu sedang mulai dimanfaatkan untuk trading,” katanya.

“Saya memakai personal komputer khusus di ruang trading untuk belajar. Bagi trader awal tahun 80-an pasti sudah tau tentang keadaannya, apalagi latar belakang saya kimia teknik dan pengetahuan basic saya tentang personal komputer masih amat terbatas,” demikian Kase menjelaskan.

Ia belajar trading sendiri, dan seperti yang ia katakana, “Anda harus menjadi orang yang sedang menyendiri saat bertrading agar hasilnya bisa maksimal. Anda tidak harus sepenuhnya percaya pada pendapat orang lain. Dan yang paling penting Anda mesti tetap fokus dan berpikir dengan tenang. Namun, Anda juga tidak harus ngotot dan tidak harus memaksakan diri.”

Sekarang, Cynthia Kase hanya mengandalkan dan percaya pada indikator yang ia rancang sendiri, tetapi ia mengaku, “Saya tidak berfokus pada indikator teknikal sebelum tahun 1985,” katanya, “Trading dengan bantuan analisa teknikal sangatlah kompleks. Diperlukan waktu dan usaha keras untuk benar-benar dapat memahaminya. Tidak bisa hanya dengan dua hari membaca analisa teknikal kemudian langsung diterapkan begitu saja untuk trading.”

 

Hanya Percaya Pada Indikator Ciptaan Sendiri

Selama bertahun-tahun, Cynthia Kase membuat dan mengembangkan indikator trading yang ia rancang sendiri, dan sekarang ia gunakan juga untuk para kliennya. Selain trading untuk diri sendiri, Kase juga berperan sebagai konsultan untuk lebih dari 30 perusahaan, bahkan pernah menjadi seorang advisor untuk Kementrian Perminyakan Kerajaan Arab Saudi.

“Sebagai trader teknikal, saya menggunakan pola pergerakan harga, momentum dan juga trend,” Kase menjelaskan. Akan tetapi,”Indikator saya menggunakan statistik, bukan pada pengamatan empiris semata.”

Dasar dari indikator yang dipakai oleh Kase adalah peak-oscillator atau indikator momentum dan deviation-stop atau metode stop berdasarkan tingkat volatilitas. Kini, Cynthia Kase sudah mengembangkan beberapa indikator premium, diantaranya:

 

  • KaseBars 

    Ia adalah sejenis grafik bar berdasarkan TrueRange yang ukurannya lebih mulus dan secara otomatis akan beradaptasi dengan perubahan volatilitas. Ini akan menghasilkan sinyal trading yang lebih jelas dan lebih bersih, sangat membantu di pasar yang bergerak dengan level volatilitas yang tinggi. Sayangnya, KaseBars hanya tersedia pada platform trading Bloomberg and TradeStation yang banyak dipakai oleh trader institusional.

  • Kase StatWare 

    Ia adalah sepaket indikator trading berbasis momentum yang dirancang guna pendekatan trading dan manajemen risiko yang dilangsungkan secara sistematis. Paket indikator ini ditawarkan langsung oleh Kase di webnya. Pengembangan lebih lanjut dari Kase StatWare (KaseX) juga sudah tersedia di sana untuk platform Bloomberg, NinjaTrader, eSignal, dan Trade Station. Sebagai catatan, indikator-indikator teknikal ciptaan Cynthia Kase dapat diterapkan pada semua jenis pasar termasuk juga pasar forex.

 

Frekuensi Trading?

Dalam frekuensi trading, Cythia Kase menjelaskan bahwa ia tidak melulu menjalankan trading setiap hari, melainkan tiap 3 sampai 10 hari. “Teknik trading yang saya pakai sangat mengutamakan strategi exit, bukan pada entry point-nya,” ujar Kase, “Saya bisa mendapatkan profit dengan cepat, banyak trade yang profit namun pip-nya kecil. Saya mengambil profit dari beberap momen yang berbahaya, seperti pola pergerakan harga saat terjadinya reversal. Yang lebih penting lagi bagi saya adalah, trading dengan cara yang benar ketimbang profit yang besar,” lanjutnya.

 

Nasehat Seorang Cynthia Kase Untuk Para Trader Pemula

Suatu ketika, Cynthia sempat berpesan untuk para trader pemula “Satu-satunya cara untuk belajar trading adalah dengan cara melakukan trading. Tidak ada istilah holy grail dalam bertrading. Terus belajar dan kerja keras. Janganlah modal trading anda jadikan sebagai alasan utama. Jika Anda sudah merasa kecewa atau mulai bergumam “kok sudah 2 tahun trading, kita tidak menghasilkan apa-apa? Malah cenderung rugi, dalam jumlah besar, maka Anda sebaiknya tidak lagi terjun ke bisnis trading.” Kesimpulan nya, jangan melakukan hal yang tidak anda senangi. Trading juga memerlukan passion tersendiri agar dapat berjalan lancar, dan bisa memperoleh keuntungan maksimal.

 

Okel itulah artikel singkat kami tentang kisah trader sukse Cynthia Kase, si pengembang indikator berkualitas premium. Terimakasih sudah menyimak, sampai jumpa!

Cara Menggunakan Indikator Forex Secara Maksimal

Dalam mengarungi dunia trading khususnya trading forex, bantuan berupa alat dan pengetahuan sangatlah penting. Anda tidak bisa mengabaikan kedua hal ini mengingat keduanya bisa sangat mempengaruhi proses dan hasil trading Anda. Ingat bahwa pekerjaan sebagai trader bisa membuat Anda kaya mendadak atau malah mengalami kebangkrutan secara instan.

Oleh karena itu, Apakah saat ini anda sedang mencari alat untuk trader Forex? Nah, indikator Forex sangat dibutuhkan untuk mendapatkan trading yang paling menguntungkan. Namun sebelum menggunakan, pastikan dulu anda memahami apa itu indikator forex dan bagaimana cara memilihnya.

Apa Itu Indikator Forex?

Sebelum berbicara semakin jauh, Anda harus tahu apa arti indikator Forex yang sebenarnya. Nah, indikator forex merupakan alat yang dapat digunakan untuk memprediksi arah pasar. Dalam hal ini, indikator yang anda temukan mungkin akan berbeda dengan indikator trader lain, karena setiap trader pastinya memiliki kondisi trading yang berbeda-beda. Jika anda tidak bisa atau belum menemukan indikator forex yang kuat untuk memprediksi pasar, maka siap-siap anda akan kalah dalam persaingan. Untuk itu, jika anda akan bergabung dengan Forex, anda harus membuat beberapa strategi bagus berdasarkan indikator yang anda temukan untuk menjadikan trading anda semakin berkembang.

Membuat Strategi Yang Bagus

Untuk mendapatkan strategi yang tepat jangan sampai anda hanya menggunakan satu indikator saja dalam membuat perdagangan agar lebih akurat. Cara yang benar adalah anda harus membuat kombinasi dari beberapa indikator untuk trading anda sehingga akan lebih banyak referensi yang dapat menguntungkan. Anda harus membuat teknik hebat dalam kasus ini. Caranya, bisa dimulai dengan menggabungkan beberapa informasi yang anda dapatkan untuk membangun teknik ini. Saat ini, ada indikator Forex yang popular, yakni indikator platform Meta Trader 4.

Ada Beberapa Tips Untuk Mendapatkan Penghasilan Dari Indikator Forex Secara Maksimal

Pertama, Anda harus mengidentifikasi tren pasar dengan menggunakan indikator. Anda akan mendapatkan trading bagus jika menggunakan beberapa indikator. Dalam hal ini, dengan menggunakan indikator lebih banyak akan menjadikan trading anda berjalan lebih baik. Namun pastinya, anda harus memastikan bahwa indikator yang anda miliki benar atau akurat. Selain itu, pastikan pula mereka juga harus kuat.

Kedua, identifikasi pembalikan dengan menggunakan indikator. Anda akan melihat tanda pembalikan melalui indikator ini. Untuk itu, sinyal dari penarikan atau down sliding akan Anda peroleh.

Ketiga, anda bisa mendapatkan bantuan dalam merumuskan cara untuk masuk trading mata uang dengan menggunakan indikator. Di sini, Anda benar-benar perlu menggunakan lebih dari sekedar indikator untuk mengetahui keakuratannya.

Tips terakhir yang harus anda perhatikan adalah menentukan indikator yang bisa menyelamatkan anda dari kehilangan atau kerugian. Artinya dengan memperhatikan indikator, anda akan mendapatkan beberapa tanda-tanda penurunan dan kecenderungan menurun. Jika kondisinya seperti itu, inilah saat terbaik bagi anda untuk memutuskan keluar dari platform trading ataukah tetap bertahan. Cara ini bisa anda terapkan untuk menghemat keuntungan yang anda dapatkan.

Nah, itu semua informasi tentang Indikator Forex. Setelah tahu fungsinya maka jika ingin trading yang Anda lakukan berjalan dengan baik, maka anda harus menggunakannya sebaik mungkin. Bahkan anda harus menjadikannya sebagai penguasa untuk menavigasi pasar forex. Anda bisa melindungi keuangan dan bisa meningkatkan keuntungan anda melalui indikator ini. Anda juga harus merencanakan perjalanan trading forex anda sebaik mungkin dengan menggunakan indikator ini sehingga Anda dapat melindungi dana dengan menggunakan teknik yang sesuai.

George Lane, Trader Sukses Pencipta Indikator Stochastics

Apakah anda percaya bahwa diantara sederetan nama trader sukses, terdapat seorang yang berlatar belakang dokter medis? Hal ini memang ada, dan ia bernama George Lane M.D. Penasaran dengan kisah tentangnya? Mari kita simak artikel berikut ini.

 

Mengenal tentang George Lane M.D

George Lane M.D (1921-2004) merupakan seorang dokter medis yang juga berprofesi sebagai trader profesional, mentor trading dan penulis buku yang merancang indikator teknikal stochastics. Hingga akhir hayatnya, Lane tetap melakukan aktivitas trading dengan indikator yang ia bangun, yang merupakan salah satu indikator teknikal yang paling banyak dimanfaatkan di semua jenis pasar.

 

George Lane

George Lane

 

“Stochastics mengukur tentang momentum harga. Momentum tersebut akan menyebabkan perubahan arah sebelum pergerakan harga itu sendiri terjadi. Bagi saya, stochastics merupakan indikator yang mengagumkan,” kata George Lane yang juga merupakan pemiliki dari perusahaan investasi Miller, Lane & Co. yang memiliki 41 buah kantor cabang itu.

 

 

Dari Seorang Dokter Menjadi Trader

Lane mulai tertarik pada dunia trading ketika ia masih praktek sebagai dokter di klinik ayahnya yang berlokasi di kawasan industri Chicago. Ketika ayahnya pensiun, ia memutuskan untuk menutup klinik tersebut dan memutuskan untuk berkonsentrasi secara penuh di trading komoditi.

Pada akhir tahun 1950, Lane membeli lisensi keanggotaan Chicago Open Board of Trade (MidAmerica Commodity Exchange) dan memulai perjalanan trading dengan lebih serius. “Saya mengalami banyak kerugian. Kemudian, seorang pekerja di broker tempat saya biasa trading mencoba membantu dengan memberikan penjelasan tentang metode Taylor, yang merupakan siklus pergerakan harga setiap 3 hari,” kenangnya.

Di awal karir tradingnya, Lane sempat bekerja pada sebuah broker dan mengajarkan ilmu perdagangan komoditi di Investment Educators Inc. di Watseka, Illinois. Kala itu, sekolah khusus tersebut merupakan satu-satunya lembaga edukasi Amerika Serikat yang mengajarkan tentang ilmu investasi. Ketika pemiliknya meninggal dunia, Lane memutuskan untuk mengambil alih sekolah tersebut dan mengelolanya secara lebih profesional. Selain memberi layanan konsultasi pada investor dan para profesional keuangan, Investment Educators Inc. juga turut mengajarkan metode analisa teknikal lanjutan. Lane kemudian menjabat sebagai Presiden di sekolah tersebut sampai akhir hayatnya.

 

 

Profit Yang Berlipat Sesudah Stochastics Rampung

Dari beberapa ilmu yang diperolehnya, Lane mencoba untuk merancang sebuah metode sederhana yang bisa membantunya dalam membaca chart. “Pada mulanya, chart trading bersifat sangat kompleks, tetapi ketika saya mengerti tentang mengapa dan bagaimana seharusnya harga bergerak, saya mulai membuat indikator sederhana guna mengenali momentum pasar,” katanya. Ia kemudian menuai keuntungan sedikit demi sedikit seiring dengan perbaikan yang ia lakukan terhadap indikator stochastics-nya. “Pada dasarnya, stochastic tidak mengikuti harga atau volume perdagangan. Stochastic menunjukkan kecepatan ataupun momentum perubahan harga pasar. Indikator ini memberikan isyarat sebelum harga berubah arah. Stochastic sudah membuat penghasilan saya menjadi berlipat ganda,” tambahnya.

Hingga akhir hayatnya, George Lane yang pada tahun 2012 dianugerahi penghargaan anumerta dari Market Technicians Association itu maih tetap aktif trading di berbagai jenis pasar dengan profit yang konsisten. Hanya 3 alat yang ia pakai di sepanjang karirnya. Alat tersebut adalah: Indikator stochastic, level Fibonacci retracement dan garis trend.

Dalam sebuah sesi wawancara, Lane menasehati agar para trader pemula banyak menyempatkan waktunya untuk belajar membaca chart. “Jika Anda bisa memahami chart, ia akan mengatakan semuanya kepada anda secara simple, dan ketahuilah bahwa chart trading tidak akan pernah berbohong. Jangan percaya begitu saja pada rekomendasi yang diberikan oleh broker. Broker adalah penjual. Lebih bijak Anda belajar dari para senior yang sudah jauh lebih berpengalaman dalam bidang trading.”

 

 

Trading Tanpa Memanfaatkan Fasilitas Stop Loss Hanyalah Untuk Para Amatir Saja

Selain indikator stochastic yang ia rancang, hal yang paling penting dalam trading menurut George Lane adalah money management. Ia hampir tidak pernah masuk ke ranah pasar tanpa stop loss. “Trading tanpa stop loss? Bagaimana cara Anda melindungi account dari kerugian? Oh, Tidak. Itu adalah kejahatan dalam bertrading yang biasa dilakukan oleh para trader amatir. Cobalah simak apa rahasia para trader sukses, mereka umumnya bisa memanage risk trading dengan baik,” katanya.

 

Para trader yang sudah sukses dalam karirnya sebagian besar akan mendedikasikan pengetahuan dan waktunya untuk mengembangkan dunia trading dan investasi. Bisa dengan mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi seorang komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading ataupun menulis buku. Kita bisa mengambil banyak manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan seorang George Lane tentang pentingnya membaca chart serta menerapkan money management guna membangun inspirasi bagi trading kita.

 

Oke, itulah tadi artikel singkat kami tentang George Lane, seorang trader sukses perancang indikator Stchastics. Semoga artikel ini mampu menginspirasi anda, dan membantu anda dalam meraih kesuksesan anda di dunia forex. Terimakasih sudah menyimak, sampai jumpa.

Bisakah Trading Forex Membuat Anda Kaya?

Bisakah trading forex membuat anda kaya? Meskipun reaksi naluriah kita terhadap pertanyaan tersebut akan menjadi “Tidak” yang berarti tidak, namun kita harus memenuhi syarat terhadap respon tersebut. Trading Forex dapat membuat kaya jika anda adalah trader mata uang yang sangat terampil. Namun bagi trader eceran, daripada menjadi jalan yang mudah menuju kekayaan, trading forex bisa menjadi jalan berbatu dan menyebabkan kerugian besar.

Tapi yang pertama, lihat dulu statistiknya. Sebuah artikel Bloomberg pada bulan November 2014 mencatat berdasarkan laporan kepada klien mereka dua perusahaan forex publik terbesar – Gain Capital Holdings Inc. (GCAP Keuntungan Modal Holdings Inc GCAP 5.85-0,51%) Dan FXCM Inc. (FXCM) – 68% investor memiliki kerugian bersih dari trading mata uang di masing-masing empat kuartal terakhir. Meskipun hal ini bisa diartikan bahwa sekitar satu dari tiga trader tidak kehilangan uang trading mata uang, itu tidak sama dengan mendapatkan kekayaan dari forex trading.

Perhatikan bahwa angka tersebut dikutip hanya dua bulan sebelum kejutan seismik yang tidak terduga di pasar mata uang menyoroti risiko trading forex oleh investor ritel. Pada tanggal 15 Januari 2015, Swiss National Bank meninggalkan Swiss franc sebesar 1,20 melawan euro yang telah ada selama tiga tahun. Akibatnya, franc Swiss melonjak sebanyak 41% terhadap euro dan 38% terhadap dolar A.S. pada hari itu.

Langkah mengejutkan tersebut menyebabkan kerugian ratusan juta dolar terhadap para peserta forex yang tak terhitung jumlahnya, dari investor ritel kecil hingga bank besar. Kerugian dalam akun trading eceran menghapus setidaknya modal tiga broker, membuat mereka bangkrut, dan mengambil FXCM, lalu broker forex ritel terbesar di Amerika Serikat, sampai batas kebangkrutan.

Inilah tujuh alasan mengapa peluang tersebut melawan trader eceran yang ingin menjadi kaya melalui forex trading.

  1. Leverage yang berlebihan: Meskipun mata uang bisa berubah-ubah, gyrations keras seperti franc Swiss tersebut tidak begitu umum. Misalnya, langkah substansial yang mengambil euro dari 1,20 ke 1,10 versus USD lebih dari seminggu masih merupakan perubahan kurang dari 10%. Saham, di sisi lain, dapat dengan mudah melakukan trading naik atau turun 20% atau lebih dalam satu hari. Tapi daya tarik trading forex terletak pada pengaruh besar yang diberikan oleh broker forex, yang dapat memperbesar keuntungan (dan kerugian).
  2. Asimetris Resiko Terhadap Reward: Trader forex berpengalaman menjaga kerugian mereka tetap kecil dan mengimbanginya dengan keuntungan yang cukup besar saat panggilan mata uang mereka terbukti benar. Kebanyakan trader eceran, bagaimanapun, melakukannya sebaliknya, menghasilkan keuntungan kecil dari sejumlah posisi namun kemudian bertahan dalam trading yang berliku-liku terlalu lama dan menimbulkan kerugian yang besar. Hal ini juga bisa mengakibatkan kehilangan investasi.
  3. Kegagalan Sistem atau Platform: Bayangkan keadaan jika Anda memiliki posisi yang besar dan tidak dapat menutup trading karena kerusakan platform atau kegagalan sistem, yang dapat berupa pemadaman listrik hingga kelebihan muatan Internet atau kerusakan komputer. Kategori ini juga akan mencakup waktu yang sangat volatile saat order seperti stop-loss tidak bekerja.
  4. Tidak Ada Tepi Informasi: Bank trading forex terbesar memiliki operasi trading besar yang terhubung ke dunia mata uang dan memiliki keunggulan informasi (misalnya, arus valas komersial dan intervensi rahasia pemerintah) yang tidak tersedia bagi trader eceran.
  5. Fluktuasi mata uang: Ingat contoh Swiss franc. Tingkat leverage yang tinggi berarti bahwa modal trading dapat habis sangat cepat selama periode volatilitas mata uang yang tidak biasa seperti yang disaksikan pada paruh pertama tahun 2015.
  6. Pasar OTC: Pasar forex adalah pasar over-the-counter yang tidak terpusat dan diatur seperti pasar berjangka. Ini berarti bahwa trading forex tidak dijamin oleh organisasi kliring, yang menimbulkan risiko counterparty.
  7. Penipuan dan Pasar Manipulasi: Ada beberapa kasus kecurangan di pasar forex, seperti Secure Investment, yang lenyap dengan lebih dari $ 1 miliar dana investor pada tahun 2014. Manipulasi pasar terhadap harga valas juga telah merajalela dan telah melibatkan beberapa saham terbesar. Pemain. Pada bulan Mei 2015, empat bank besar didenda hampir $ 6 miliar karena mencoba memanipulasi nilai tukar antara 2007 dan 2013, sehingga total denda yang dikenakan pada tujuh bank menjadi lebih dari $ 10 miliar.

Kiat Dan Kisah Trader Sukses George Angell

Sebagai mana yang kita tau, George Angell adalah seorang trader independen dan seorang penulis buku trading yang cukup laris manis. Ia telah menulis banyak sekali buku, seperti “Winning In The Future Markets: A Money-Making Guide to Trading Hedging and Speculating”, “Options and Futures”, “Sure-thing Options Trading: A Money-Making Guide to the New Listed Stock and Commodity Options Markets”, dan “Sniper Trading: Essential Short-Term Money-Making Secrets for Trading Stocks”. Kiat apa saja yang dapat dipetik dari strategi trading suksesnya? Mari kita simak artikel yang berikut ini.

 

Masuk Ke Dalam Pasar berdasarkan Volatilitas Dan Likuiditas

Bagi trader independen seperti George Angell, volatilitas dan likuiditas pasar merupakan dua buah hal yang wajib diperhatikan sebelum membuka posisi trading. Terlebih lagi, ia adalah seorang trader harian dan memiliki kebiasaan tidak pernah menahan posisi hingga hari berikutnya (overnight). Aktivitas tradingnya lebih difokuskan kepada pasar S&P futures. “Volatilitas dan likuiditas merupakan dua buah elemen penting dan harus Anda ketahui bila Anda mengambil pilihan sebagai seorang trader harian. Anda tidak bisa keluar masuk pasar seenaknya tanpa aturan, bilapun anda melakukan nya, anda akan mengalami loss pada sebagian asset yang anda miliki.” katanya.

 

George Angell

George Angell

 

Awal tahun 70-an merupakan tahun-tahun pertama George Angell tertarik untuk melakukan trading di pasar komoditi. “Saya buy komoditi gula dan kemudian harganya naik, lalu saya buy komoditi tembaga, dan tak lama harganya juga naik, sayapun memutuskan untuk melakukan buy beberapa lot lagi. Setelah kemudian harganya mulai turun, saya menelpon broker agar menutup posisi dengan order sell, dan mereka malah bertanya mau dijual kepada siapa?” kata George Angell. “Mulai saat itu, saya sadar bahwa saya harus belajar tentang dunia trading lebih dalam dan lebih banyak lagi.” tambahnya.

Awal tahun 80-an George Angell mulai masuk ke lingkungan pusat para trader saat itu, yang terletak di Chicago. Sebagai trader yang beraktifitas di bursa lokal (floor trader) pada Mid American Commodity Exchange, fokus utama tradingnya ialah komoditi emas. Saat ini George Angell melakukan trading untuk dirinya sendiri, sebagai trader yang beraktifitas di luar bursa. Dan, ia mengatakan bahwa pengalaman trading di bursa sungguh tak ternilai harganya.

“Para floor trader memiliki orientasi pada jangka yang sangat pendek. Itulah yang mengajarkan kepada saya tentang bagaimana mengenali trend, masuk ke pasar pada saat yang tepat, cara mengambil profit, dan moment yang tepat untuk meninggalkan bursa.” kata Angell. “Tetapi di bursa, Anda biasanya akan sulit untuk berkonsentrasi dengan baik. Orang-orang membicarakan tentang posisi trading mereka, dan kondisinya amat ramai. Anda hampir tak dapat berpikir dengan jernih untuk melihat kenyataan dan kondisi pasar yang sesungguhnya.” tambahnya.

Menurut George Angell, perkembangan teknologi dalam beberapa dasawarsa terakhir ini sangat mendorong kemajuan para off-floor trader (trader di luar bursa). “Floor trading akan menciptakan ‘public trader’. Public trader tidak memakai teknik scalping walau mereka terbiasa dengan trading dalam periode harian.” jelas penulis buku yang berjudul ‘Sniper Trading Workbook’ dan ‘Winning in the Futures Market’ itu.

 

 

Mengandalkan Teknikal

Dalam trading, Angell kurang mempedulikan analisa fundamental dan hampir 100% mengandalkan aspek analisa teknikal. George Angell merupakan pengguna, sekaligus pemegang hak cipta dari sistem trading LSS dan Spyglass.

“Anda membutuhkan sistem mekanis yang bisa diterapkan dengan mudah dalam trading. Tanpa itu, Anda akan kesulitan untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi di pasar.” kata Angell. Lanjutnya, “Setiap hari saya melakukan trading tanpa membaca ataupun mendengar opini para analis dan pakar. Opini-opini hanya akan membuat saya bingung. Padahal, sebenarnya pasar sendirilah yang memberi tahu kemanakah ia akan bergerak.”

Angell juga menjelaskan bahwa ia tidak memakai stop loss. “Masalahnya, stop loss akan menyebabkan kita keluar pada level yang kita perkirakan akan menjadi keadaan yang paling buruk. Saya menggunakan ‘action point’ sebagai pengganti stop loss. Artinya, bila harga pasar sudah mencapai point tersebut (sebuah level yang sudah ditentukan sebelumnya -red), saya keluar, namun saya menunggu terjadinya koreksi harga terlebih dahulu.” jelasnya.

 

Memahami Karakter Pasar Yang Sedang Ditradingkan

Dari pengalaman tradingnya, Angell berpendapat “Setiap jenis pasar memiliki karakteristiknya masing-masing. Anda harus tahu betul tentang karakteristik jenis pasar yang sedang Anda tradingkan. Di bursa, trader yang bergerak lamban tak akan trading di S&P futures. Sesama trader akan segera saling mengetahui tentang cara trade masing-masing, mana yang scalper, mana yang spreader, dan mana yang merupakan trader harian.”

Ia juga menambahkan bahwa, ia juga trading di pasar bond. “ Beberapa institusi besar saat ini trading bond. Sama seperti halnya dengan pasar forex, tak ada yang bdapat ‘menggoreng’ ataupun memanipulasi pasar bond.” katanya. Tentang pasar forex, khususnya segmentasi Euro-dollar, Angell berkomentar “likuiditas memang sangat tinggi, namun volatilitasnya kurang.”

Ketika ditanya mengapa banyak trader yang gagal, Angell mengatakan “Pertama, mereka kurang disiplin. Kedua, penerapan money management yang mereka miliki terlalu agresif. Dan yang ketiga, mereka tidak tahu betul karakteristik pasar yang sedang mereka tradingkan.”

 

Nasehatnya Entuk Para Trader Pemula

Apa nasehatnya untuk para trader pemula? “Terapkanlah management resiko dengan logis dan juga rasional. Jangan sampai berfokus pada profit, lebih fokuslah pada kondisi pasar. Bila anda sudah fokus terhadap kondisi pasar, profit akan datang dengan sendirinya.” kata George Angell.

 

Oke, itulah tadi artikel singkat kami tentang kiat dan kisah trader sukses, George, Angell. Terimakasih, Sampai jumpa.

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman