Kenalan Dengan Pedoman 3S Dalam Trading Forex

Kenalan Dengan Pedoman 3S Dalam Trading Forex – Trading forex memang bukan hal baru dalam dunia investasi. Namun kita tidak dapat memungkiri bahwa masih banyak yang tidak mengetahui tentang hal investasi ini. Jika anda adalah salah satu yang tertarik untuk masuk dalam dunia trading forex maka selain modal anda juga perlu mengasah pengetahuan seputar dunia forex itu sendiri.

Ada banyak metode belajar trading yang bisa digunakan namun tidak semua metode tersebut efektif untuk digunakan oleh trader apalagi trader pemula. Anda bisa memilih metode belajar otodidak atau memilih belajar dengan bimbingan seorang mentor. Sebenarnya tidak ada cara belajar trading terbaik diantara keduanya. Semua didasari oleh kemapuan dan keinginan masing-masing dari yang belajar. Namun, jika anda memilih belajar secara otodidak atau mandiri, akan lebih baik jika anda memilih melakukannya dengan kaidah jelas. Hal ini merujuk juga pada kenyataan bahwa jika ada kesalahan, tidak akan ada mentor yang akan mengarahkan kesalahan tersebut.

Belajar Trading Dengan Pedoman 3S

Salah satu metode belajar trading forex yang bisa anda gunakan adalah “3S”. Aturan dari prinsip 3S ini membuat yang belajar trading tidak perlu bingung harus memulai dari mana dan selanjutnya akan kemana. Steve Ward, seorang mentor trading dan pemilik High Performance Global Ltd adalah yang mengungkapkan pedoman 3S dalam belajar trading. Di mana 3S terdiri dari skill and Knowledge, strategy dan state.

  • Skill and Knowledge (Kemampuan dan Pengetahuan)

Kemampuan dan pengetahuan adalah dua komponen pertama yang musti dikembangkan dalam proses belajar. Sangat sulit menjadi seorang trader sukses jika anda belum menguasai basis pengetahuan yang diperlukan dalam trading forex. Secara logika, anda akan kesulitan mencapai skill sukses jika pengetahuan dasarnya saja masih belum paham. Maka dari itu, anda harus mengawali proses belajar dengan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang trading forex, mulai dari dasar-dasar pengetahuan untuk pemula, analisa fundamental dan teknikal, jenis-jenis strategi, psikologi dasar, platform trading dan masih banyak lagi. Semakin tinggi level kemampuan dan pengetahuan trading, maka tingkat percaya diri anda juga akan semakin tinggi.

  • Strategy (Strategi)

Tahap ini merupakan tindak lanjut dari tahap sebelumnya yaitu anda mulai dapat menerapkan skill dan kowledge yang anda pelajari sebelumnya untuk membangun strategi trading yang telah membangun strategi trading sekaligus melibatkan manajemen resiko. Jika anda ingin mengembangkan strategi lebih baik jika anda menyesuaikan dengan pemahaman yang anda miliki, kenyamanan dan gaya trading anda sendiri.

Sebagai contoh misalnya anda adalah seorang part-timer trader maka jangan membangun strategi trading yang menuntut anda untuk memantau chart sepanjang hari. Mungkin strategi awal yang anda gunakan tidak akan memiliki keistimewaan karena hanya mengikuti stratndar yang sudah ada. Namun, seiring berkembangnya pengetahuan dan pengalaman dalam bertrading, maka strategi anda akan ikut menyesuaikan dengan pendekatan pribadi, sehingga anda bisa menggunakan pengembangan trading yang anda buat sendiri dan tidak perlu mengikuti strategi yang tidak sesuai dengan kondisi anda saat ini.

  • State

Dalam belajar trading nyatanya tidak hanya pengetahuan, kemampuan serta strategi saja yang harus disiapkan. Aktivitas trading merupakan kolaborasi yang harmonis antara kondisi fisik dan mental sebagai penentu keberhasilan dari penerapan konsep sebelumnya. Jika anda hanya fokus pada tahap-tahap sebelumnya tanpa mengimbangi dengan mental anda, maka proses trading anda tidak akan sesukses jika anda mengkolaborasikan semua aspek. Bagaimanapun juga trading merupakan kesatuan aktivitas yang konsisten dan berkelanjutan. Jika kondisi fisik dan mental anda tidak mendukung, maka profit yang konsisten juga sulit untuk didapatkan.

Bagaimana sih Cara Trading Dollar Komoditas?

Bagaimana Sih Cara Trading Dollar Komoditas? – Dollar komoditas adalah jajaran mata uang dari negara yang memiliki cadangan komoditas yang berlimpah. Dollar komoditas selalu dikaitkan dengan Dollar Kanada, Dollar Australia dan Dollar Selandia Baru. Negara tersebut memiliki mata uang yang memiliki keterkaitan dengan pergerakan harga komoditas global. Kegiatan perdagangan dari 3 mata uang tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas ekspor komoditas terkait. Hal ini mengakibatkan secara tidak langsung pergerakan harga ditentukan oleh pergerakan komoditas di pasar Internasional.

Sayangnya, tidak semua negara penghasil komoditas seperti Arab Saudi dan Afrika Selatan masuk dalam Dollar komoditas. Secara teknis mata uang beberapa negara berkembang seperti Indonesia dengan limpahan komoditas masuk dalam mata uang komoditas. Namun, mereka masih belum masuk kriteria Dollar komoditas yang diperdagangkan secara luas di forex karena perdagangan komoditasnya masih diregulasi oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan tidak semua trader dapat mengakses pertukaran mata uang negara tersebut. Kualifikasi untuk mata uang komoditas antara lain:

  1. Cadangan komoditas yang melimpah
  2. Ekspor sumber daya alam yang lebih besar dari ekspor lainnya
  3. Likuiditas yang tinggi
  4. Nilai tukar yang tidak diregulasi oleh pihak tertentu

Inilah mengapa mata uang Dollar Kanada, Dollar Australia dan Dollar Selandia Baru menjadi mata uang komoditas, karena ketiganya telah mampu memenuhi 4 kualifikasi sebagai mata uang komoditas tersebut.

Trading Dengan Mata Uang Komoditas

Sebagai seorang trader anda harus dapat membaca peluang dimanapun peluang tersebut muncul, termasuk jika harus trading dengan mata uang Dollar komoditas. Oleh sebabnya anda perlu mengetahui aspek penting penggerak pasar komoditi ini agar keuntungan trading yang didapatkan semakin besar.

Hal yang perlu diketahui adalah liquiditas Dollar komoditas relatif lebih kecil dari mata uang raksasa seperti EUR/USD, GBP/USD dan USD/JPY. Ini menandakan dalam kondisi pasar normal range pergerakan pasar komoditas lebih kecil dari mata uang raksasa tersebut. Kendati demikian, tidak berarti pair mata uang komoditas tidak menguntungkan. Jika kita bisa mendapatkan moment yang tepat maka keuntungan besar dapat diperoleh dari pergerakan dollar komoditas ini. Apalagi jika trader mampu memperluas jenis-jenis pair sehingga memperbesar peluang trading yang dapat ditemukan. Selebihnya, anda hanya perlu mempertajam akurasi sinyal trading Dollar komoditas dengan analisa teknikal.

Cara Trading Dollar Komoditas

Peraturan utama yang perlu anda ketahui adalah nilai tukar Dollar komoditas berbanding lurus dengan pergerakan harga komoditas dari negara yang memiliki hubungan dengan pasar global. Seperti misalnya ketika harga minyak mentah menurun maka nilai tukar mata uang negara pengekspor komoditas juga akan akan mengalami kontraksi. Cara trading dengan mata uang komoditas antara lain:

Pertama, pilih salah satu dari 3 mata uang komoditas yaitu Dollar Australia (AUD), Dollar Kanada (CAD) atau Dollar Selandia baru (NZD). Anda bisa memilih dengan pertimbangan mana komoditas yang anda minati. Jika anda menyukai emas, maka pilihlah AUD/USD. Sebaliknya, jika anda tertarik dengan komoditas minyak mentah dunia ketika harganya tinggi, maka pilhlah USD/CAD. Kemudian jika anda tertarik dengan yang berhubungan dengan ekspor/import daging dan memang sedang bagus di pasar, maka pilihlah NZD/USD.

Kedua, perhatikan sifat korelasi antara Dollar komoditas yang diminati dengan pergerakan harga komoditas. Jika korelasinya dinyatakan positif berarti arah gerakannya relatif searah. Sedangkan jika korelasinya negatif misalnya EUR/CAD dengan indeks WTI Crude, maka pergerakannya akan relatif bertentangan.

Ketiga, gunakan chart komoditas sebagai referensi untuk mebuka posisi si pair tujuan. Jadi, misalnya ketika harga minyak mentah WTI Crude jatuh menembus level support pada garis penting seperti Simple Moving Average periode 100 hari, maka trader harus mengawasi peluang sell pada pair-pair CAD. Siapa tahu pair CAD menunjukkan konfirmasi sinyal Bearish sehingga inilah momentum yang tepat untuk anda mempersiapkan Short position.

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex – Salah satu kunci kesuksesan trader adalah percaya diri. Kepercayaan ini akan menjadi sumber keberanian trader dalam melakukan trading, bukan hanya keberanian dalam membuka posisi saja, namun juga keberanian dalam mengambil keputusan menunggu sekalipun. Ketika anda masuk dalam trading, anda bisa menganggap bahwa pasar adalah lawan anda.

Jika anda ingin menang melawan paar, maka anda perlu memiliki kekuatan dan rasa percaya diri yang tinggi. Tingkat percaya diri yang rendah memiliki dampak yang serius dalam trading. Akan muncul keraguan ketika hendak entry atau exit, merasa gelisah dengan hasil yang akan didapatkan hingga stres akibat tekanan mental yang berkepanjangan. Jika sudah begini maka keuntungan jangka panjang akan sulit didapatkan.

Bentuk rasa percaya diri juga masih dibagi 2 yaitu rasa percaya diri yang salah dan rasa percaya diri yang sesungguhnya. Rasa percaya diri yang salah sangat mudah didapatkan. Rasa percaya diri ini biasanya muncul ketika trader masuk pasar dan mendapatkan profit. Hal ini akan membuat trader merasa menjadi pakar forex dalam sekejab. Akibatnya trader akan melakukan trading tanpa strategi yang matang karena terburu-buru.

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex

Percaya diri ini akan hilang ketika trader mengalami kerugian lebih banyak dari pada untung yang diperoleh. Profit yang didapatkan oleh trader dengan tingkat kepercayaan diri yang salah merupakan hasil dari keberuntungan, bukan karena kemampuan dan kebiasaan trading yang dilakukan dengan disiplin. Berikut ini ada beberapa cara memupuk rasa percaya diri saat trading forex:

  1. Kerugian Merupakan Bagian Dari Usaha

Kita sering melihat seseorang cenderung mengekspresikan emosinya secara berlebihan ketika mengalami kerugian seolah seluruh usahanya untuk bertrading telah sia-sia sehingga membuatnya menyerah. Padahal kerugian adalah 1 dari 2 resiko yang pasti ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Kerugian akan mengajarkan bahwa bisnis yang dijalankan membutuhkan perhatian yang lebih serius.

  1. Kesalahan Juga Bagian Dari Trading

Sama seperti dengan kerugian, kesalahan juga merupakan bagian dari usaha dalam bertrading. Kita ibaratkan proses dalam bertrading sama dengan proses seorang anak-anak belajar berjalan. Balita memulai caranya berjalan yang dimulai dengan cara merangkak lalu perlahan ia mengangkat berat tubuhnya dan kemudian baru berdiri. Sebelum sampai pada step berdiri, balita akan terjatuh, terpeleset dan mengalami rintangan-rintangan lainnya. Itulah yang terjadi ketika seseorang bertrading. Ia akan mengalami yang namanya “jatuh” sebelum bisa sukses berjalan sendiri.

  1. Bahkan Investor Terbaik Dunia Juga Mengalami Kerugian

Seorang Warret Buffett adalah investor kelas dunia sekalipun akan mengalami kesalahan dalam karir invetasinya. Ia memborong saham migas ConocoPhilips senilai 7 miliar dollar pada tahun 2008 sebelum akhirnya ia menjual semua saham perusahaan tersebut dengan kerugian 2.6 miliar dollar. Kesalahan ini diakui Buffett karena ia kurang mengantisipasi kondisi makro.

  1. Rencanakan Trading Anda Maka Trading Anda Akan Terencana

Trading tidak dapat dilakukan dengan asal seperti melakukan taruhan semata, trading harus dilakukan dengan strategi yang matang. Banyak orang yang terobsesi dengan gagasan untuk melipatgandakan keuntungan dan masuk dalam pasar trading dengan semangat pertaruhan. Mereka cenderung melihat ke atas dan memilih leverage besar untuk membuktikan bahwa ia seolah trader profesional. Jika seseorang menempatkan trading dengan besaran relatif kecil dibandingkan ukuran akun misalnya yang kurang dari 0,5%, tentu trading yang dilakukan akan lebih mudah. Hal ini karena resiko kerugian besar tidak akan menjadi masalah dan tidak akan melumpuhkan proses pengambilan keputusan.

  1. Tidak Perlu Menjadi Kaya Dengan Terburu-Buru

Salah satu penyakit dari seorang trader adalah terobsesi dengan kepuasan yang cepat dan segera. Padahal dalam dunia investasi hal ini tidak tepat jika diterapkan. Biasanya investor yang terburu-buru akan meraih beberapa keuntungan namun kemudian mendapatkan kerugian yang lebih besar dari keuntungan sebelumnya. Ini merupakan proses sebelum mendapatkan keuntungan. Inilah mengapa trader tidak bisa menerapkan konsep “kaya dengan tergesa” dalam trading forex.

Anda siap memupuk rasa percaya diri untuk trading yang akan datang?

Kenapa Sering Trading Tidak Menjamin Profit Konsisten?

Kenapa Sering Trading Tidak Menjamin Profit Konsisten? – Dalam forex, bukan hanya kuantitas open trade saja yang diutamakan, melainkan juga perlu adanya kualitas trade. Sering melakukan open trade tanpa melakukan analisis yang tepat tidak akan mengantarkan trader pada posisi profit yang tinggi, namun bisa sebaliknya. Terlalu sering open trade akan membuat beban biaya trading semakin membengkak bahkan bisa menggangu mental emosional trader itu sendiri.

Ilustrasi Trading

Pada dasarnya ketika trader membuka posisi trading maka modal sebagai jaminan yang kita miliki akan terekspos. Dari seluruh proses trading ini hanya ada dua kemungkinan bagi setiap posisi trading yaitu mendapatkan keuntungan dari akumulasi poin positif atau merugi karena akumulasi poin negatif.

Perhatikan ilustrasi dibawah ini!

Tuan Kong membuka lima posisi trading pada beberapa pair mayor setiap hari selama seminggu. Tuan Kong mengabaikan posisi yang berjalan tanpa Stop Loss sama sekali. Analoginya, modal awal Tuan Kong adalah 1.000 dollar di akun mini dengan Win Rate 60% dan Leverage maksimalnya 1:200.

Berdasarkan Win Rate, sekilas Tuan Kong seharusnya memperoleh keuntungan. Akan tetapi ketika ditelusuri, setelah 1 minggu trading yang dilakukan oleh Tuan Kong malah menghasilkan kerugian dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah posisi ditutup : 25 posisi (Tuan Kong tidak trading pada hari Sabtu dan Minggu)

Posisi untung dengan jumlah :15 posisi hasil dari 60% jumlah posisi yang ditutup.

Jumlah posisi rugi : 10 posisi hasil dari 40% jumlah posisi yang ditutup.

Gross profit : 150 pip (Rata-rata keuntungan perposisi kisaran 10 pip).

Akibat Tuan Kong yang tidak pernah menggunakan Stop Loss, maka rata-rata kerugian Gross profit dengan perposisi 20 pip adalah 200 pip.

Perhitungan diatas menunjukkan setelah satu minggu melakukan daily trading maka Tuan Kong rugi 50 pip atau setara dengan 50 dollar dan belum diakumulasikan dengan beban biaya trading. Intinya, semakin besar pembukaan posisi maka semakain besar pula beban resiko tradingnya. Dari ilustrasi tersebut jelas jika sering trading tidak akan menjamin raihan profit konsisten bukan?

Tidak hanya sampai disitu saja, jika anda sering trading walaupun dengan Win Rate yang besar namun beberapa hal yang menciptakan kerugian berikut dapat anda alami juga.

  1. Munculnya Potensi Stres

Sudah sewajarnya jika seorang trader membuka posisi trading, ia akan ditempa kecemasan akibat keputusan yang telah diambil. Jika satu trading saja sudah membuat cemas, lantas apa yang terjadi dengan mereka yang sering membuka posisi trading? Tentu cemas yang dialami muncul beberapa kali lipat dari trader yang jarang tersebut. Cemas yang berlebihan bisa mengakibatkan munculnya potensi stres. Waktu anda juga akan habis terbuang karena sering mengecek chart untuk memastikan posisi anda aman. Alhasil, trader akan terjerumus dalam praktik Overtrading karena ingin terus membalas posisi rugi. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka bisa saja trader mengalami depresi.

  1. Menghambat Profit Konsisten

Jika tujuan anda adalah mendapatkan profit yang konsisten, sering trading bukanlah cara yang tepat. Profit konsisten justru akan muncul jika trader sabar demi keuntungan besar dari posisi trading strategis yang ada. Anda harus sabar menunggu sinyal konfirmasi dengan akurasi tinggi sebelum open posisi. Anda hanya perlu melakukan market order setelah harga berada pada level tertentu sesuai dengan sinyal konfirmasi tersebut.

Saat ini anda sudah tahu jika sering trading akan berakibat buruk, bukan hanya pada aset yang anda miliki namun juga diri trader sendiri. Namun jika anda adalah salah satu trader yang telah mempraktekkan kegiatan trading dengan intensitas yang rapat ini berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan sering trading tersebut.

  • Ubah cara fikir anda, dari yang tadinya meyakini sering trading maka profit besar menjadi profit konsisten bukan berasal dari banyaknya open posisi.
  • Kurangi keinginan open posisi baru sebelum mencapai profit target atau terkena Stop Loss.
  • Gunakan analisis Money Management untuk mengatur setiap posisi.

Mengapa Ada Istilah Mata Uang Populer Dalam Trading Forex?

Mengapa Ada Istilah Mata Uang Populer Dalam Trading Forex? – Banyak orang yang akhir-akhir ini terjun ke dalam dunia forex. Bukan hanya sebagai trader, namun ada yang menjadi Investor, Pialang, Dealer, Exchanger dan banyak lagi. Mata uang yang menjadi pemeran utama dalam forex menjadi topik perbincangan yang tidak dapat dihindari setiap harinya.

Mata Uang Populer Dalam Trading Forex

Kendati sering diperbincangkan, tidak semua orang mengerti tentang mata uang yang ditransaksikan. Padahal ketidaktahuan tersebut bisa menjadi sumber resiko anda dalam bertrading. Bayangkan jika anda yang menjadikan mata uang sebagai alat trading utama malah tidak mengetahui mata uang itu sendiri. Resiko anda dalam bertrading tentu akan semakin besar. Agar anda lebih mengetahui tentang istilah mata uang yang muncul dalam forex, berikut akan kita bahasa satu per satu.

  • USD (Buck atau Greenback)

United States Dollar atau Dollar Amerika ini memiliki julukan Buck atau Greenback. Kata Dollar merujuk pada nama koin perak besar di Eropa. Sebagian besar warga Eropa menggunakannya untuk bertransaksi, bahkan Inggris sekalipun. Setelah Amerika yang mayoritas penduduknya adalah orang Inggris mendeklarasikan kemerdekaan, mereka kemudian menetapkan bahwa Dollar adalah mata uang resmi negara tersebut.

Istilah Buck dan Greenback sendiri muncul dari kata “Buck” yang berarti kulit Rusa. Hal ini karena jaman dahulu benua Amerika memiliki komoditas kulit Rusa dan sejenisnya yang tergolong memiliki harga tinggi dan sangat mewah. Saat ini orang Amerika juga menganggap mata uang sebagai barang berharga sehingga Dollar pun disebut sebagai “Buck”. Sedangkan Greenback merupakan mata uang kertas yang dicetak hijau pada salah satu sisinya yang diterbitkan oleh Amerika ketika terjadi Perang Saudara pada kisaran tahun 1861-1865. Greenback ini pada awal kemunculannya tidak didukung oleh jumlah emas dan perak yang dimiliki oleh pemerintah Amerika. Greenback dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas dari pemerintah Amerika.

  • EUR (Fiber atau Fibre)

EUR atau Euro memiliki julukan dari bahasa slang yaitu Fiber atau Fibre. Mata uang ini dirilis pada tahun 1999 sebagai hasil dari kesepakatan bersama beberapa negara Uni Eropa. Nama Fiber atau Fibre berasal dari bahan pembuatnya yang 100% dari Cotton Fibre yang tidak mudah rusak dan tahan lama. Istilah Fibre memang tidak populer dikalangan Bank atau institusi besar lainnya. Namun nama ini cukup populer dikalangan Retail Trader.

  • AUD (Aussie)

Dollar Australia memiliki julukan Aussie. Julukan ini merujuk pada sebutan bagi orang-orang yang berasal dari benua Australia. Pemberian julukan ini bertujuan membedakan Australia Dollar dengan mata uang Dollar lainnya.

  • NZD (Kiwi)

Dollar New Zealand diberi julukan Kiwi karena burung ini banyak hidup disana. Burung Kiwi menjadi lambang negara hingga mata uangnya juga mendapat julukan serupa. Gambar burung Kiwi terdapat pada pecahan koin 1 dollar NZD.

  • CAD (Loonie)

Dollar Canada mendapat julukan Loonie yang merupakan nama salah satu jenis burung yang hidup di Kanada. Ikon Loonie dapat ditemukan dalam pecahan 1 dollar CAD. Loonie tidak memiliki pecahan 1 dollar dalam bentuk kertas dan pecahan yang terendah adalah 5 dollar.

  • CHF (Swissy)

Confoederation Helvetica Franc memiliki julukan Swissy yang populer dikalangan orang-orang Swiss. Swissy resmi diberlakukan sejak bulan Mei 1850. Perdagangan USD/CHF meliputi 5% dari volume transaksi forex global. Hal ini berati USD/CHF berada dalam peringkat ke lima mata uang populer setelah EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD dan AUD/USD.

  • GBP (Sterling/Cable)

Julukan Sterling merupakan logam campuran dalam pembuatan uang koin Inggris yang lebih awet dan tahan lama bahkan jika dibandingkan dengan perak 100%. Sedangkan julukan Cable muncul karena seringnya transaksi dengan Dollar Amerika yang dilakukan oleh Cable Dealer yang saat itu menjabat sebagai broker. Cable sangat familiar baik dari kalangan Retail Trader maupun kalangan Hedge Fund. Walau sudah umum diperdagangkan namun banyak hal yang perlu dicermati tentang perdagangan mata uang ini.

Tips Membaca Candlestick Dalam Trading Forex

Tips Membaca Candlestick Dalam Trading Forex  – Membaca chart adalah salah satu analisa teknikal yang perlu dilakukan dalam trading forex. Melalui analisa teknikal candlestick, kita dapat memperoleh prediksi candlestick yang akan terbentuk selanjutnya akan naik atau turun. Hal ini akan menjadi sumber kita untuk mengambil langkah selanjutnya baik itu buy maupun sell.

Candlestick sebenarnya terjadi karena adanya tekanan penjualan dan dorongan pembelian.  Perbedaan doronganan dan tekanan yang kemudian menyebabkan bentuk dari candlestic berbeda satu sama lainnya. Candlestick terjadi ketika:

Kondisi 1 : Ketika ada banyak pembeli yang melakukan pembelian mengakibatkan harga market semakin meningkat sehingga pada akhir periode market akan ditutup dengan posisi diatas harga pembukuan. Kondisi ini akan menghasilkan candlestick naik. Besarnya dorongan beli bisa diukur dengan melihat pergerakan market dari low sampai close. Semakin besar dorongannya maka akan semakin besar body candle yang terbentuk sehingga body candle naik akan mendominasi pembelian.

Kondisi 2 : Market akan sangat menurun ketika banyak trader yang melakukan penjualan. Pada akhir periode biasanya nilai penutup market berada di bawah harga pembukuan. Kondisi ini akan menyebabkan cendlestick menurun. Ketika candle turun tekanan penjualan diukur mulai dari high sampai close. Semakin besarnya penjualan maka semakin membentuk body candle turun yang panjang akibat harga yang semakin jatuh.

Tips membaca candlestick dalam trading forex

Jika anda benar-benar ingin menggunakan candlestick sebagai andalan dalam mendapatkan profit atau keuntungan yang konsisten seperti para trader profesional, maka sebaiknya anda memperhatikan beberapa tips trading berikut ini.

  • Tips membaca candlestick dalam trading forexPerlawanan

Ketika harga menguasai pasar maka candle akan bergerak ke arah yang sama. Contohnya ketika pembeli menguasai pasar maka candle akan bergerak bullish. Selama tidak ada perlawanan dari penjual maka bentuk candle akan mengikuti candle berikutnya. Ketika trader merasa bahwa pasar terlah terlampau tinggi atau mengalami overbought maka penjual dapat melawan yang aksinya masuk dalam ketegori profit taking.

  • Tips membaca candlestick dalam trading forexPercepatan candlestick

Antusias pasar akan terlihat ketika body candlestick lebih besar dari candlestick sebelumnya. Jadi, misalnya pada saat trader forex membuka posisi maka akan menjadi kekuatan dengan arah trend yang kuat. Bahkan jika ada perlawanan kita sanggup memperkirakan candlestick akan semakin besar dengan arah trend yang sama dengan sebelumnya.

  • Tips membaca candlestick dalam trading forexPerlambatan candlestick

Perlambatan candlestick merupakan kebalikan dari antusiasme akibat keraguan dari trader untuk open posisi dan menyebabkan pasar melambat. Keraguan ini muncul akibat banyak trader yang memikirkan trend pasar tidak jelas. Seandainya tidak ada trader yang open posisi perdagangan maka pasar akan bergerak lambat. Dalam keadaan ini kita harus siap membuka posisis perdagangan yang berlawanan arah agar sell dan buy tidak diambil alih oleh pasar.

  • Tips membaca candlestick dalam trading forexPercobaan candlestick yang berbalik arah

Ketika terjadi overbough atau oversold terdapat beberapa trader yang berusaha mengakhiri trend atau merubah arah trend. Usaha ini akan diawali dengan tes market sebelum arah trend benar-benar berubah. Posisi ini akan ditandai dengan arah trend yang berlawanan. Kondisi ini akan membangun sebuah candlestick pada arah trend yang berlawanan yang pada akhir periode harga pasar akan menarik kembali dekat kearah trend pasar. Hal ini akan menjadi sinyal pembalikan arah yang harus diwaspadai oleh trader untuk membuka posisi perdagangan kearah sebaliknya.

  • Tips membaca candlestick dalam trading forexDivergensi candlestick

Divergensi candlestick akan berjalan ketika ada trader yang ingin mendapatakan harga yang baik ketika mereka sudah mengetahui bahwasannya pasar akan berbalik arah. Keadaan ini dapat dilihat dengan alat bantu indikator teknikal. Kesimpulannya indikator teknikal akan menjadi penunjuk potensi divergensi sehingga posisi baru dalam arah yang berlawanan dengan harga trend dapat dibuka.

Alasan Sistem Trading Belum Bisa Profit Secara Konsisten

Alasan Sistem Trading Belum Bisa Profit Secara Konsisten – Target trading tentu saja adalah profit. Jika profit sudah didapatkan maka bisa dikatakan anda berhasil dalam melakukan trading dengan sistem yang anda miliki. Keberhasilan pada trading sebelumnya membuat trader “ketagihan” untuk melakukan trading terus-menerus. Namun ditengah trading yang dilakukan kadang kala kita akan menemui yang namanya kegagalan atau loss. Bahkan loss ini bisa terjadi lebih dari satu kali atau jumlah loss lebih banyak dari jumlah profit yang kita dapatkan. Jika sudah begini berarti anda berada dalam kondisi profit yang tidak konsisten.

Penyebab Profit Tidak Konsisten

Profit yang tidak konsisten dapat terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya adalah trader yang tidak melakukan evaluasi terhadap trading yang dilakukan selama ini. Bayangkan saja jika seorang trader pemula tidak memiliki laporan evaluasi kegiatan untuk mengetahui alasan kegagalan atau munculnya resiko lain dalam tradingnya. Trader yang hanya menduga-duga tanpa mengevaluasi secara lanngsung sistemnya tidak akan menemukan titik terang dari permasalah yang didapat. Berpindah-pindah dari sistem trading satu ke sistem trading lainnya juga bukan merupakan solusi yang tepat. Tujuan utama evaluasi sebenarnya adalah untuk mengetahui letak kelebihan dan kekurangan sistem trading.

Manfaat evaluasi sistem trading

Sama halnya dengan siswa yang membutuhkan raport sebagai laporan dan juga bahan evaluasi di akhir pembelajaran, trading juga membutuhkan evaluasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi hal-hal yang terjadi selama trading. Keuntungan lain yang didapatkan trader ketika melakukan evaluasi yaitu antara lain:

  1. Memperbaiki titik lemah sistem trading

Kesalahan eksekusi bisa menjadi salah satu bahan evaluasi yang baik. Hal ini dikarenakan kesalahan eksekusi yang sering terjadi. Evaluasi dapat memberikan peringatan misalnya kapan tepatnya pasangan mata uang mengalami kerugian. Jika evaluasi ini sudah dilakukan maka anda bisa menghindari kemungkinan hal ini terjadi lagi di masa depan sehingga resiko profit tidak konsisten akan dapat dihindari.

  1. Mengetahui kondisi pasar dan pair yang menguntungkan

Sebelumnya kita telah membahas evaluasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kapan keadaan pasar menguntungkan. Selain itu menunjukan waktunya, evaluasi juga dapat membantu mengetahui pasangan mata uang apa saja yang menghasilkan profit bagi sistem trading. Sehingga dikemudian hari sistem trading ini dapat secara konsisten mengulangi keberhasilan pada situasi yang lebih spesifik.

  1. Memprediksi target profit dan resiko terburuk

Ini adalah poin penting dari hasil evaluasi. Kita tentu tidak dapat menghilangkan resiko sama sekali dan ingin terus-menerus memperoleh profit. Inilah mengapa saat melakukan open posisi kita harus menghitung berapa besar resiko yang ditanggung untuk meraih profit yang ditargetkan. Jika prediksi target profit dan resiko telah dilakukan maka sistem trading memiliki kemungkinan besar memperoleh profit secara konsisten.

Memaksimalkan profit dengan rumus Psikologi Trading

Percobaan dengan menggunakan akun demo merupakan salah satu cara konvensional untuk mengevaluasi sistem trading. Akan tetapi akun demo tidak selalu dapat mewakili kondisi trading pada akun Live karena kinerja sistem trading dari akun demo tidak dapat di terapkan sama persis dengan akun Live. Padahal jika mengetes sistem trading di akun Live akan ada kemungkinan resiko kerugian yang riil.

Lalu bagaimana cara mengevaluasi akun Live tanpa harus menanggung resiko riil yang mungkin lebih besar? Jawabannya adalah dengan belajar menghitung dengan rumus Psikologi Trading dari sistem yang sudah dikembangkan oleh trader profesional.

Trader profesional memiliki formulasi yang dikembangkan dari hasil evaluasi trading yang mereka lakukan sebelumnya. Cakupan rumus trading tersebut salah satunya dapat mengatur besar Lot pada posisi setiap akun berdasarkan modalnya. Ketika menggunakan rumus tersebut, trader profesional akan jauh lebih unggul dari trader retail karena telah menyiapkan setidaknya 3 planning untuk masing-masing posisi trading. Trader profesional dapat mempersiapkan diri dengan langkah prosedural yang terhitung pasti sehingga tidak ada tekanan emosi negatif dalam segala macam kondisi pasar. Rumus inilah yang disebut dengan psikologi pasar.

Ingin Sukses Memasang Pending Order? Cek Disini!

Ingin Sukses Memasang Pending Order? Cek Disini! – Selain memiliki strategi trading yang menjadikan profit sebagai target utama, forex juga memiliki alternatif trading yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebut saja strategi hedging. Hedging digunakan sebagai strategi alternatif yang digunakan untuk mengatasi loss yang besar. Jadi, jika anda memang tidak dalam keadaan yang sesuai dengan fungsi hedging, maka anda tidak perlu menggunakannya.

Selain hedging, ternyata Pending Order juga menjadi salah satu strategi alternatif dalam platform trading yang tidak boleh diremehkan begitu saja. Pending order memiliki fungsi sebagai pengatur open posisi dengan cara yang lebih baik. Jika posisi akan langsung tereksekusi ketika menekan tombol sell atau buy, maka dengan pending order posisi hanya akan tereksekusi ketika harga telah menyentuh level yang ditargetkan. Pending order membuat trader memiliki ruang yang lebih banyak untuk berada di posisi yang lebih strategis.

Agar anda paham dengan kronologi terjadinya pending order, berikut contoh ilustrasinya.

Saat ini EUR/USD berada pada level 1.22515 dan didominasi sentimen bearish. Tuan Kit yang akan membuka posisi sell ragu karena belum ada konfirmasi open dari sistem trading. Konfirmasi sell ini akan muncul setelah harga menembus level support 1.22510. Tuan Kit merasa sell pada harga 1.22515 akan beresiko karena belum ada konfirmasi padahal ia harus segera menutup chart agar dapat melakukan transaksi selanjutnya.

Agar tidak ketinggalan momen, Tuan Kit memanfaatkan Pending Order dan memasang level target open pada level 1.22510. Langkah ini diambil agar Tuan Kit tidak terburu-buru untuk open posisi pada area yang dirasa kurang strategis tanpa perlu berkali-kali mengamati chart untuk mendapatkan momen harga menyentuh level target yang dibuat oleh Tuan Kit sebelumnya.

Kunci Sukses Memasang Pending Order

Ada 4 jenis pending order dalam trading yang bisa anda gunakan sesuai dengan kebutuhan trading.

  • Buy Stop

Buy stop yaitu dengan memesan open posisi buy pada harga tertentu yang lebih tinggi dari harga sekarang. Jadi ketika grafik mencapai harga yang ditentukan maka grafik tersebut akan naik lebih tinggi menuju profit yang diharapkan sebelumnya.

  • Sell stop

Sell stop adalah kebalikan dari buy stop dimana trader memesan untuk open posisi pada harga tertentu yang lebih rendah dari harga sekarang. Jadi ketika grafik menyentuh harga level yang ditentukan maka grafik harga akan terus meluncur turun dan posisi sell akan menghasilkan profit.

  • Buy limit

Buy limit yaitu order open posisi pada harga dibawah harga yang sedang berjalan. Harapannya grafik bergerak turun dan menyentuh harga yang kita tentukan. Grafik ini akan berbalik arah dan berhasil membuka posisi buy dengan harga yang sangat rendah.

  • Sell limit

Sell limit sederhanya diartikan sebagai kondisi memesan open posisi sell ketika harga mencapai level yang lebih tinggi dari harga sekarang. Alasan trader membuka posisi ini adalah perkiraan bahwa setelah menyentuh level tertentu harga akan balik arah turun hingga posisi sell menghasilkan profit.

Meminimalisir Resiko Pending Order

Tidak bisa dipungkiri jika melakukan pending order juga memiliki resiko. Agar resiko pending order dapat diminimalisir maka berikut beberapa hal yang perlu dilakukan.

  1. Memahami jenis pending order

Trader perlu menentukan suatu level yang menjadi terget sebelum memasang pending order. Target tersebut bisa diatas atau di bawah harga yang sedang berlaku, tergantung jenis pending ordernya.

  1. Memanfaatkan pending order sebagai pendukung strategi trading

Salah satu kunci sukses trading adalah mengetahui metode yang sesuai dengan gaya anda dan memaksimalkannya. Maka ketika anda menggunakan pending order maksimalkan fungsinya denga strategi reversal dan break out. Jangan lupa bahwa stop order adalah penunjang strategi break out, sedangkan limit order merupakan pelengkap strategi reversal.

  1. Mengawasi batasan stop level

Stop level diartikan sebagai jarak minimum yang digunakan untuk mengukur selisih harga saat ini dengan target pending order. Batas dari stop level ini ditentukan oleh broker dan memiliki perbedaan pada setiap pairnya. Pada platform MetaTrader biasanya stop loss berada di bawah window order. Semakin besar range pergerakan suatu pair maka semakin tinggi pula standar stop level yang ditetapkan. Berhati-hatilah agar anda tidak salah memasukkan target harga yang melanggar batas stop level karena bisa menyebabkan proses pending order dinyatakan invalid.

 

Ini Kesalahan Trader Harian Yang Harus Anda Tahu

Ini Kesalahan Trader Harian Yang Harus Anda Tahu – Manusia tak luput dari kesalahan. Istilah ini sering kali kita dengar manakala seseorang melakukan kesalahan, baik dalam hal pekerjaan atau aktivitas sehari-hari lainnya. Seperti halnya pekerjaan lain, seorang trader dalam trading forex juga sering melakukan kesalahan dalam menentukan trading. Kesalahan ini sering kali terjadi pada trader harian.

Mengapa Demikian?

Seorang trader harian biasanya akan menutup dan membuka posisi trading harian pada hari yang sama. Kemudian, mereka juga akan cenderung membuka banyak posisi pada berbagai pasang mata uang dengan mengandalkan sinyal trading dari beberapa indikatir teknika, seperti price action, serta rilis berita fundamental. Time frame trading yang digunakan pun tidak memiliki jangka yang cukup lama, yakni antara 15 menit hingga satu jam saja. Trading harian seperti ini tentu akan terasa mudah bagi trader berpengalaman, namun akan terasa sulit bagi jika diterapkan oleh trader pemula yang belum memiliki banyak pengalaman. Bahkan tak jarang, trader pemula yang menerapkan cara ini banyak mengalami kesalahan dan menyebabkan kerugian.

Berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan trader harian, yakni :

  1. Averaging Down

Averaging down merupakan kondisi yang sering dialami trader harian. Mereka seringkali terjebak pada kondisi ini, kemudian membuka posisi yang sama dengan posisi sebelumnya, yang bahkan mengalami loss. Kondisi seperti ini memang seringkali tidak direncanakan, namun mengingat target profit harian telah ditentukan mau tidak mau trader tetap melakukannya.

Bagi trader pemula, hal-hal seperti ini benar-benar harus dipertimbangkan sebelumnya. Terlebih averaging down yang tidak terencana bisa menimbulkan kerugian. trader harus memperhitungkan biaya yang digunakan untuk menutup kerugian yang nantinya terjadi. Untuk menghindari kesalahan ini, pastikan anda bekerja berdasarkan manajemen risiko yang telah disepakati sebelumnya.

  1. Trapping Position Menjelang Berita Fundamental Rilis

Trapping position (jebakan posisi) biasanya dilakukan bersamaan dengan pending order buy stop, sell stop, menjelang waktu rilis berita fundamental yang diperkirakan dapat menyebabkan volatilitas tinggi. Untuk menghidari perkiraan ini (volatilitas tinggi), biasanya trader akan mulai menentukan target profit pada masing-masing posisi.

Awalnya, strategi seperti ini cukup berhasil diterapkan, namun belakangan ini sering gagal karena nilai volatilitas yang diharapkan terlalu inggi. Jika trader harian terus menerus percaya dengan strategi ini, maka bisa jadi menimbulkan terjadinya slippage (lonjakan harga). Jika hal ini terjadi, trader akan mendapatkan harga yang jauh lebih tinggi dari pending order buy atau lebih rendah dari pending order sell, serta spread yang bertambah besar jika volatilitas terus meningkat.

  1. Segera Membuka Posisi Setelah Berita Fundamental Rilis

Berlanjut dari kodisi sebelumya (gagal trapping), nyatanya banyak trader yang melakukan entry pada saat volatilitas sedang tinggi. Perlu dipahami jika melakukan entry pada saat volatilitas tinggi sangatlah berbahaya, karena bisa saja menimbulkan slippage kedua. Akan lebih baik jika trader menunggu selama sekitar 30 menit setelah rilis berita, baru melakukan entry.

  1. Penetapan Risiko Per Trade Terlalu Besar

Perlu diperhatikan jika penetapan risiko trade besar tidak akan memeberikan profit yang besar pula. Banyak trader beranggapan seperti ini, padahal sebenarnya anggapan tersebut salah besar. Akan lebih baik jika penetapan resiko perhari berada pada nilai tidak lebih dari 2% dari account trading.

  1. Menetapkan Profit Pada Nilai Yang Kurang Realistis

Hampir sama dengan poin sebelumnya, trader harian juga sering menentukan risk atau reward ratio yang terlalu tinggi untuk mengejar target profit. Jika anda sala satu yang sering melakukan hal ini, perhatikan karena time frame yang rendah (dibawah 4 jam) akan cenderung noise, sehingga berhati-hatilah ketika menentukan risk atau reward ratio.

Yuk Ketahui Bedanya Metatrader Asli Dan Metatrader Palsu

Yuk Ketahui Bedanya Metatrader Asli Dan Metatrader Palsu – Metatrader merupakan sebuah aplikasi atau software yang sering digunakan trader untuk mengakses sistem broker forex secara online. Metatrader dapat membantu trader melakukan trading forex secara mudah, cepat, serta fasilitas canggih untuk analisa. Saat ini aplikasi ini digunakan oleh hampir seluruh trader di dunia. Terlebih metatrader memiliki kelebihan karena dilengkapi fasilitas membuat script khusus untuk keperluan trading, serta beberapa kelebihan lain.

Membedakan Metatrader Asli dan Metatrader Palsu

Melihat banyaknya manfaat dan kemudahan yang diberikan metatrader, anda tentu harus berhati-hati, sebab saat ini ternyata banyak bermunculan metatrader palsu. MT4 palsu atau Metatrader4 palsu beberapa waktu lalu sempat marak di China tepatnya di kota Tiongkok. Platform ini memang menjadi trading paling populer dan banyak digunakan, namun ketika beberapa trader melapor telah kehilangan uang dalam akunnya tentu banyak trader menjadi cemas. Kejadian ini terjadi ketika ada seorang yang menggunakan MT4 palsu mendadak kehilangan akun setelah trader yang ditunjuk mentradingkan dananya mendadak membuka posisi buy dan sell pada pasang mata uang yang sama pada ukuran lot yang jauh lebih besar dari perjanjian.

Kejadian seperti ini tentu memberikan kita pelajaran untuk lebih berhati-hati. Maka dari itu, anda harus bisa membedakan perbedaan MT4 asli dan MT4 palsu, seperti berikut ini.

  1. MT4 palsu tidak memiliki update serta Technical Support

Semua trader pasti ingin melakukan trading dengan mudah, aman, cepat, dan menghasilkan profit yang tinggi. Kehadiran platform seperti MT4 tentu akan sangat membantu dalam hal ini. Terkadang saking semangatnya, mereka sering lupa memperhatikan MT4 yang mereka pilih.. Metaquotes sebagai perusahaan pengembang MT4 asli selalu melakukan update informasi secara berkala. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan user experience, memperbaiki bugs yang mungkin akan muncul, serta memperbaiki dan meningkatkan fungsi MT4. Jika anda teliti, kebijakan tersebut tidak akan bisa diaplikasikan oleh MT4 palsu. Sebuah software yang memiliki stabilitas buruk, dan tidak didukung Technial support seperti MT4 palsu akan mudah putus koneksi dengan server, trading bisa saja tidak lancar, serta risiko diretas (hacking) tinggi.

  1. MT4 palsu tidak dapat terhubung dengan pasar forex

Selain MT4, sebenarnya ada banyak sekali jenis platform trading, dan semuanya mampu menghubungkan trader pengguna dengan pasar forex interbank tempat harga terbentuk, serta pelaku pasar forex bertransaksi. Kondisi ini akan memunculkan feed harga, sehingga trader dapat melakukan order kapan saja.

MT4 asli mampu menghubungkan ke banyak bagian termasuk data center, watchdog sebagai sistem back-up, administrator manager, report server, dan masih banyak lainnya. Bahkan, ia juga tersedia koneksi Gateway yang memungkinkan anda terhubung dengan penyedia luiditas, data feeds, sebagai sumber berita. Kecanggihan ini tentu tidak mampu dilakukan oleh MT4 palsu. Jika sudah begitu, jelas trader tak dapat mengakses pada interbank, dan ini artinya broker pengguna MT4 palsu merupakan broker Bandar yang menciptakan pasar sendiri untuk mendapatkan profit sendiri.

Bagaimana Cara membedakan MT4 Asli dan MT4 Palsu ?

Setelah mengetahui beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh MT4 palsu, anda juga wajib mengetahu cara membedakan keduanya, dengan cara seperti berikut ini,

  1. Pertama, pastikan jika broker forex yang anda pilih telah teregulasi atau memiliki ijin resmi dari pihak wewenang. Broker yang teregulasi tidak akan berani menggunakan MT4 palsu karena itu melanggar hukum.
  2. Cara kedua, anda bisa coba mencari server melalui program MT4 yang diunduh melalui tempat lain, atau situr resmi. Jika server tidak ditemukan anda bisa mengecek ulang dengan bertanya pada kontak situs MT4. Broker asli namanya akan terdaftar di perusahaan pengembang. Jika masih saja tidak ada atau tidak terdaftar bisa dipastikan ia adalah MT4 palsu.
Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman