Waktu Trading Forex Paling Berbahaya

Sebagai seorang trader, Anda tentu tahu bahwa trading forex bisa dilakukan kapan saja dalam kurun waktu 24 jam, dan 5 hari dalam seminggu. Trader pun bisa menentukan sendiri apakah akan bertransaksi di waktu pagi, siang, ataupun malam hari. Namun, apakah Anda sudah mengetahui akan adanya saat-saat berbahaya yang harus dihindari saat bertrading di dunia forex? Pada momen-momen semisal berikut, sangatlah beresiko bila ada trader yang nekat melakukan open posisi. Untuk itu, ketika moment-moment ini terjadi, trader harus memiliki kewaspadaan tinggi.

 

Waktu Berbahaya Untuk Trading

Waktu Berbahaya Untuk Trading

 

Apakah anda sudah mengetahui moment yang kami maksud? Bilapun belum, silahkan menyimak artikel kami yang berikut ini.

1. Menjelang Penutupan Pasar Akhir Pekan

Detik-detik menjelang penutupan pasar, memang selalu menegangkan. Apalagi, setiap Sabtu dini hari (waktu Indonesia Barat) agaknya menjadi momok bagi sebagian trader Indonesia. Inilah yang menyebabkan mengapa banyak trader lebih memilih untuk “tutup toko” saja sedari hari Jumat. Pasalnya, pergerakan harga menjelang moment penutupan pasar disinyalir lebih susah untuk dilacak.

Kemudian, open posisi yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu penutupan pasar, biasanya lebih berpotensi floating sampai hari Senin, melewati libur akhir pekan. Padahal, dalam masa tersebut dimungkinkan terjadi serangkaian perkembangan mengejutkan yang mengakibatkan munculnya gap yang cukup besar di awal pekan berikutnya. Target Profit (TP) maupun Stop Loss (SL) dapat gampang ter-trigger; apalagi kalau tidak memasang Stop Loss, maka secara otomatis, Margin Call pun ada di depan mata. Mengingat pergerakan ke depan sulit untuk dipetakan, maka banyak trader akan menghindar dari waktu trading forex yang satu ini.

Namun demikian, bukanlah suatu hal yang tabu bila anda nekat bertrading atau membiarkan posisi floating di masa-masa tersebut. Trader yang sengaja memasang jebakan untuk mendapatkan profit dari gap yang akan muncul di hari Senin nanti pun jumlahnya tidak sedikit. Waktu trading forex manapun, sebenarnya mengandung risiko tersendiri. Pahami saja bahwa bila Anda siap untuk bertrading dengan risiko lebih tinggi, maka potensi untuk mendapatkan profit pun semestinya akan lebih menggiurkan.

2. Menjelang Event Yang Terkait Dengan Situasi Politik Suatu Negeri

Tahun 2016 dan 2017 kemarin diramaikan oleh banyak sekali event semacam ini, ditandai dengan tajuk “referendum” dan “pemilu”. Karakteristik event politik merupakan moment yang tak bisa dipastikan. Hal ini amat berbeda dengan rilis data ekonomi yang sudah terjadwal pada kalender forex, dan bisa diantisipasi dengan langkah yang mudah. Biarpun para analis sudah memproyeksikan apa dampaknya bila kubu X mengalahkan kubu Y, tetap saja aka nada pergerakan harga spontan di pasar. Dan ini, amat memungkinkan.

Ambil saja contoh Pemilu Presiden AS tahun 2016 lalu. Jauh-jauh hari, para analis sudah memperingatkan bahwa apabila Donald Trump terpilih, maka akan memunculkan serangkaian ketidakpastian yang cukup membahayakan. Namun, segera setelah ia mengalahkan Hillary Clinton, Dolar malah melesat kuat. Kemudian, baru sekitar sebulan sesudahnya pasar kembali ingat bila Trump merupakan salah satu ancaman bagi stabilitas ekonomi AS maupun Dunia.

Tak hanya event terkait politik. Sebagian traderpun akan menghindari sejumlah waktu trading forex kapan saja yang berhubungan dengan moment rilis data ekonomi, akan berpotensi memberikan dampak besar. Daripada terlindas oleh volatilitas sesaat, alangkah lebih baik bila anda cari kesempatan di waktu trading forex lainnya.

Akan tetapi, hanya karena banyak yang menghindari hal ini dan menilai momen-momen semisal yang kami sebut sebagai waktu trading forex paling berbahaya, tidah membuat kesimpulan bahwa waktu-waktu seperti ini mustahil untuk menghasilkan profit. Nyatanya, ada juga golongan yang berjuluk News Trader yang malah justru sengaja mengincar momen perilisan data ekonomi yang berdampak tinggi.

3. Setelah Berhasil Menang Besar

Apakah Anda termasuk tipikal trader yang sering mengalami loss tak lama setelah menang besar? Percayalah, Anda tak sendiri. Sindrom ini diderita oleh banyak trader, terutama para pemula. Akar masalahnya terletak pada kepercayaan diri yang berlebihan, serta “nafsu” untuk mengejar profit yang lebih besar lagi.

Lalu, apakah sebaiknya kita berhenti trading setelah berhasil menang besar? Sebainya jangan ya. Hanya saja, emosi diri yang hanyut terbawa emosi senang tadi agaknya perlu untuk dikendalikan. Apalagi, bila Anda berkeinginan untuk menjadi trader sukses.

Agar tak terperosok dalam perangkap emosi seperti tadi, sudah banyak sekali artikel yang kami tulis untuk membantu anda mengendalikan diri. Anda juga perlu membuat perencanaan trading (trading plan) agar trading anda lebih terarah.

Dengan rencana trading tersebut, Anda diharapkan sudah mempunyai sistem trading tertentu dan tak menyimpang dari aturan-aturan entry, exit, maupun risk/reward ratio yang sudah tercantum di dalamnya. Tak peduli Anda akan bertransaksi di waktu trading forex yang paling menguntungkan ataupun paling berbahaya. Rencana trading akan berperan sebagai “filter”, dimana Anda bisa menyaring apakah suatu peluang trading benar-benar potensial atau malah justru akan lebih baik bila ia dilewatkan.

 

Oke, itulah tadi artikel singkat kami tentang waktu trading forex paling berbahaya, semoga anda makin mengerti tentang jurang-jurang yang ada di dunia forex ya. Dan semoga, setelah mengetahui waktu-waktu berbahaya tadi, anda bisa menjauhi kerugian, dan selangkah lebih dekat dari kesuksesan. Sampai jumpa lagi!

(Dipost oleh: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Sumber: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=277322&title=waktu_trading_forex_paling_berbahaya

Penulis Asli: A. Muttaqiena

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Beda Seorang Trader Dengan Analis

Dalam peristiwa sehari-hari, trader acap kali berbincang-bincang dengan temannya dan mengatakan harga untuk pair EUR/USD dapat mencapai kisaran harga 1.2398 ataupun GBP/JPY sedang menuju ke titik 123.65. Ada pula kawan lain sesame trader yang mengatakan, harga akan cenderung sideway, atau ada lagi yang beranggapan bahwa akan terjadi konsolidasi. Nah, peristiwa tersebut merupakan gambaran untuk Anda tentang seperti apakah seorang analis itu, dan bukan seorang trader. Lalu, bagaimana bila ingin menjadi seorang trader sejati?

 

Trader vs Analis

Trader vs Analis

 

Banyak orang yang melakukan peramalan atas apa yang terjadi di dunia forex selanjutnya, baik itu menggunakan analisis teknikal maupun analisis fundamental. Umumnya, mereka akan memprediksi tentang suatu pair tertentu. Harga akan diperkirakan meningkat sekian poin, Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) diberikan pada estimasi harga sekian, dan didapat gambaran tentang pergerakan trend hari ini, apakah akan naik atau turun. Hal itu, sebenarnya adalah salah satu pekerjaan seorang analis, yang memang digaji untuk memprediksi dan meramalkan arah pergerakan pasar. Dan, Anda sebenarnya tidak perlu membuat analisa seperti itu, dikarenakan pekerjaan Anda adalah seorang trader dan bukan sebagai analis yang harus berpusing-pusing seperti tadi.

 

 

The Real Trader

Sebagai seorang trader, Anda sebenarnya tidak perlu membuat seabrek analisis seperti apa yang dibuat oleh seorang analis. Anda cukup mempelajari dan mengamati arah pergerakan harga pada chart serta menganalisisnya sendiri. Fokuslah pada analisis Anda, ikuti semua rule sistem yang Anda punya, serta kembangkan besaran keuntungan yang bisa anda dapatkan dari balance akun Anda. Yap! cukup seperti itu saja.

Jika memang Anda ingin menjadi seorang trader, lupakanlah pemikiran yang mengarah pada seorang analis. Seorang trader tak akan pernah tahu persis harga bergerak ke mana dalam kurun waktu 1 menit ke depan. Namun sebaliknya, analis mampu memprediksikan secara tepat bahwa harga akan segera masuk ke harga 1.2345 atau ke level 2.3456. Ketimbang mengambil porsi kerja para analis, sebenarnya trader harus memikirkan tentang bagaimana cara mengembangkan uang yang telah Anda kumpulkan dari keuntungan trading, sehingga bisa Anda lipat gandakan sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit.

 

 

Fakta dan Opini

Kehatian-hatian dalam faktor analisis seorang trader dengan analisis yang dihasilkan oleh seorang analis sangatlah berbeda di lapangan. Anda menganalisis harga dengan memakai uang Anda sendiri sebagai jaminan, sedangkan seorang analis tak akan menanggung kerugian sedikitpun bila seandainya memang terjadi kesalahan analisis. Kerugian yang paling besar yang mungkin ia terima adalah kredibilitas. Sebaliknya, bagi seorang trader, kesalahan analisis akan menimbulkan loss secara nyata.

Ketika Anda mengalami sakit gigi, Anda pasti akan mencoba merasakan, memperhatikan, dan mencari solusi agar sakit gigi yang Anda alami itu lekas sembuh. Namun, ketika ada orang lain memeriksa gigi Anda yang sakit, mereka hanya dapat memperkirakan penyebabnya, meramalkan berapa lama sakit yang Anda derita akan sembuh, dan merekomendasikan cara pengobatan tertentu yang mereka tau, tanpa menanggung sendiri rasa sakitnya apabila prediksinya ternyata salah.

Dalam melihat harga, seorang trader tak perlu meramalkan bahwa minggu depan EUR/USD akan melejit naik atau turun dengan tajam, ataupun memprediksi market di sesi Eropa nanti akan membentuk event double top atau hammer. Anda hanya perlu melihat fakta secara real dan apa adanya di market. Jangan pernah mencampur-adukkan harga yang Anda lihat sekarang dengan informasi yang diberikan oleh kaum analis. Karena sesuatu yang sedang terjadi saat ini adalah fakta, sedangkan yang diberikan oleh para analis hanyalah berupa opini yang dapat dipakai untuk membantu analisis yang Anda susun. Disamping itu, mereka juga tidak akan menanggung kerugian sesi trading yang Anda alami.

 

 

Kesimpulan artikel ini adalah

Analis hanya mampu memprediksikan harga yang ada di masa depan, namun tidak akan pernah menanggung segala jenis kerugian yang didapat oleh trader dari kesalahan analisisnya. Sedangkan trader dalam memprediksi hanya bereaksi terhadap harga yang berlaku saat ini dan tidak dapat mengidentifikasi harga yang bisa berlaku di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, sebagai trader sebaiknya jangan membiarkan diri sendiri dibingungkan oleh opini analis yang bermacam-macam. Terapkan strategi Anda sendiri sebagai seorang trader secara tepat dengan memakai opini analis sebagai bahan pertimbangan saja. Bukan sebagai acuan pasti, yang semata-mata harus anda ikuti. Anda juga tak perlu berusaha untuk menduga-duga berapa harga yang berlaku dua bulan mendatang atau bahkan tahun depan, karena Anda bukanlah seorang analis.

Karena anda adalah seorang trader, fokuslah terhadap pekerjaan anda sebagai trader. Biarkan semua bekerja pada cakupanya masing-masing, dan beri ruang serta kesempatan para analis bekerja. Masalah anda mau menolak hasil analisis yang mereka release atau tidak, itu urusan anda. Toh, anda yang akan menerima untung-ruginya bukan?

Oke, cukup sekian dulu artikel yang satu ini. Sampai jumpa lagi!

(Dipost oleh Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Sumber: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=98040&title=bedanya_trader_dan_analis

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Level-Level Trader Forex, di tingkat manakah anda ?

Untuk meraih sukses dalam menjalani karir sebagai seorang Trader, maka seseorang akan melalui beberapa tahapan yang secara tidak sadar mereka lewati. Proses terjadinya perubahan dari seseorang ini sering dikenal sebagai “Level Trader”. Bila diamati sekilas, level trader ini memiliki jenjangnya tersendiri. Meskipun memang bukan suatu hal yang formal, setiap trader pasti sempat mengalami level-level berikut.

Lantas, bagaimanakah level trader forex tersebut? Apakah ada yang sesuai dengan anda? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak bersama artikel singkat yang berikut ini.

 

Trader Forex Level 0

 

Level 0

Level 0

 

Di level ini, seseorang akan lebih banyak belajar tentang pengetahuan forex secara mendalam melalui berbagai jenis buku atau literatur yang mereka dapati, baik secara gratis ataupun beli dari internet dan toko buku. Orang-orang yang sedang berada dilevel ini adalah orang yang hebat dan dapat menjadi seorang penulis buku Forex yang terkenal atau best seller, namun mereka hanya menguasai teori dan tak memiliki keberanian untuk bermain secara nyata.

Beberapa dari mereka yang sedang berada di Level ini, sudah bisa menjadi seorang Analis dari suatu perusahaan valas. Ini desebabkan karena orang yang sedang berada dilevel ini menguasai Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal dengan baik secara teoritis.

Dan mereka akan menjelaskan dengan penuh keyakinan pada tiap orang bahwa kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam waktu sekejap, namun mereka lalai bahwa mereka hidup dengan Gaji Bulanan dan tidak pernah sekalipun Trading. Artinya orang yang berada dilevel ini tergolong pada orang yang No Action Talk Only (NATO).

 

Trader Forex Level 1

 

Level 1

Level 1

 

Bila kita merupakan trader yang tergolong pada level ini, maka kita akan sadar bahwa dengan pengetahuan saja maka kita tak akan mendapat keuntungan yang maksimal secara finansial. Hal yang paling penting bukanlah seberapa luas kita bisa mengetahui teori forex. Namun, seberapa banyak profit yang bisa kita kumpulkan ke dalam kantong.

Namun sayangnya, market amat sanggup untuk mengalahkan kita. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor “luck” semata. Loss demi loss pasti pernah menghampiri kita, kita terus mencoba bertahan namun bila sampai margin habis, siapa yang dapat terus bertahan. Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kita sedang tidak dapat melakukan trading, namun tetap mengira bahwa bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya.

Kita tetap mengira bahwa kita adalah orang yang spesial, seseorang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kita tak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga memiliki perasaan yang seperti itu. Kita tidak memiliki sistem yang komplit, kita dikuasai oleh emosi, kita senantiasa averaging posisi bila loss karena kita Marah pada market, kita selalu take profit dalam jumlah yang kecil ataupun membiarkan profit berubah menjadi loss karena kita dikuasai oleh Keserakahan, kita tak pernah trading karena takut. Kita membiarkan diri kita dikendalikan oleh emosi sehingga margin equity.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, biasanya akan merasa kapok, berhenti melakukan trading dan menganggap ini semua hanya sebuah mimpi buruk belaka. Sebagian lagi moralnya sedang anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti halnya orang gila. Dalam sebulan atau dua bulan margin habis kemudian mereka mencari mangsa lagi.

Mereka masih mengaku sebagai seorang trader, namun sebenarnya mereka hanyalah executor. Dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menduduki jabatan sebagai manager dibrokernya. Kemudian sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku sebagai seorang trader namun tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

Dan bila mereka sudah sampai ke level ini, hanya masalah waktu saja hingga mereka dapat bertahan di level ini dan hingga meraih profit dengan lebih mudah. 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% saja sadar dan pindah ke level 2.

 

Trader Forex Level 2

 

Level 2

Level 2

 

Dilevel ini kita akan sadar bahwa kita tidak bisa melakukan trading bila tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan profit secara konsisten. Dan kita tahu solusinya, bahwa kita sadar bahwa selama di level 1 pikiran kita dikaburkan oleh emosi sehingga kita tak dapat berfikir secara jernih.

Di level ini kita akan mencari “holy grail” (system yang sempurna, system yang menghasilkan 100% profit, suatu system yang tidak pernah loss), kita mulai membeli system yang kita temukan di internet, kita membaca semua website yang membahas tentang trading. Mulai dari USA, UK, Australia, Europa sampai Russia. Kita baca semua ebook yang tersedia, kita praktekan semua system yang diperoleh, kita haus akan ilmu seperti seorang pengembara yang berada di padang pasir dan haus akan air minum.

Pada level ini kita akan membaca secara detail tentang indikator, mencoba indicator yang terdapat di metatrader satu persatu, bahkan kita mungkin akan membuat indikatornya sendiri (biasanya gabungan antara 2 atau 3 indicator), kita akan bermain-main dengan Moving Average, Fibonnacci Lines, Pivot Point, deMark, Fractals, Divergence, Camarilla Pivot, DMI. Selain itu tadi, masih ada ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya. Kita tahu betul bahwa pasar terlalu rumit untuk diprediksikan hanya dengan 1 indicator saja, kita tahu kombinasi ideal dari tiap-tiap indicator. Kita tahu persis tentang keunggulan indicator tersebut beserta dengan kelemahannya.

Kita akan mencoba menebak TOP dan BOTTOM dari market dengan memanfaatkan indicator tersebut. Kita akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan beberapa pertanyaan bodoh pada trader senior. Karena kita tahu dan kita sadar bila kita tidak bertanya sekarang, maka selamanya kita tidak akan pernah tahu. Pada akhirnya, di level ini kita akan mendapatkan 5 sampai 10 buah system yang lengkap dan mencoba untuk mencari tahu system manakah yang paling cocok dengan kepribadian yang kita miliki.

 

Berdasarkan fakta di lapangan, hanya separuh saja yang bisa melangkah ke level 3, lanjut ke level 4, hingga akhirnya hanya sedikit saja yang melangkah ke level 5. Bila anda penasaran dengan seperti apa trader level 3, trader level 4, dan seperti apa trader level 5, anda bisa menyimak penjelasan kami di artikel berikutnya.

 

Bila di postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang trader forex level 0, 1, dan 2, kali ini kita akan melanjutkanya ke level trader forex 3, 4, dan 5. Setiap level trader forex tentunya juga memiliki perbedaan dan cirikhasnya tersendiri. Namun tidak semua orang mengetahuinya.

Oleh karenanya, kami menuliskan dan menjelaskan kepada Anda lewat postingan ini, agar anda bisa mengetahui seperti apakah trader forex level 3, 4, dan 5 itu. Dan untuk lebih jelasnya, mari kita simak saja artikel forex kami berikut ini.

 

 

Trader Forex Level 3

 

Level 3

Level 3

 

Pada akhir dari level 2, kita akhirnya berhasil menyadari bahwa pokok permasalahan bukan terletak di system. Kita menyadari bahwa kita mampu mendapatkan profit bahkan jikapun kita hanya menggunakan system yang simple, semisal moving average saja tanpa mengkolaborasikanya dengan indicator lain, jika kita bisa menggunakan kepala kita dan melakukan money management yang benar. Bila seorang trader memiliki minat untuk lebih mengembangkan keahlian dirinya dalam bertrading, biasanya ia akan mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi setiap gejala pasar yang muncul dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Hingga akhirnya, ia berhasil masuk ke dalam Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kita sadar tentang suatu hal yang penting. Dan faktanya, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat tentang apa yang akan terjadi pada market di 30 detik kemudian. Kita mulai menguasai sebuah system trading dan memodifikasinya sedemikian rupa sehingga bisa sesuai dengan karakter kita, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan dengan system yang asli.

 

Kita dapat mulai bertrading setelah tau betul bahwa tingkat probabilitas untuk mendapat profit lebih besar daripada resiko kita untuk mengalami loss. Kita hanya melakukan trading bila system kita menampilkan signalnya, dan senantiasa menggunakan stoploss. Stoploss ini wajib untuk selalu dipasangkan agar kita tidak mengalami kerugian dalam jumlah besar, saat trend trading kita cenderung mengalami loss.

Kita secara seketika sadar bahwa dalam dunia trading, hanya terdapat satu hal yang penting yakni konsistensi pada system, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan kita untuk melakukan trading, apapun yang terjadi. Kita mempelajari tentang cara money management, 2% risk, dan juga hal lainnya.

Setelah seorang trader berada di level pencerahan, alam bawah sadar mereka akan menerima bahwa kita tak dapat meramalkan pergerakan market secara pasti, karena memang tak seorang pun bisa melakukanya. Dari 7% trader yang berhsil memasuki level ini, hanya sekitar 5% saja yang berhasil maju ke level berikutnya.

 

 

Trader Forex Level 4

 

Level 4

Level 4

 

Bila trader forex level 3 hanya trading jika system memberi signal, di level ini kita akan lebih banyak melakukan trading. Bahkan, kita akan mulai memasang target dengan profit sekitar 20 point per hari, dan setelah kita mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kita bisa meningkatkan target hingga mencapai 40 point per hari. Walau terdengar sulit, hal itu pada akhirnya akan mampu kita lakukan.

Kita memang masih harus bekerja keras untuk mendapatkannya, melakukan perbaikan system di sana-sini, lebih menguasai emosi kita, dan melaksanakan money managemen dengan lebih baik lagi. Kebanyakan trader biasanya melangkah ke level ini dengan menempuh perjalanan sekitar 6 bulan. Dari 5% trader, hanya sekitar 3% yang sanggup untuk maju ke level berikutnya.

 

 

Trader forex Level 5

 

Level 5

Level 5

 

Nah sekarang kita sampai di pembahasan trader forex level 5. Ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader yang di dunia ini. Di level ini, seorang trader bisa melakukan trading secara alami, dan kita telah menguasai semuanya. Ia bisa berdansa dengan pasar, tak peduli kemanapun arah market berjalan.

Bila kita telah melakukan open posisi di posisi yang benar, kita tinggal menunggu waktu untuk melihat pergerakan profit dari 2 digit ke 3 digit. Inilah level puncak dari seorang trader. Inilah yang disebut level utopia. Kita telah mampu menguasai emosi kita dan kini kita melakukan trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kita dapatkan. Level ini disebut disebut sebagai Levelnya Seorang Trader Sejati.

Kita akan menjadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan menyimak apa yang kita katakan. Karena beberapa tahun yang lalu kita berada diposisi mereka, kita akan memberikan saran yang terbaik untuk mereka agar mereka juga bisa berkembang.

Namun kita tahu betul bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mayoritas dari mereka masih seorang trader level 1. Kita tidak akan mempunyai masalah financial, karena kita mampu membeli semua benda yang kita butuhkan. Namun memang, perjalanan untuk menpak di level ini tidaklah singkat. Hanya sekitar 3% trader saja yang bisa mencapai level ini.

 

 

Setelah kita mengenal bermacam-macam level trader forex, kita dapat melakukan introspeksi diri, sudah mencapai level berapakah diri kita di dunia forex. Dan, setelah itu, kita dapat melakukan pengembangan diri, hingga kita menyentuh tingkatan trader forex level 5, dan lebih bermanfaat bagi sesame.

Terimakasih sudah menyimak artikel singkat kami, sampai jumpa di postingan berikutnya!

(Dipost oleh Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Jim Rogers, Trader Sukses Penyabet Rekor Dunia

James Beeland Rogers, Jr., atau yang lebih populer disapa dengan panggilan Jim Rogers, adalah seorang investor dan trader profesional terkemuka, analis, penulis buku, serta komentator di berbagai media investasi terkenal. Bersama dengan George Soros, Rogers mendirikan Quantum Fund dan berhasil meraup keuntungan sbanyak 4200 persen dalam kurun waktu 10 tahun.

Untuk anda yang penasaran dengan sosok yang satu ini, berikut adalah kisah perjalanan karir dan inspirasi trading seorang Jim Rogers yang dapat kami tuliskan. Terutama, dalam hal mencari peluang investasi dan sikap yang paling tepat saat belajar trading serta menghadapi loss yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

 

 

Mengawali Karir Di Wall Street

 

Jim Rogers

Jim Rogers

 

Jim Rogers lahir di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat pada tahun 1942 dan seperti penuturannya ia mulai belajar berbisnis sejak usia 5 tahun, walaupun hanya berjualan kacang. Seusai menyelesaikan studi di bidang sejarah di Yale University, Rogers bekerja di Wall Street pada broker Dominick & Dominick. “Kala itu saya tidak tahu apa perbedaan antara saham dan bond. Bahkan, saya tidak tahu benar tentang apa sebenarnya bisnis yang berjalan di Wall Street,” kenangnya.

Karena tertarik dengan pengaruh politik terhadap pasar, Rogers memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya untuk mempelajari ilmu Philosophy, Politics and Economics di Universitas Oxford, sebelum akhirnya bekerja di perusahaan investasi Arnhold and S. Bleichroder pada 1970an. Dari sanalah Jim Rogers kemudian bertemu dengan sosok trader legendaris, George Soros.

Pensiun dini di umur 37 tahun membuat nama Jim Rogers tercatat dalam daftar Guinness Book of World Records sebanyak 2 kali. Walau begitu, rekor tersebut bukan dalam ranah trading maupun investasi. Figur ini tak disangka-sangka pernah meraih pengakuan untuk rekor keliling dunia dengan menggunakan sepeda motor (pertama ia lakukan antara tahun 1990-1992 dan ke dua ia lakukan antara tahun 1999 dan 2002). Semua petualangan yang ia tuliskan dalam buku berjudul Investment Biker dan Adventure Capitalist yang masing-masing sudah berstatus best seller.

Lalu, apakah insipirasi trading yang dapat diserap dari pengalaman dan kesuksesan Jim Rogers? Ada banyak tips yang sempat disampaikan oleh chairman dari Rogers Holdings and Beeland Interests, Inc dan pendiri dari Rogers International Commodities Index (RICI) ini. Tetapi, ini adalah 2 inspirasinya yang paling populer.

 

1)  Peluang Investasi Bisa Dicari Dimanapun Juga

Mengenai cara mencari peluang investasi, Jim Rogers yang juga merupakan seorang penulis tetap di berbagai media finansial kenamaan ini ternyata memiliki pandangan yang menarik. “Hey, apakah Anda baca buku saya yang berjudul Investment Biker? (dalam kontennya, terselip pelajaran bahwa) mencari ide untuk berinvestasi tidak harus dengan duduk di depan komputer melulu seharian. Naik sepeda motor dan lihat bagian dunia lain dapat menjadi alternatif solusi yang menarik. Di China misalnya, banyak peluang investasi yang ada di sana… Tapi itu cara saya, Anda mungkin saja punya metode yang berbeda….,” demikian ungkap seorang Jim Rogers.

Sejak tahun 2007, Jim Rogers dan keluarga bermukim di Singapura sembari mengatur semua perusahaan serta portofolio investasi pribadinya. Tentang hijrahnya ke Singapura, Rogers mengatakan bahwa Asia masih sangat potensial, dan sekarang adalah saat yang tepat untuk bernvestasi di Asia. “Jika Anda cukup cerdas di tahun 1807 Anda akan hijrah ke kota London, jika Anda inginkan bisnis di tahun 1907 Anda akan pindah ke kota New York, dan jika Anda hendak berinvestasi di tahun 2007 Anda akan bermukim di negara Asia,” katanya.

 

2) Dalam Belajar Trading Dan Menghadapi Loss, Diam Adalah Emas

Dalam trading, Rogers lebih mengandalkan faktor fundamental. “Saya sempat bekerja sama dengan nama-nama besar dalam dunia trading. Saya tidak tahu apakah saya sudah belajar dari mereka. Cara belajar yang paling baik dalam dunia investasi atau trading adalah dengan tidak berbuat apa-apa sampai ada sesuatu yang harus dilakukan,” kata Jim Rogers, yang pandangan ekonominya cukup sejalan dengan paham Austrian School of Economics dan sudah mendapat gelar profesor di bidang keuangan dari Columbia University School of Business.

 

 

Nasihat Untuk Para Trader Pemula

 

Apa nasehatnya untuk para investor dan trader pemula? “Oh, kalau saya akan menunggu sampai ada uang di suatu tempat, dan yang harus saya lakukan hanyalah menghampiri dan mengambil uang itu. Sembari menunggu, saya tidak melakukan apa-apa. Mereka yang loss berteriak: Saya sudah loss!, saya harus mendapatkan uang itu kembali!…. Itu salah, itu pikiran yang amat keliru. Yang seharusnya mereka lakukan adalah duduk manis saja hingga mereka menemukan sesuatu,” tutur Jim Rogers.

 

Oke, itulah tadi artikel singkat tentang inspirasi trading dari Jim Rogers dan nasehatnya. Semoga bisa menginspirasi anda, dan semoga anda bisa melakukan trading dengan lebih baik lagi. Terimakasih sudah menyimak, sampai jumpa lagi di artikel yang selanjutnya!

(Dipost oleh Freelancer: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Apa Itu Bursa Berjangka?

 

Bursa berjangka adalah istilah yang merujuk kepada sebuah pusat perdagangan kontrak berjangka (futures) dan options atau instrumen keuangan lain diperdagangkan pada kisaran harga tertentu berdasarkan peraturan dan regulasi yang sedang berlaku.

Sedangkan menurut UU RI tahun 1997, bursa berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan serta menyediakan sistem ataupun sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berdasarkan pada kontrak yang berjangka serta opsi atas kontrak yang berjangka.

Sementara itu, untuk pengiriman aset dalam kontrak yang berjangka akan dilaksanakan ke dalam periode waktu mendatang. Waktu pengiriman atau penyerahan aset tersebut telah disepakati dalam kontrak. Kontrak berjangka yang diperdagangkan bersifat mengikat secara hukum karena sudah teregulasi dan berada di bawah pengawasan yang ketat.

 

Apa Itu Bursa Berjangka?

Apa Itu Bursa Berjangka

 

Sejarah Singkat Bursa Berjangka

 

Bursa berjangka sudah ada di masa lampau sebelum ada kemajuan teknologi seperti yang ada pada saat ini. Keresahan dan adanya keprihatinan petani terhadap fluktuasi harga komoditas yang relative tajam sudah memunculkan pusat perdagangan berjangka dan kontrak berjangka komoditas.

Sejarah mencatat bahwa, terbentuknya pasar berjangka secara resmi adalah pada tahun 1840 di pusat utama petani biji gandum, Chicago. Bursa tadi bernama Chicago Board of Trade (CBOT), namun kontrak berjangka yang pertama untuk komoditas jagung baru dibuat pada sekitar tahun 1851. 26 tahun kemudian muncul lah bursa yang bernama Chicago Produce Exchange, tapi diubah namanya menjadi Chicago Mercantile Exchange (CME) di tahun 1898.

Dengan melakukan merger bersama Chicago Board of Trade (CBOT), Chicago Mercantile Exchange (CME) saat ini dapat menjadi suatu bursa berjangka yang cukup terkenal karena memiliki jumlah kontrak berjangka yang paling besar dibandingkan dengan bursa berjangka yang lain. Beberapa instrumen keuangan semisal mata uang, saham, dan komoditas aktif sering diperdagangkan pada CME ini.

 

 

Manfaat Bursa Berjangka

 

Salah satu manfaat dan kegunaaan utama yang bursa berjangka ialah sebagai sarana untuk dilakukan nya pengelolaan risiko (risk management) melalui aktivitas lindung nilai atau yang biasa disebut dengan hedging. Faktor yang sulit diprediksi semisal perubahan musim ekstrim, bencana alam dan ketidak pastian lain yang membuat produsen mudah mengalami kerugian. Oleh karena itu, hedging agaknya perlu dilakukan karena pada sesi perdagangan bebas, fluktuasi harga seringkali memicu dampak yang negatif terhadap para pelaku pasar.

Aktivitas untuk melindungi nilai dengan memanfaatkan kontrak berjangka yang juga dapat memungkinkan mereka untuk bisa menurunkan risiko negatif akibat dari gejolak harga. Bursa juga dapat memberikan fasilitas bagi produsen guna menjual komoditasnya dengan harga yang telah dipastikan saat ini, yaitu sebelum masa panen, dan akan menyerahkan hasil komoditasnya itu di waktu yang akan datang. Selain itu, kontrak berjangka juga akan menjadikan produsen mampu mendapatkan jaminan harga karena tidak akan terpengaruh dengan kenaikan atau penurunan harga yang ada di pasar.

Manfaat kedua adalah sebagai Price Maker, atau sarana untuk pembentukan harga yang adil dan juga wajar. Hal ini bisa terjadi karena transaksi dan perdagangan di bursa berjangka hanya dapat dilakukan oleh anggota bursa ataupun melalui anggota bursa berjangka. Di samping itu, proses perdagangan serta transaksi pada bursa berjangka adalah berdasarkan pada mekanisme pasar, yakni permintaan dan juga penawaran secara transparan.

Selain kedua manfaat yang kami sebutkan tadi, manfaat lainnya adalah sebagai sarana untuk berinvestasi. Perubahan harga kontrak berjangka biasanya dimanfaatkan pula oleh para investor atau spekulator untuk memperoleh keuntungan. Umumnya investor ataupun spekulator akan menjual kontrak yang berjangka ketika harga diperkirakan akan mengalami penurunan dan membelinya lagi saat harga sedang rendah.

Komoditas yang paling utama yang juga dijadikan sebagai kontrak berjangka adalah jenis komoditas pertanian, minyak, logam mulia, dan industri hulu. Dalam kontrak berjangka, spesifikasi produk telah ditetapkan dengan jelas yakni hal-hal yang berhubungan dengan waktu pengiriman atau penyerahan, kuantitas, dan kualitas. Kondisi ini selanjutnya mampu mendorong terwujudnya kemudahan transaksi dan pasar yang cukup likuid.

 

 

Pelaku Bursa Berjangka

 

Secara garis besar, para pelaku bursa berjangka ada dua yakni pelaku yang disebut hedgers dan spekulator. Hedgers adalah pihak yang melakukan hedging dalam mengelola risiko perubahan harga yang diberlakukan secara tajam. Hedgers meliputi konsumen komoditas, produsen komoditas, manager portofolio dan juga Hedge Fund.

Sedangkan para pelaku bursa berjangka yang kedua adalah spekulator. Walaupun sering dipandang negatif karena melakukan transaksi tanpa minat yang nyata untuk membeli barang, kehadiran para spekulator dapat memberikan manfaat kerena mereka bisa menyediakan likuiditas di pasar.

Spekulator secara aktif meramaikan kegiatan transaksi jual beli yang ada di bursa. Ada empat jenis spekulator di bursa berjangka, yakni Individual Trader, Hedge Fund, Proprietary Trader, dan Market Maker semisal perusahaan broker atau dealer.

 

 

Lembaga Penjamin Transaksi

 

Agar performa serta kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa berjangka terpenuhi, terdapat suatu lembaga penjamin yang bernama Lembaga Kliring Berjangka. Lembaga ini mempunyai peran penting dan berfungsi untuk menjamin jalan nya perdagangan. Disamping itu, Lembaga Kliring juga melakukan pengelolaan risiko dengan melakukan beberapa jalan, diantaranya mengadakan pembinaan serta pengawasan kondisi keuangan dari anggota Lembaga Kliring Berjangka.

Dalam usahanya dalam menjamin transaksi anggota berjangka, Lembaga tersebut memasangkan margin. Lembaga kliring akan melakukan kalkulasi yang disebut sebagai mark to market. Kalkulasi tersebut akan menghitung setiap posisi pembukaan dan penutupan di akhir sesi perdagangan. Lembaga kliring akan mendebet rekening yang mengalami kekurangan margin dan mengkredit semua rekening yang memiliki kelebihan margin.

 

 

Kesimpulan

Adanya bursa berjangka mampu memberi efek positif terhadap pasar komoditas. Para pelaku bursa berjangka bisa merasakan kemudahan dalam proses untuk menemukan harga komoditas dan melindungi sejumlah aset dari ancaman fluktuasi harga yang tidak bisa terprediksi. Kemunculan bursa berjangka juga mampu memberikan peluang yang cukup bagus bagi para trader untuk mendapatkan profit lewat bertrading di bursa berjangka.

 

(Dipost oleh Freelancer: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading

Apakah yang sebenarnya Anda fikirkan tentang bertrading di dunia forex? Sinyal yang valid dan sinyal yang tidak valid, cara analisa yang benar ataupun salah, atau sesuatu yang pasti dan juga tidak pasti? Apapun itu, kami menyarankan anda agar senantiasa berfikir dengan cara yang benar, tenang, dan juga positif.

Bila cara berfikir anda salah dalam trading, anda akan sulit untuk mendapatkan profit. Dan ini bisa menimbulkan efek negatif yang dapat berpotensi menghancurkan account trading yang Anda miliki. Ambil saja contoh ketika Anda melihat sinyal trading yang menurut Anda sangat terlihat valid, menjanjikan, dan tidak mungkin salah. Kemudian Anda melipat gandakan besaran size lot atau volume trading, namun ternyata masih saja salah. Sehingga anda merugi, dan kehilangan banyak lot.

Sangatlah mungkin Anda bersikap emosional dan kembali lagi masuk ke pasar karena ‘dendam’ dengan besaran volume yang lebih besar, dengan harapan paling tidak anda dapat menutup kerugian yang terlanjur mendera anda. Cara trading seperti ini cepat atau lambat akan merusak kinerja account Anda. Akan sulit bagi Anda untuk menghindar dari pengaruh emosi yang negatif seperti itu. Biarpun sulit, ketika anda mampu merubah cara berpikir Anda tentang trading, anda dapat merubah keadaan dengan lebih mudah.

 

 

Merubah cara berpikir tentang trading

 

Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading

Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading

 

Salah satu hal yang berpotensi menimbulkan masalah dalam bertrading di dunia forex adalah, trader terlalu fokus pada setiap sesi dagang yang telah dilakukan. Pada kenyataannya, emosi Anda tidak seharusnya begitu terikat dengan pengharapan yang berlebih pada setiap posisi trading yang telah Anda buka karena penyebaran dari pergerakan harga pasar akan didistribusikan secara acak. Dan ini berarti Anda tidak akan pernah mengetahui dengan pasti apakah sisi trading yang telah Anda lakukan akan menuai profit, sekalipun sinyal tradingnya terlihat amat valid. Kenyataan ini sering kali tidak disadari sehingga trader akan cenderung bersikap emosional dalam menyikapi arah pergerakan harga pasar.

Katakan saja Anda menggunakan sebuah sistem trading dengan kadar persentasi profit (win rate) 60%, Anda tetap tidak akan pernah tahu trade manakah yang akan menghasilkan profit dan mana trade yang akan berakhir dengan loss. Persentasi profit 60% menunjukan arti bahwa setelah beberapa kali trade Anda dapat mengharapkan profit 60% dari keseluruhan sesi trade yang telah Anda lakukan. Ini bukan berarti bahwa peluang untuk profit dari setiap trade yang Anda lakukan adalah 60%. Persentasi dari profit ditentukan untuk jangka panjangnya waktu setelah anda sekian kali melakukan trade, dan bukan untuk setiap sesi trade yang Anda lakukan.

 

Botol Ilustrasi

Botol Ilustrasi

 

Sebagai ilustrasi, ambil saja contoh sebuah botol yang diisikan 100 bola. 60 bola tersebut berwarna biru dan 40 bola sisanya berwarna merah. Anggap saja warna biru tadi menunjukan jumlah trade yang berhasil profit dan merah menunjukkan trade yang menghasilkan loss, jadi ada 60 kali trade yang profit dan 40 kali trade yang loss.

Jika Anda mengocok botol tersebut dan mengeluarkan sebuah bola, secara otomatis Anda tidak akan tahu dengan pasti warna bola yang manakah yang akan keluar. Anda tidak dapat lebih mengharapkan warna biru yang akan keluar dikarenakan kemungkinan warna yang akan keluar adalah amat acak, bisa saja berwarna biru atau bisa saja berwarna merah. Namun, semakin banyak bola yang keluar, maka akan semakin besar pula kemungkinan 60%-nya adalah bola yang berwarna biru. Demikian pula dalam trading, karena kemungkinan hasil dari setiap trade adalah acak maka Anda harus mampu menentukan tingkat resiko pada setiap trade dengan menggunakan fitur stop loss, dan tidak harus terlalu fokus ataupun berharap hanya kepada sebuah trade.

Guna menghindari trauma akibat emosi negatif yang bisa timbul ketika hasil trading tak sesuai dengan apa yang diharapkan, Anda harus berfikir mengenai rasio kemungkinan (probabilitas), bukan kepastian. Sebuah pin bar yang nampak valid dan benar pada trade sebelumnya juga belum tentu akan benar pada trade saat ini, sekalipun formasinya benar-benar sama. Hasil setiap trade adalah acak, oleh karen itu Anda tidak boleh terpengaruh dan bersikap secara emosional jika ternyata anda mengalami loss.

Sinyal valid yang dihasilkan belum tentu adalah sinyal yang pasti benar. Namun sinyal ini hanya berupa kemungkinan yang paling besar. Disamping itu, antara trade dari yang satu dengan trade berikutnya tidaklah saling berhubungan, dan masing-masing memiliki kemungkinan yang bisa saja berbeda.

Mungkin saja Anda mengalami loss sebanyak sekian kali secara beruntun, tetapi ini tidak berarti boleh menjadikan Anda merasa panik ataupun frustasi. Tetap berpeganglah pada sistem trading yang anda percayai dan senantiasalah berdisiplin untuk menjalankan strategi dan rencana yang telah anda buat. Bila sudah, seiring waktu Anda akan melihat hasilnya seiring dengan peningkatan frekuensi trading Anda, seperti ilustrasi bola dalam botol diatas.

 

(Dipost oleh Freelancer: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Sumber Artikel: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=230444&title=cara_berpikir_yang_benar_dalam_trading

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Apakah Anda Sudah Tau Tentang Apa Itu Investasi Syariah?

Sebagai warga dari negra multi cultural, pasti kita memilliki teman, atau bahkan keluarga yang beragama islam. Apakah anda sendiri pemeluk agama islam? Bilapun bukan, pasti anda pernah mendengar istilah investasi syariah bukan?. Bilapun anda seorang muslim, pasti sedikit-sedikit sudah tau tentang investasi syariah ini.

Di jaman seperti ini, rasanya penggunaan produk keuangan sudah tidak mungkin untuk dihindari. Perbankan, selain dipergunakan untuk mempermudah aktivitas transaksi, juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berinvestasi. Di jaman sekarang ini, Asuransi juga memiliki peran sebagai salah satu alat investasi yang berbarengan dengan fungsi utamanya guna memberikan proteksi.

Tidak puas dengan hanya investasi di perbankan dan asuransi saja, masyarakat juga mulai banyak melirik dunia forex sebagai lading alternatif yang mampu memberikan hasil yang lebih baik. Pendeknya, produk keuangan sekarang bukanlah lagi suatu hal yang baru. Malahan, sudah berkembang menjadi suatu kebutuhan untuk hampir semua orang. Akhir-akhir ini, banyak sekali investasi yang telah berkembang khususnya di bidang syariah. Namun, apakah sebenarnya investasi syariah itu? Apakah perbedanya dengan investasi yang non-syariah? Mari kita simak sejenak artikel yang kami tulis berikut ini.

 

Investasi Syariah

Investasi Syariah

 

Apakah Itu Syariah?

 

Syariah adalah suatu aturan atau undang-undang yang dilengkapi dengan ketetapan hukum yang bersumber dari kitab suci Al-Quran dan semua sunnah yang mengatur tentang segala bidang kehidupan manusia. Dengan sistem ini, nasabah dan bank memang tidak dapat mengetahui berapakah hasil yang pasti akan mereka terima. Karena proses bagi hasil baru akan dibagikan ketika hasil usahanya sudah bisa ditentukan. Dan biasanya, ini ditampilkan pada akhir periode transaksi. Tapi, dengan sistem bagi hasil ini nasabah dan bank akan membagi keuntungan secara lebih adil ketimbang dengan sistem bunga. Karena kedua belah pihak senantiasa membagi resiko dengan adil sesuai dengan nisbah yang sudah disepakati tanpa memandang berapapun hasilnya.

 

 

Lalu apa landasan dan tujuan program syariah ini digalakan?

Tujuannya tak lain adalah untuk berbuat baik kepada sesame manusia, saling tolong menolong secara sukarela, dan saling bertanggung jawab sesuai cakupan masing-masing, membangun suatu kerjasama yang baik, saling melindungi secara finansial, tidak mementingkan diri sendiri, mensejahterakan satu sama lain, dan mengajak orang lain agar bias memperoleh kemakmuran bersama-sama.

 

Sebenarnya, umat Muslim tak perlu khawatir karena jauh dari sebelum MUI secara resmi memfatwakan bahwa semua bunga bank itu haram, sudah terdapat beberapa alternatif lain untuk umat Islam. Sejak lebih dari 12 tahun yang lalu, bank syariah pertama di Indonesia sudah sah beroperasi tanpa menggunakan bunga. Dan kini, sudah muncul 3 bank umum syariah dan lebih dari 10 bank konvensional lain yang secara eksklusive membuka cabang ataupun anakan perusahaan guna melayani costumer yang menginginkan prinsip syariah.

Lantas apa bedanya antara bank syariah dan bank konvensional yang selama ini telah dikenal? Yang paling jelas adalah, tidak adanya bunga yang bias anda temukan pada bank yang menggunakan prinsip syariah. Nasabah yang menabung di bank syariah tidak akan pernah diberikan keuntungan melalui bunga. Namun, mereka akan mendapatkan imbalan dari serangkaian perhitungan bagi hasil yang sudah disetujui kedua belah pihak secara adil, pada jauh hari sebelumnya.

 

Saat ini, sudah banyak yang menyediakan investasi yang mengikuti prinsip dan kaidah yang tercantum dalam hokum syariah. Beberapa hal diantaranya adalah investasi sukuk ritel, deposito iB, forex, dan juga reksadana syariah.

 

Gainscopefx sendiri sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi para trader muslim yang ingin berperan aktif dalam dunia forex. Salah satunya, dengan fitur bebas bunga yang sudah kami sediakan untuk anda.

 

Anda bukan seorang muslim tapi tertarik untuk mencoba fitur bebas bunga? Silahkan saja bergabung. Bila anda teliti, sebenarnya cukup banyak keuntungan yang dapat anda peroleh dengan mengaktifkan fitur bebas bunga (swipe) ketika sedang menjalani sesi trading bersama kami.

 

Selain dunia forex, masih banyak lagi media investasi yang menggunakan prinsip syariah. Misalnya saja emas, perumahan, dan juga barang antik. Untuk investasi perumahan, biarpun anda membelinya secara mencicil dan mengkredit, bila anda sudah bersepakat untuk melakukan transaksi dengan prinsip syariah, anda tidak akan dikenakan beban bunga sedikitpun.

Lantas bila tak ada bunga, bagaimana bias pihak penjual mendapat keuntungan? Pihak penjual bisa mendapat keuntungan dengan beragam cara. Salah satunya, dengan cara memberikan harga paket syariah yang di awal terlihat agak tinggi dari harga kontan, namun diperlihatkan secara transparan (harga khusus yang sudah bulat). Sekilas memang agak sama, namun secara prinsip dan perjanjian perdagangan, hal ini akan amat bernilai.

Bila suatu system perdagangan mengandung suatu hal yang kurang pasti ataupun merugikan secara perdangangan ke salah satu pihak tanpa ada perjanjian yang sah, system perdagangan tersebut sulit untuk dikategorikan sebagai sebuah system perdagangan yang syar’i (berbasis syariah). Termasuk halnya dengan sebagian dunia forex yang menyisipkan bunga (swap) ke dalam regulasinya.

Bagaimana? Sudah cukup paham dengan Investasi Syariah? Bila sudah, selamat!

 

Terimakasih sudah menyimak artikel kami tentang Investasi Syariah ini ya. Sampai jumpa lagi!

Trader Dan Investor, Apa Bedanya?

Banyak pemain di pasar forex atau pasar saham menyebut dirinya sebagai seorang investor. Namun pada lain kesempatan ia mengaku dirinya merupakan seorang trader. Istilah ‘investor’ dan ‘trader’ acap kali dianggap sama saja, atau diartikan bahwa seorang trader adalah merupakan investor yang juga telah menginvestasikan sejumlah dana, dan seorang investor adalah seorang trader juga karena ia akan melakukan transaksi trading.

Dalam dunia investasi, ‘trading’ dan ‘investing’ merupakan dua buah aktivitas yang berbeda, walaupun pada kenyataanya, baik trader dan investor sama-sama terjun ke pasar. Sudut pandang, cara kerja dan strategi yang mereka gunakan sangat berbeda meskipun tujuan mereka persis sama yakni memperoleh profit yang sebesar-besarnya dalam kurun waktu yang sesingkat mungkin. Pada artikel berikut ini, akan diulas tentang pokok-pokok perbedaan antara keduanya.

 

Trader Dan Investor, Apa Bedanya?

Trader Dan Investor, Apa Bedanya?

 

Yang Termasuk kedalam kategori Investor

 

Dalam dunia investasi, secara umum yang dikategorikan sebagai investor adalah mereka yang menempatkan dananya ke dalam instrument investasi jangka panjang semisal real estate ataupun rumah, industri skala besar maupun skala kecil, ataupun berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka panjang atau dalam waktu yang sangat panjang (puluhan tahun). Dasar pertimbangan investor tentunya berfokus pada produk yang akan dibeli ataupun jenis usaha yang akan dimasuki. Bagi seorang investor saham, ia pasti akan lebih memilih perusahaan yang benar-benar memiliki performa yang sangat bagus.

Investor bisa digolongkan ke dalam investor institusi (institutional investor) semisal bank, lembaga keuangan selain bank, perusahaan khusus asuransi dan yang sejenis dengan nya, dan investor retail atau investor perseorangan. Yang dibahas disini lebih kepada investor perorangan, yang secara tipikal tidak mempunyai rencana yang jelas bila kelak hasil investasinya malah merugi. Mereka akan cenderung melakukan cut-loss untuk beralih ke instrument investasi lain, atau dibiarkan begitu saja dengan harapan bahwa nilainya akan rebound dan akan menghasilkan sejumlah profit.

Biasanya mereka akan menanggapi perubahan harga pasar seperti ini dengan was-was. Misalnya saat harga emas sedang drop seperti saat ini, mereka yang invest besar di emas tentunya akan merasa sangat cemas. Namun tentu saja tidak semua investor perorangan akan berlaku seperti demikian, mereka yang serius dengan rencana dan strategi investasi yang lebih canggih dan lebih matang akan mampu menuai sukses besar. Warren Buffett adalah contoh dari salah seorang investor perorangan kelas dunia yang sudah sangat sukses. Saking suksesnya, banyak sekali orang yang mengidolakan Warren Buffet ini.

 

 

Yang Termasuk Ke Dalam Trader

 

Jika investor lebih berfokus pada produk yang akan dibeli, trader akan lebih berfokus pada sentimen dan juga kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham akan kurang mempedulikan tentang performa saham perusahaan yang akan dibeli, selama sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut bervalue positif ia akan membeli sejumlah sahamnya untuk secepatnya dijual kembali. Selain itu, ia akan mempertimbangkan tentang kondisi pasar, jika pasar saham sedang terpukul oleh runyamnya suasana politik yang membuat pasar menjadi tidak kondusif bahkan menjadikan indeks harga saham turun, maka ia tidak akan masuk ke dalam pasar hingga kondisinya menjadi normal kembali.

Dibandingkan dengan para investor, transaksi yang dilakukan oleh para trader akan cenderung lebih bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang lebih besar. Walau begitu, bila ditotal, jumlah volume dana yang digunakan bias saja tidak terlalu berbeda. Dan amat tergantung kepada dompet tiap trader tersebut. Dari hasil survey yang pernah dilakukan, sebagian besar trader yang mengandalkan sumber pendapatan hanya dari sektor trading (trading for living), baik di indeks saham futures, pasar saham, forex atau komoditi. Pada umumnya trader memiliki metode, strategi dan juga rencana yang jelas dan terarah karena biasanya mereka tak akan menahan posisi trading terlalu lama.

Mereka cenderung lebih suka menggunakan stop loss, target profit, dan juga risk/reward ratio guna membatasi kerugian serta mengatur keuntungan serta teknik-teknik dalam money management untuk memaksimalkan potensi profit yang mungkin tidak dipakai oleh para investor. Trader yang telah mahir akan masuk ke semua jenis pasar, baik itu pasar forex, saham, komoditi ataupun pasar futures. George Soros, pendiri dari Quantum Funds adalah contoh dari salah seorang trader kelas dunia yang amat sukses.

Ketika seorang trader sudah cukup suksesm biasanya ia akan menjadi seorang educator untuk bidangnya, melakukan pengembangan untuk software trading, menulis buku, mengadakan training ataupun seminar, dan hal-hal bermanfaat lain.

 

Walau sekilas kedua profesi tadi sama-sama terlihat simple, namun pada nyatanya pekerjaan mereka sama-sama memiliki tantangnya masing-masing. Dan untuk meraih kesuksesan pada dua bidang tersebut tentunya membutuhkan waasan yang luas, pengorbanan yang tak sedikit, serta tekad yang kokoh.

Oke, sekian dulu artikel kami tentang perbedaan antara trader dengan investor. Terimakasih sudah menyimak, see you next post!

(Dipost oleh Freelancer: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Sumber Artikel: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=124535&title=trader_dan_investor_apa_bedanya

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah

 

Sebagai seorang trader, tentunya harus mengetahui tentang sebab-sebab yang dapat menjadikan sebuah mata uang semisal rupiah mengalami penurunan nilai. Disamping akan mempengaruhi jumlah pendapatan yang dapat diperoleh, pelemahan rupiah juga akan mempengaruhi besaran perekonomian nasional baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Sejak akhir tahun 2013, trend arah pergerakan nilai tukar Rupiah terus saja melemah. Bahkan kini, rupiah sudah menembus level diatas 13.000 Rupiah per Dollar AS. Berbagai peristiwa yang terjadi telah diungkapkan oleh pemerintah dan juga para media. Dari sekian banyak faktor, faktor analis ekonomi disebut-sebut sebagai salah satu alasan terkuat mengapa Rupiah terus saja melemah. Realitanya, Rupiah memang salah satu mata uang terlemah yang ada di Dunia. Ini terlihat dari nilainya yang mudah sekali ditekan oleh perubahan kondisi ekonomi, baik itu di luar negeri maupun di dalam negeri.

Bila dijelaskan secara simple, faktor penurunan rupiah terjadi karena perekonomian Indonesia yang masih kurang mapan, pelarian modal asing ke luar negri, dan ketidak stabilan kondisi ekonomi dan politik. Untuk lebih jelasnya, silahkan menyimak artikel kami berikut ini.

 

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah

 

Perekonomian Yang Kurang Mapan

 

Rupiah termasuk ke dalam soft currency. Artinya, mata uang ini amat mudah untuk berfluktuasi ataupun mengalami depresiasi. Penyebabnya tak lain adalah karena perekonomian negara asalnya yang relatif kurang mapan. Mata uang negara-negara berkembang, pada umumnya adalah mata uang tipe ini. Sedangkan untuk mata uang negara maju semisal Dollar Amerika Serikat, digolongkan sebagai sebuah hard currency, yang karena kemampuannya untuk mempengaruhi nilai suatu mata uang yang lebih lemah.

Karakteristik khusus dari mata uang soft currency adalah faktor sensitivitasnya terhadap kondisi ekonomi internasional. Terjadinya krisis finansial, spekulasi di pasar finansial, dan juga ketidakstabilan ekonomi dapat berakibat pada jatuhnya nilai soft currency. Contohnya saja ketika krisis tahun 97/98 melanda, dan ketika perekonomian Indonesia sedang berada dalam bahaya. Begitu pula ketika terjadi krisis Subprime Mortgage di negri paman sam, Rupiah sempat terkena imbasnya.

Selain hal tadi, sebagai salah satu negara yang masih berkembang, Indonesia agaknya berbagi sentimen dengan negara berkembang lainnya. Artinya, dikala sentimen terhadap negara-negara berkembang secara umum dipandang baik, nilai Rupiah akan cenderung menguat. Sebaliknya, bila di negara-negara berkembang yang lain banyak terjadi kerusuhan, bencana, dan lain hal sebagainya, maka nilai Rupiah akan cenderung melemah.

 

Pelarian Modal (Capital Flight)
Modal yang beredar di Indonesia (terutama di pasar finansial), sebagian besar merupakan dana yang berasal dari modal investor asing. Ini menjadikan nilai Rupiah sedikit banyak akan tergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis yang ada di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis yang ada di negara ini, maka akan semakin banyak pula investasi asing yang menancapkan cakarnya di Indonesia. Dengan demikian, Rupiah akan menjadi semakin menguat. Sebaliknya, semakin negatif pandangan dari para investor terhadap Indonesia, Rupiah akan makin melemah.

Mari ambil contoh pemotongan dari stimulus yang dilakukan oleh pihak Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), baru-baru ini. Kebijakan uang yang cukup ketat (tight money policy) tersebut memicu para investor untuk memindahkan investasinya dari Indonesia untuk kembali ke negri asalnya. Selain kejadian tersebut, Indonesia juga sudah sering mengalami capital flight yang kemudian disusul dengan pelemahan nilai tukar Rupiah. Walau begitu, setelah terjadinya capital flight biasanya akan muncul investor baru dari negara lain yang menggantikan dana yang sudah dicabut oleh pemilik saham sebelumnya.

 

Ketidakstabilan Politik-Ekonomi
Dari dalam negeri, faktor yang paling mempengaruhi nilai tukar Rupiah adalah kondisi politik-ekonomi. Di masa-masa ketidak pastian menjelang pemilihan umum, biasanya investor cenderung merasa was-was dan akan menunggu hingga pemimpin baru telah terpilih. Kerika muncul sentimen ekonomi yang lebih meyakinkan, barulah investor melanjutkan progress investasinya terhadap Indonesia. Akibatnya, hampir setiap menjelang musim pemilu umumnya terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah.

Performa data ekonomi yang dimiliki oleh Indonesia semisal pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product), besaran inflasi, dan neraca perdagangan, juga turut mempengaruhi Rupiah. Pertumbuhan yang baik pastinya akan menyokong nilai pertukaran Rupiah. Namun seebaliknya, defisit neraca perdagangan yang terus saja bertambah akan membuat Rupiah menjadi terdepresiasi. Dua sisi dalam neraca perdagangan yaitu impor dan ekspor, sangatlah penting disini. Inilah sebabnya mengapa hal ini menjadi amat penting bagi Indonesia untuk menggenjot pangsa ekspor dan mengurangi tingkat ketergantungan pada produk impor di dalam negri.

 

Demikianlah uraian singkat dari kami tentang Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah. Kami rasa, ketiga faktor tersebut sudah bisa menggambarkan garis besar kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Namun, seiring dengan perbaikan kondisi neraca dagang dan peluang untuk menguatnya perekonomian Indonesia, nilai Rupiah juga akan ikut menguat.

Tipe-tipe Trader, Anda yang mana ?

Penggolongan type trader yang akan saya bahas kali ini amat berpengaruh terhadap kesuksesan dalam bertrading. Tidak peduli apakah anda seorang day trader, scalper, ataupun seorang swinger. Tidak peduli juga apakah anda seorang penganut aliran technical ataupun fundamental. Disini, saya tak akan membedakan type trader berdasarkan time frame ataupun jenis analisis yang anda pakai. Toh, apapun time frame yang anda gunakan atau apapun jenis analisis yang anda pakai, anda dapat menjadi seorang trader yang sukses.

Saya akan membagi type trader kedalam 2 kelompok yang akan menyebabkan perbedaan kemungkinan dalam  cara meraih sukses. Yaitu, trader yang disipilin dan trader yang tidak memiliki kedisiplinan. Jika anda diberi pertanyaan “apakah anda termasuk trader yang disiplin atau tidak?”, mungkin jawabanya “Wah, gimana yah? Saya kurang tau deh. hehe”

Jawaban seperti itu tentu saja bukan tanpa alasan. Jawaban tersebut terlontar karena si trader tersebut tidak tau bagaimana cara mengklasifikasikan seperti apakah ciri trader yang disiplin, atau tidak. Lalu, untuk mempermudah diri sendiri menilai diri pribadi masuk ke dalam type yang mana, mari kita lihat saja ciri masing-masing type trader seperti yang sudah saya jabarkan di artikel berikut. Selamat menyimak.

 

Dua Trader

Dua Trader

 

Trader Tidak Disiplin

Trader yang tidak disiplin memiliki ciri sebagai berikut:

  • Tidak memiliki system. Kalaupun memiliki system, akan cenderung tidak dituruti.
  • Tidak memahami bahwa karaketeristik dari setiap trader itu berbeda-beda.
  • Bertrading berdasarkan rekomendasi dari pihak lain. Entah itu dari trader lain, internet, forum dan sebagainya. Padahal terkadang tiap sumber tersebut tidak memakai metode yang sama, atau metode yang serupa dengan metode yang paling pas untuk anda.
  • Tidak memakai strategi risk management, money management ataupun strategy trade management.
  • Asalkan melihat peluang, langsung diambil tanpa perlu banyak pertimbangan. Hanya sekedar mengharapkan profit jangka pendek semata.
  • Bertrading berdasarkan aliran emosi.
  • Berpikir bahwa trading itu amat mudah dan merupakan sebuah jalan untuk cepat menuju kekayaan.

 

Trader Disiplin

Trader yang disiplin memiliki ciri sebagai berikut ini:

  • Memiliki dan mengikuti sebuah system tertentu dan mengikutinya dengan konsisten
  • Memahami pentingnya trading system, dan trading dengan menggunakan system yang sesuai dengan kondisi, situasi, serta style dirinya. (Ini adalah salah satu modal utama untuk mencapai kesuksesan di bidang forex)
  • Tidak mengandalkan sinyal ataupun hasil analisa dari pihak lain ketika menjalani sebuah sesi trading dan hanya melakukan trading apabila system yang digunakanya secara jelas memberikan sinyal positif
  • Memahami pentingnya apa itu risk management, money management ataupun trade management
  • Tidak asal begitu saja mengambil peluang untuk mengambil sejumlah profit jangka pendek semata
  • Memahami dengan persis seperti apa pengaruh emosional dalam bertrading dan dapat mengendalikan emosi dengan efektif.
  • Memahami bahwa untuk menjadi seorang trader yang sukses amatlah memerlukan waktu, ilmu pengetahuan, dan pengalaman. Jadi, tidak ada ceritanya mengharapkan sukses secara instant

 

Nah, sekarang cobalah untuk mereview diri anda. Dari point-point yang kami tuliskan di atas, kira-kira mana yang lebih banyak bisa menggambarkan karakter anda dalam bertrading? Memang, menjadi trader yang disipilin bukan berarti anda bisa langsung mendapatkan profit yang berjalan dengan konsisten. Akan tetapi, bagaimanapun untuk menjadi seorang trader yang sukses anda harus terlebih dulu menjadi seorang trader yang disipilin. Hal ini dikarenakan tidak adanya trader yang sukses dari kelompok golongan trader yang tidak disiplin.

Jikapun anda merasa masih belum menjadi seorang trader yang disiplin, bukan berarti anda kemudian sudah menerima vonis kegagalan untuk menjadi trader kok. Bukankah tidak ada kata terlambat untuk mengubah diri? Diri anda yang sekarang, merupakan bentukan dari masa lalu yang sudah anda jalani. Diri anda di masa depan merupakan hasil bentukan dari apa saja yang anda lakukan sekarang. Lantas?

Kalaupun hingga saat ini anda masih merasa gagal, just forget the past. Jangan pernah berkutat dengan masa lalu. Ubahlah diri anda mulai dari sekarang. Dan nikmati hasilnya di masa yang akan datang. Omong-omong, kalaupun anda kemudian mengambil keputusan untuk tidak menjadi seorang trader, kebiasaan disiplin akan tetap memiliki efek bagus kok bila ia diterapkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan ini, tidak memandang apapun profesi anda. Jadi, tidak ada ruginya anda menjadikan disiplin sebagai sebuah kebiasaan dirikita sehari-hari.

Sejatinya, melatih kedisiplinan memang tidak mudah. Namun, bukan berarti mustahil. Dengan tekad dan niatan yang baik, semua hal baik bisa diperoleh. Bilapun anda menemui kegagalan, itu adalah cara tuhan untuk mendidik anda menjadi seseorang yang lebih baik lagi, dan lebih berkualitas di masa depan. Jadi, janganlah merasa bosan untuk menggembleng diri anda sendiri. Kalo bukan anda yang peduli terhadap kedisiplinan diri sendiri, siapa lagi yang akan peduli?

Baik, cukup sekian artikel singkat dari kami tentang Tipe Trader Yang Manakah Anda? Terimakasih sudah menyimak. See you next post!

(Dipost oleh Freelancer: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman