Apa itu Strategi Naked Trading?

Apa itu Strategi Naked Trading? – Ada beberapa strategi trader yang dapat digunakan untuk melakukan trading. Salah satunya adalah strategi Naked Trading. Strategi Naked Trading adalah strategi yang digunakan tanpa membutuhkan indikator apapun kecuali chart. Trading ini didapatkan berdasarkan pengalaman. Tanpa disadari, hampir semua trader pernah menggunakan metode Naked Trading ini.

Naked trading sekilas memang mirip dengan spekulasi. Metode ini jika dipelajari dengan sungguh-sungguh akan menambahkan pengetahuna baru seputar forex yang akan menjadi sumber kepercayaan diri dan disiplin terhadap rencana trading yang sudah teruji maupun yang anda putuskan akan menjadi trading planner andalan. Menggunakan Naked Trading dapat membuat anda merasakn asam-garamnya dunia trading sehingga mental anda akan semakin terasah. Selebihnya, anda tinggal bergantung dengan keberuntungan dan harapan.

Mempraktekan Strategi Naked Trading

Kendati Naked Trading terdengar “nekad” dan tanpa pertimbangan yang matang, namun strategi ini ternyata tidak hanya digunakan oleh trader pemula saja, melainkan juga digunakan oleh trader profesional. Para trader profesional memilih menggunakan Naked Trading daripada bergantung dengan indikator yang lebih pasti karena ingin menambah pengalaman dan mempertajam intuisi yang dimiliki.

Jika anda ingin ikut mempraktekkan Naked Trading, berikut adalah langkah-langkah Naked Trading yang bisa anda lakukan.

  1. Pelajari PASR

Langkah pertama dalam mempelajari Naked Trading adalah dengan mempelajari basic PASR (Price, Action at Support and Resistance). Caranya dengan memahami sampai menentukan level-level support dan resistance yang sesuai dengan pemahaman yang telah dimiliki oleh trader.

  1. Pelajari Pola Candlestick Pattern

Beberapa jenis candlestick pattern dasar seperti Shooting Star, BU/BE Engulfing, Hammer, Pirecing, Dark Cloud dan Jodi secara spesifik bisa digunakan untuk mengidentifikasi keadaan pasar.

  1. Pelajari Fibonacci Retracement

Ketika trader mulai mempelajari Fibonacci Retracement maka akan menjadi bekal untuk mengukur level retracement pada sebuah tren yang telah terjadi sebelumnya.

Jika ketiga langkah tersebut sudah dapat dikuasai, maka trader hanya perlu mengkombinasikannya hingga menjadi strategi yang sederhana namun menjanjikan profit. Inilah yang menjadi ciri-ciri dari strategi Naked Trading yang bukan hanya mengandalkan spekulasi.

Strategi Naked Trading Bagi Trader Pemula

Banyak trader pemula yang memahami keunggulan dari Naked Trading namun tidak berani mencoba. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sudah nyaman dengan indikator andalannya ataupun ragu karena harus tenggelam dalam teori Price Action dan Price Pattern terlebih dahulu. Kedua teori ini memang diakui sulit oleh beberapa trader karena membutuhkan ketelitian untuk mengenali pola-pola harga walaupun sekilas tampak sederhana. Jika anda salah satu trader pemula yang ingin mencoba Naked Trading, anda tidak perlu takut. Coba fokuskan sistem anda dengan menggunakan teknik sederhana berikut ini.

  • Breakout Candle Doji Star

Pola Candle Doji diperkenalkan dalam pelajaran awal Price Action sebagai informasi candle dasar. Doji selain sering muncul di chart, juga sangat mudah dikenali. Sebenarya Doji merupakan pola candlestick dengan body yang sangat kecil dan shadow panjang. Formasi ini sering diartikan sebagai keraguan pasar dalam bergerak kearah tertentu, baik naik atau turun karena market tidak memiliki sentimen yang pasti.

  • Po2la Flag untuk Mengenali Penerusan Trend

Jika Doji dirasa terlalu sulit karena memerlukan ketelitian dalam melihat detail pola setiap candle, maka Naked Trading yang menggunakan Price Pattern dapat dijadikan solusi. Salah satu price pattern yang dapat diikuti adalah pola Flag yang bisa dimanfaatkan untuk melengkapi strategi penerusan trend. Pola Flag terbentuk dari koreksi harga yang ada di tengah trend. Karena sinyal tersebut muncul berlawanan dengan arah trend maka seolah memberikan sinyal pembalikan. Koreksi tersebut hanya bersifat sementara dan harga akan kembali ke trend utama. Ketika proyeksinya benar-benar terjadi, maka saat itu pola flag terkonfirmasi.

Naked Trading akan memberikan hasil yang menjanjikan jika trader mau mempelajari price pattern dan menganalisan pergerakan harga pada real time trading. Hal ini ditujukan agar dapat memanfaatkan waktu daripada hanya menunggu kepastian dari indikator yang terkadang lambat dalam memberi sinyal. Inilah nilai lebih Naked Trading yang dapat anda andalkan.

Belajar Trading Forex Dari Hary Suwanda

Belajar Trading Forex Dari Hary Suwanda – Hary Suwanda adalah salah satu trader sukses Indonesia. Hary mulai dikenal publik sejak menjadi pembicara dalam seminar trading di berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya sampai disitu, Hary juga telah menulis dua buku tentang pasar modal. Banyak peserta yang menghadiri seminarnya mengatakan bahwa Hary adalah trader sukses Indonesia. Kendati kini telah sukses menjadi trader sekaligus menjadi CEO Lumen Capital Resource yang terlebih dahulu menggeluti saham, Hary ternyata tidak serta-merta sukses. Banyak rintangan yang harus ia lalui sebelum duduk di singgasana kesuksesannya saat ini.

Tentang Hary Suwanda

Hary Suwanda mengenal trading setelah dirinya di PHK dari sebuah perusahaan pada krisis moneter tahun 1998. Saat itu jabatannya adalah seorang asisten Manager yang membuatnya harus kehilangan pekerjaan ditengah persiapan pernikahannya. Alumni dari ITS Surabaya 1989 dan IEU Surabaya 1994 ini harus bekerja keras menghadapi kenyataan yang menimpanya saat itu.

Berbagai pekerjaan seperti pada Oil & Gas proyek Caltex Riau, Land Clearing di Hutan Kiliranjao di perbatasan Sumbar dan Riau hingga bisnis  Multi Level Marketing pernah ia geluti. Pekerjaan MLM jaman dahulu tidak seperti sekarang yang mudah diakses dengan menggunakan teknologi Smartphone. Hary harus menggunakan sistem door-to-door dalam menjalankan bisnisnya dan tidak jarang ia mendapat respon penolakan hingga usiran. Namun Hary tidak menyesal dan ia merasa memperoleh pengalaman dan keberanian berbicara di depan publik dari bisnis MLM tersebut yang kelak menjadi bekal ketika Hary menjadi pemateri seminar.

Hary berhenti dari bisnis MLM akibat hal yang terjadi pada Pasar Modal tahun 2004. Kemudian Hary memutuskan untuk menjadi trader yang ia pelajari secara otodidak dari buku-buku perpustakaan UBAYA. Tidak hanya itu, Hary pun mempertajam pengetahuannya dengan mengikuti workshop-workshop trading hingga ia berhasil trading for living seperti saat ini. Pengalaman pahitnya di PHK kini berbuah manis.

Trading Ala Hary Suwanda

Hary mengaku tertarik dengan dunia trading karena sifat trading yang independen yang membuatnya tidak bergantung kepada orang lain. Trading hanya berkisar antara trader dan layar monitor tempat mengecek pergerakan harga dan segala kebutuhan trading. Instrumen yang menjadi konsentrasi Hary adalah saham. Sedangkan trading forex hanya sebagai selingan dan Options hanya digunakan sebagai proteksi. Options yang dimaksud Hary disini bukan Binary Options, melainkan US Options.

US Options adalah Options yang diperdagangkan secara resmi pada bursa-bursa Options Amerika seperti CBOE, CBOT, CME, NYMEX dan bursa-bursa lainnya. Perbedaannya dengan Binary Options adalah Binary hanya perusahaan yang dibuat oleh broker forex serta tidak memiliki bursa resmi dan lembaga otoritas atau badan pengawasan yang kredibel. Hal ini perlu diwaspadai terutama trader pemula. Dari ketiga instrumen yang disebutkan sebelumnya (saham, forex dan Options) Hary merasa bahwa saham lebih nayamn ditradingkan serta lebih profitable dari pada dua instrumen lainnya.

Trading dengan Metode Quantitative Trading ala Hary Suwanda

Dalam melakukan trading, Hary memilih menggunakan metode Quantitative Trading. Metode ini merupakan pengembangan dari analisa teknikal yang berusaha menutupi kelemahan analisa teknikal. Kesimpulannya, metode Quantitative ini merupakan analisa teknikal yang lebih modern. Sedangkan dalam bertrading forex, Hary memilih menggunakan strategi Swing Trading.

Metode Quantitative Trading yang digunakan oleh Hary Suwanda terinspirasi oleh idolanya James Harris Simons, yang juga merupakan ahli matematika sekaligus investor asal Amerika. Jim Simons memiliki julukan The Quant berkat kejeniusannya dalam bidang Matematika Kuantum. Keahlian Jim Simons dan teamnya selalu sukses menembus Wall Street serta memperoleh profit yang besar. Meski demikian cara trading Hary berbeda dari Simons, karena dirasa startegi Simons ini lebih tertutup.

Hary Suwanda kini sudah jarang menjadi pembicara dalam seminar trading di berbagai kota. Hary lebih memilih fokus menjalani tradingnya dari rumah. Fokus trading Hary juga lebih pada saham, meski terkadang ia masih bertrading forex dan US Options.

Berani Bertrading Lawan Arus? (Trading ala Bandar)

Berani Bertrading Lawan Arus? (Trading ala Bandar) – Trading forex merupakan perdagangan mata uang yang penuh dengan resiko. Inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang memilih untuk menjauhi investasi ini ketimbang mendekatinya, walaupun forex menjanjikan profit yang besar. Bahkan tidak sedikit trader pemula yang memilih meninggalkan pasar ini sebelum rugi semakin banyak. Hanya sebagian kecil saja dari trader pemula ini yang mendapatakan keuntungan yang diharapkan. Lalu apakah kira-kira yang menjadi rahasia sukses trader pemula ini hingga mengantarkannya kepada nasib yang berbeda dengan trader lainnya?

Trading Melawan Arus (Trading ala Bandar)

Warren Buffet mengatakan jika rahasia terbesar dalam trading yang sukses adalah bertrading dengan kehati-hatian serta kesabaran. Trader harus waspada ketika berada dalam moment-moment yang berbahaya seperti level mendaki yang terlalu tinggi atau juga yang menurun tajam. Trader yang baik tidak hanya akan mengikuti arus rombongan, namun ia memiliki analisis sendiri tentang apa yang akan ia lakukan kedepannya, walaupun itu hanya analisis sederhana. Siapa tahu anda yang memiliki analisis pasar sederhana bisa bertrading melawan arus dan menghasilkan keuntungan besar.

Salah satu yang memanfaatkan strategi trading melawan arus ala bandar adalah trader Contrarian. Trader Contrarian adalah perencana eksekusi trading melawan sentimen dan opini trader mayoritas. Seperti yang kita ketahui bahwa sentimen pasar mayoritas mampu mendorong atau menekan harga ke salah satu arah dalam periode tertentu. Namun tentunya harga ini tidak akan bergerak ke satu arah selamnaya. Ketika harga ini mencapai titik jenuh (overbought) maka bisa jadi akan berbalik arah.

Ketika overbought terjadi, harga akan memiliki potensi mengalami retracement dan rehersal. Pada kesempatan itulah trader contrarian dapat meraih keuntungan besar dalam waktu singkat dengan memasang posisi trading bertentangan dengan sentimen mayoritas. Alasan mengapa trader Contrarian memilih sentimen minoritas adalah karena ia melihat gejala divergensi. Divergensi merupakan pergerakan arah indikator yang berlawanan dengan arah trend terkini. Jadi ketika pada chart menunjukkan penurunan, mungkin saja indikator yang digunakan oleh trader Contrarian menunjukkan kenaikan. Berdasarkan hal ini divergensi menunjukkan gejala bahwa arah pergerakan trend saat ini mulai kehilangan momentum dan akan berbalik arah atau mengalami koreksi.

Divergensi menjadi penentu langkah trader Contrarian. Divergensi sendiri membutuhkan indikator untuk yang mampu menunjukkan momentum. Beberapa indikator seperti indikator RSI, MACD, Stochastic dan inikator lainnya dapat digunakan. Hanya saja penggunaannya tentu tidak semudah saat mengatakan. Trader Contrarian perlu banyak belajar agar tidak terjadi kesalahpahaman akan konsep dasarnya dan tidak terjebak dalam posisi kerugian.

Hal yang Harus Dihindari Trader yang Melawan Arus

Strategi yang digunakan oleh trader Contrarian membutuhkan jam terbang yang tinggi. Trader pemula yang menggunakan strategi ini harus bersiap-siap untuk menemukan hal-hal yang tidak terduga. Sebelum memastikan untuk menjadi trader Contrarian, perhatikan beberapa hal berikut agar anda terhindar dari kesalahan strategi.

  • Jangan terburu-buru mengambil keputusan

Sinyal Divergence tidak menjamin akurasi 100 persen. Trader Contrarian harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya Loss sebelum mengeksekusi market. Jika trader berani membuka hanya karena ada sinyal kecil yang muncul maka ada kemungkinan anda mengalami kerugian yang tinggi.

  • Tidak menggunakan manajemen resiko yang benar

Trader pemula biasanya hanya membuka posisi tanpa memperhatikan resiko. Padahal kunci dari keberhasilan trader Contrarian adalah memastikan resiko lebih kecil dari keuntungan. Tanpa manajemen resiko kerugian tidak akan terkontrol.

  • Tidak mengeTrading ala BandarTrading ala BandarTrading ala Bandtahui kapan harus exit

Keuntungan dari sinyal divergensi baru bisa didapatkan setelah anda menutup posisi. Padahal sinyal berbalik harga dapat terjadi sewaktu-waktu sebelum sempat ditutup. Oleh sebab itu, trader harus mengetahui kapan waktu exit yang tepat.

Cara Trading Supply dan Demand untuk Trader Forex Pemula

Cara Trading Supply dan Demand untuk Trader Forex Pemula – Dalam forex tentu kita pernah mendengar istilah supply dan demand. Supply yang berarti penawaran dan demand yang merupakan permintaan akan terjadi ketika ada barang yang dijual maupun barang yang dibeli. Hal ini juga berlaku dalam pasar forex yang menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli valas. Supply dan demand mungkin bukan hal yang besar ketika berbicara dalam lingkup trader profesional, namun bagaimana supply dan demand dalam lingkup trader pemula yang notabene baru dalam dunia trading?

Konsep Dasar Trading Supply dan Demand untuk Pemula

Sebelum masuk dalam hubungan supply dan demand dalam trader pemula, kita harus mengetahui konsep dasarnya terlebih dahulu. Supply adalah jumlah barang yang tersedia pada satu waktu di pasar, sedangkan demand adalah jumlah barang yang diinginkan pada satu waktu. Agar lebih paham, mari kita menelaah contoh kasus berikut ini.

Suatu barang mengalami peningkatan pada supply-nya, sedangkan jumlah permintaannya tetap stabil. Maka yang terjadi dari sisi pedagang adalah terjadi siklus pertukaran uang dan pembaharuan barang yang dapat diindikasikan bahwa pedagang telah mengalami kerugian karena barang tidak laku. Agar tidak mengalami kerugian yang semakin membesar, pedagang akan menurunkan harga agar minat pembeli dapat kembali naik. Sebaliknya kurangnya ketersediaan barang dan tingginya permintaan akan menaikkan nilai barang tersebut.

Singkatnya, konsep yang dapat disimpulkan dari keterkaitan diatas adalah:

Jika demand naik dan supply tidak berubah maka kelangkaan barang akan terjadi sehingga harga barang akan naik.

Saat demand menurun dan supply tidak berubah maka penumpukan barang akan terjadi dan harga akan turun.

Jika demand tetap dan supply meningkat maka penumpukan barang akan terjadi dan harga akan turun.

Saat demand tetap dan supply turun maka kelangkaan barang akan terjadi dan harga akan naik.

Konsep dasar supply dan demand sangat penting dipahami oleh para pemula. Ketika trader pemula dapat memahami konsep dasar ini dan konsep dasar lainnya, tidak menutup kemungkinan trader akan dapat membaca pergerakan pasar hingga ke akarnya.

Jenis Entry Trading Supply dan Demand

Terdapat dua hal yang akan menjadi dasar entry dalam cara trading pemula dengan supply dan demand. Kedua jenis entry ini menawarkan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

  1. Entry Breakout

Pada jenis entry breakout, order akan dieksekusi langsung ketika harga telah berhasil menembus suatu resistance ataupun support. Entry jenis ini sering digunakan pada sistem trading dengan menggunakan Channel seperti Bollinger Bands, Donchian Channel ataupun pada Chart Pattern. Kelebihan jenis entry breakout adalah trader tidak akan pernah tertinggal ketika harga sedang trending dalam satu arah. Breakout jenis ini memang sangat baik untuk mendeteksi pergerakan awal suatu pasar trending. Kelemahan dari jenis entry breakout adalah false breakout.

False breakout merupakan seuatu kejadian yang pada awalnya akan mencerminkan penembusan harga dari support dan resistance, tetapi kemudian gagal karena harga tidak mempertahankan eksistensinya diluar support dan resistance. Malahan harga akan kembali naik ketika menembus level harga. False berakout sering kali dapat menipu dan menghabiskan dana trader, terutama trader tanpa perhitungan money management yang baik.

  1. Entry Pullback

Pullback adalah sejenis entry setelah breakout. Dalam hal ini trader harus terlebih dahulu menunggu sebelum masuk dalam satu posisi. Memang belum bisa dipastikan bahwa breakout sudah valid atau belum namun dengan menunggu hingga harga melakukan pullback, kita akan mendapatkan harga yang lebih baik dengan resiko rendah dan reward yang lebih tinggi. Intinya, tingkat keberhasilan dari entry pullback bisa lebih baik dibandingkan entry breakout.

Ini merupakan trading untuk pemula yang memang masih berada dalam level rendah. Selanjutnya jika anda sudah merasa mahir dalam bertrading maka anda dapat melakukan trading supply dan demand maka anda bisa melanjutkan ke level yang lebih tinggi.

Candlestick Bisa Dimanfaatkan Untuk Meningkatkan Profit Trading Lho

Candlestick Bisa Dimanfaatkan Untuk Meningkatkan Profit Trading Lho – Candlestick merupakan metode charting kuno yang muncul di Jepang dan telah terbukti akurasinya dari dahulu hingga saat ini. Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya menjadi bagian dari analisa teknikal populer yang digunakan oleh para trader. Sebagai penjelas, analisa dengan pola candlestick termasuk dalam metode analisa diskresional. Artinya analisa teknikal melalui pola candlestick ini mengandalkan intuisi subjektif trader dalam memahami pola harga yang terdapat pada chart hingga menjadi suatu eksekusi trading yang aktual. Dalam implikasinya profit konsisten dapat didatangkan dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi.

Pola Candlestick yang Menguntungkan

Semakin banyak perkembangan dalam dunia forex, semakin banyak pula bermunculan variasi pola candlestick seperti pola satu batang, dua batang dan seterusnya. Namun, dari semua pilihan tersebut ada beberapa pola candlestick yang menguntungkan sehingga harus diketahui.

Pola candlestik pada umumnya akan mengikuti sistematika analisis teknikal sinyal konfirmasinya selalu siaga agar mudah dipahami oleh para pemula. Tingkat sinyal berarti candlestick telah membentuk pola yang akan menunjukkan pergerakan naik atau turun, hanya saja trader belum disarankan untuk memasang posisi terlebih dahulu. Trader sudah disarankan oleh tingkat konfirmasi candlestick agar memasang posisi mengikuti arah pergerakan yang sesuai dengan pola yang muncul.

Berikut adalah kategori pola candlestick menguntungkan yang sesuai dengan bentuk konfirmasi dalam pembukaan posisi.

  • Pola Pinbar

Pola Pinbar adalah salah satu pola candlestick menguntungkan yang paling banyak muncul dalam chart. Pattern ini mudah dikenali karena bentuk shadownya yang selalu lebih panjang daripada badan dan ujung nose. Semakin panjang shadow dibandingkan dengan nose dan body maka semakin tinggi indikasi kemungkinan akan terjadi penerusan trend dan reversal. Pola candlestick pinbar ini terbentuk karena adanya indikasi sentimen pasar yang tadinya menuju ke suatu arah tetapi kemudian berbalik arah dan meninggalkan jejak shadow yang panjang. Contohnya pada saat harga mendekati batas resistance dan support, pin akan menunjukan akan terjadinya reversal.

  • Pola Inside Bar

Pattern candlestick ini biasanya sering muncul saat trend mencapai titik tertinggi dan terendahnya. Pola Inside Bar selalu diwakili dengan karakteristik dua batang candlestick, yang mana salah satu batangnya lebih kecil dan berada dalam range Mother Bar. Pattern candlestik Inside Bar dapat mengidentifikasi konsolidasi antara penjual dan pembeli. Di mana keduanya masih saling tarik-ulur sampai salah satu pihak mendominasi dan terbentuk trend baru.

  • Pola Three Outside Up dan Tree Outside Down

Pola ini termasuk dalam pola pengembangan dari Inside Bar. Bedanya pola ini menciptakan candle pertama yang lebih kecil atau berada dalam candle berikutnya. Hal ini menandakan bar pertama dan kedua mengalami tekanan antara penjual dan pembeli semakin besar dan bar ketiga akan mengkonfirmasi pemenang diantara keduanya. Tugas Pola Three Inside Up adalah mengindikasikan terjadinya reversal Bearish, sedangkan pola Three Inside Down menandakan peluang reversal bullish.

  • Pola Evening Star dan Morning Star

Pola ini masuk dalam pola yang menguntungkan. Formasinya terdiri atas pola tiga batang candlestick yang mengindikasikan keraguan pelaku pasar. Namun, candlestick ketiga mengkonfirmasi ke mana haluan arah harga berikutnya. Pola Evening Star mengindikasi reversal bearish, sebaliknya Pola Morning Star yang muncul setelah periode tren menurun, maka akan ada keungkinan besar untuk reversal bullish.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menyaring tingkat akurasi pola candlestick adalah dengan memperhatikan pilihan timeframe. Timeframe tinggi umumnya akan menghasilkan noise yang lebih rendah daripada pola candlestick pada timeframe rendah, sehingga tingkat akurasi sinyal tradingnya lebih tinggi. Lainnya, jangan terburu-buru ketika melakukan market order sebelum ada konfirmasi dari batang candlestick lainnya. Gunakan indikator yang memiliki akurasi tinggi seperti RSI dan MACD.

Yuk Kenalan Dengan Sinyal Golden Cross dan Death Cross

Yuk Kenalan Dengan Sinyal Golden Cross dan Death Cross – Menjadi seorang trader tidak hanya dituntut untuk dapat melakukan trading saja, juga harus bisa membaca analisa pasar yang terjadi. Ini berguna untuk menentukan langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya.

Sinyal Golden Cross dan Death Cross

Dalam membaca analisa saat trading forex, anda mungkin akan menemukan apa yang disebut dengan Golden Cross ataupun Death Cross. Keduanya yaitu Golden Cross dan Death Cross dianggap sebagai suatu sinyal akurat dalam trading forex.

Golden Cross

Golden Cross merupakan pola breakout ketika bullish terjadi. Bullish ini berasal dari perlintasan antara Moving Average periode rendah ke atas Moving Average yang berperiode lebih tinggi. Moment Golden Cross menandakan bahwa bullish akan segara terjadi. Contoh terjadinya Golden Cross misalnya ketika Moving Average 15-day yang  kemudian Moving Average 50-day bergerak melintas di atas Moving Average 100-day hingga seterusnya.

Kendati bisa terjadi pada semua Moving Average namun ada kombinasi-kombinasi yang paling umum untuk menyempurnakan Golden Cross yang terjadi diantaranya:

  • Gabungan yang paling sering dipakai adalah antara MA 50-day dan MA 200-day. Khususnya sebagai indikator breakout bullish di pasar saham seperti S&P500 dan IHSG.
  • Dibandingkan persilangan Moving Average, Golden Cross pada MACD sering dinilai lebih bagus untuk menilai pergerakan harga aset tertentu. MACD Golden Cross juga bisa digunakan sebagai alat analsisi saham dengan memanfaatkannya sebagai pemantau IHSG dan saham individual di Bursa Efek Indonesia.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Golden Cross:

  • Golden Cross yang disertai dengan volume trading tinggi akan memperkuat sinyal bullish.
  • Sinyal yang muncul dari gabungan MA 50-day dan MA 200-day dianggap lebih bagus dibandingkan kombinasi MA-5 dan MA-15 pada intraday. Semakin besar timeframe chart, maka makin kuat dan tahan lama sinyal Golden Cross yang muncul.
  • Sinyal Golden Cross pada Moving Average sering dikombinasikan bersama indikator tipe Oscillator ketika melakukan trading jangka pendek. Melacak serta memperoleh moment yang tepat saat uptrend atau overbought. Indikator ini akan membuat anda lebih mudah sehingga anda bisa mendapatkan titik entry yang lebih ideal.

Banyak trader yang setiap saat memeriksa apakah terjadi Golden Cross di chart. Tujuannya bukan sebagai stimulus untuk melakukan buy melainkan memastikan bahwa sentimen pasar condong bullish.

Death Cross

Death Cross muncul pada sinyal di permulaan pasar. Ini terjadi ketika bearish terbentuk dari silang lintas antara Moving Average periode rendah menuju ke bawah Moving Average dengan periode lebih tinggi. Contoh terjadinya Golden Cross misalnya Moving  Average 15-Day bergerak melintas ke bawah MA 50-Day, kemudian Moving Average bergerak melintas kebawah MA 100-Day, begitu seterusnya.

Terbentuknya Death Cross bersamaan dengan Moving Average yang berperiode lebih tinggi akan secara otomatis menjadi level resisten baru di pasar bearish yang akan datang. Misalnya MA-5 bergerak melintasi ke bawah MA-15. Maka ketika harga benar-benar merosot, garis MA-15 akan menjadi resisten bergerak yang baru.

Para trader berpendapat bahwa sinyal yang diberikan oleh Death Cross lebih lemah daripada Golden Cross. Pada trading jangka panjang sinyal dari Death Cross lebih mudah dibatalkan. Apalagi jika ada faktor-faktor lain yang turut meramaikan pasar. Sinyal Death Cross juga pada timeframe yang besar sangat temporer. Hal ini sangat bertolak belakang dengan Golden Cross yang akan semakin valid pada timeframe besar.

Cara untuk melakukan trading forex dengan menggunakan sinyal Golden Cross dan Death Cross tentu harus memperhatikan beberapa batasan untuk mengurangi nilai kekeliruan. Batasan ini menjadi sangat penting karena sinyal Death Cross dan Golden Cross yang dihasilkan dari potongan indikator Moving Average belum mampu memberikan kondisi yang valid.

Strategi Hedging Tidak Cocok untuk Trader Tipe Ini

Strategi Hedging Tidak Cocok untuk Trader Tipe Ini – 

Banyak trader yang meyakini jika strategi hedging dalam forex bisa menjadi cara efektif dalam mengurangi resiko. Strategi Hedging yang merupakan cara trading dengan menahan dua posisi trading yang berlawanan memang cukup menarik untuk diterapkan. Strategi ini digunakan untuk menghindari resiko dalam bertrading. Kendati demikian hedging sendiri biasanya memiliki resiko yang lebih besar dari resiko yang akan diatasi.

Faktanya banyak trader yang justru merasa kesulitan mengambil manfaat dari strategi hedging. Banyak dari trader yang terjebak locking positions, yaitu situasi dimana trader tidak tahu kapan saat melepas salah satu posisi hedging. Trader juga bisa terjebak dalam kerugian karena membuka dua posisi sekaligus yang artinya juga terkena spread dua kali. Biaya yang dikenakan spread tentu tidak bisa dianggap remeh begitu saja apalagi jika volatilitas harganya sedang tidak stabil. Itulah mengapa tidak semua trader cocok denga strategi trading yang satu ini. Agar terhindar dari resiko di atas, maka hindari trading dengan hedging jika anda termasuk dalam tipe trader berikut ini.

  1. Sering Salah Analisa

Hal pertama yang dibutuhkan ketika akan melakukan trading adalah memiliki ketajaman analisa. Tarder perlu mengetahui kapan peluang pergerakan harga terlebih dahulu sebelum mengetahui kapan saatnya melakukan hedging pada posisi loss, level hedging mana yang bisa dibuka serta teknik apa yang seharusnya diterapkan. Jika analisa yang anda lakukan tidak akurat, bisa jadi strategi hedging yang anda lakukan akan mengalami kegagalan. Resiko kesalahan pada strategi ini bisa berlipat ganda akibat anda harus mengatur lebih dari 1 posisi. Ketidakpastian dalam strategi hedging menyebabkan kerugian yang tidak perlu.

  1. Tidak Memiliki Money Management

Tahap dalam hedging adalah memerlukan pembukaan minimal 2 posisi trading. Jadi pastinya dengan melakukan hedging anda akan memperbesar ukuran dan resiko trading. Belum lagi adanya spread yang perlu diperhitungkan karena masing-masing posisi akan dikenai potongan biaya trading tersebut. Agar akun trading anda tetap aman meski anda membuka banyak posisi atas dasar keperluan hedging, dapat dipastikan anda membutuhkan ketahanan dana yang cukup sebagai penopang posisi-posisi yang masih floating. Trader harus menjadikan Money Management agar anda bisa menempatkan ukuran trading pada tiap posisi secara ideal.

  1. Emosional

Emosi dalam trading bisa dikatakan sebagai dua hal yang tidak bisa saling beriringan. Trader selalu diminta untuk dapat meminimalisir pengaruh emosinya karena emosi kebanyakan akan mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil dan bisa jadi berakhir dengan kerugian besar. Sayangnya, tingkat kesulitan, tekanan dan resiko dalam strategi hedging akan membuat trader lebih rentan terhadap ketidakstabilan emosi. Jika anda ingin membuka posisi pertama, terlebih dahulu anda harus membuka posisi kedua. Jika order tidak berhasil maka selanjutnya anda harus hedging dengan posisi ketiga. Ketika kegagalan ini masih berlanjut maka tidak menutup kemungkinan anda akan membuka posisi ke-4, ke-5 dan seterusnya. Semua hal yang dilakukan hingga anda harus open posisi beberapa kali telah dipengaruhi oleh emosi yang terbentik sebelumnya.

  1. Kurang Pengalaman

Ketajaman analisa, Money Management yang terstruktur serta pengendalian emosi merupakan 3 hal yang pasti akan berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman trading. Inilah megapa pengalaman baik maupun sebaliknya perlu tetap di perhatikan. Oleh sebab itu, trader pemula yang belum memiliki pengalaman tidak direkomendasikan untuk menggunakan strategi hedging. Strategi hedging cocok untuk mereka yang masih bertahan di pasar forex yang pastinya telah banyak belajar dan berlatih untuk menghadapi kesulitan hedging. Selain itu, para trader berpengalaman telah memiliki kesadaran dan mentalitas yang sangat dibutuhkan untuk menjamin stabilitas emosional.

Pola Bull Trap dalam Trading Forex

Pola Bull Trap dalam Trading Forex – Pernahkan anda merasa terjebak dalam keadaan yang mana isyarat pola sudah benar-benar mendukung bullish continuation tapi harganya malah bergerak turun menembus resistance. Fenomena ini dikenal dengan fenomena Bull Trap atau juga yang dikenal sebagai salah satu kondisi fake breakout. Jika anda trader yang tidak mau terjebak dalam situasi ini, anda perlu belajar strategi menghindari market ini.

Ada tiga tahapan yang bisa anda lakukan untuk menghadapi jebakan market dengan cerdik yaitu:

  1. Memahami Dasar Bull Trap

Bull Trap pada dasarnya adalah pola Price Action yang menjadi cermin perilaku pasar. Oleh sebab itu Bull Trap bisa diidentifikasi dari sebuah kecenderungan psikologi trader. Bull Trap sebenarnya bisa dideteksi sejak dini jika anda memahami bagaimana alurnya.

Kronologi terjadinya Bull Trap yaitu ketika harga sedang Uptrend dan mendekati level resistance. Pada saat ini trader mulai masuk dalam posisi buy karena mengantisipasi breakout. Kemudian ketika harga menyentuh resistance, posisi trader yang memiliki pending order Sell Limit akan terpancing. Seiring dengan pengauatan harga, posisi seller mulai tertutup satu per satu baik karena Stop Loss maupun di close manual oleh mereka yang khawatir Loss lebih besar. Selanjutnya, ketika likuiditas sudah menipis maka harga akan berbalik kembali ke area resistance. Para buyer yang tadinya menyambut fenomena ini dengan bahagia mulai panik dan buru-buru menutup order yang memicu penurunan lebih lanjut.

Inilah fenomena yang terjadi untuk mengecoh buyer padahal Bull Trap tidak lebih dari sekedar pola harga yang menggambarkan Fake Breakout. Jika anda telah faham dengan perilaku dasar maka anda akan mengatahui jika Bull Trap merupakan visualisasi tindakan para trader amatir yang sering dimanfaatkan oleh trader pro.

  1. Mengenali Pola Bull Trap

Agar anda terhindar dari kepanikan saat terjadi Bull Trap maka anda perlu belajar mengidentifikasi pola sebelum membuat keputusan trading apapun. Bull Trap hanya akan mengenai mereka yang mengharapkan penerusan uptrend dan indikasi Breakout resistance. Jadi trader harus waspada dengan formasi Bearish Reversal di Area Resistance. Secara umum ada 4 pola harga yang dapat mendeteksi munculnya Bull Trap.

  • Bullish Pin Bar yang menembus resistance, namun tertutup di bawah batas tersebut.
  • Doji yang menembus resistance namun tertutup bagian bawahnya yang diikuti oleh candle bearish.
  • Candle bullish yang sudah tertutup diatas harga namun kemudian diikuti dua candle bearish. Kondisi ini sering kali membentuk pola reversal 3 candle seperti Three Inside Down, Three Outside Down atau Evening Star.
  • Pola chart Rectangle yang diakhiri dengan pergerakan tidak beraturan sebagaimana yang digambarkan oleh candle bearish bersumbu panjang.
  1. Menyusun Strategi Trading Bull Trap

Setelah megetahui pola-pola Bull Trap maka selanjutnya trader perlu merespon kemunculan kondisi ini. Jika anda adalah seorang breakout trader yang hanya mengandalkan sinyal penembus entry, maka hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah membatalkan Open Buy setelah kemunculan Bull Trap terdeteksi. Namun jika anda fleksibel dan dapat memanfaatkan segala peluang yang muncul dalam segala kondisi, maka ambil kesempatan ini sebagai peluang untuk entry dari bearish reversal.

Seperti strategi Price Action pada umumnya, anda tidak perlu banyak menyusun Setup Entry. Anda hanya perlu menyiapkan satu-satunya indikator yang banyak direkomendasikan untuk melengkapi strategi Bull Trap dari Moving Average periode 20. Hal ini dipicu dengan adanya sinyal crossing harga terhadap garis tersebut yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi Reversal.

Prinsip strategi Bull Trap adalah memanfaatkan kesalahan para buyer yang tergesa-gesa masuk pasar. Dari pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa korban Bull Trap dalah mereka yang mengambil keputusan terlalu cepat. Ketika sinyal belum menembus resistance, buyer sudah mengartikan sinyal penerusan trend. Kunci utamanya adalah kesabaran. Sekalipun Bullish Pin Bar sudah menembus resistance, jangan mengkonfirmasinya sebagai Bull Trap sebelum harga benar-benar tertutup di bawah resistance.

Tips Sukses Menjadi Trader Contrarian

Tips Sukses Menjadi Trader Contrarian  – Strategi Contrarian umumnya dikenal sebagai sebuah taktik trader atau investor saham dengan membeli saham-saham bagus ketika harganya merosot. Ternyata tidak hanya populer dikalangan investor saham, trader Contrarian juga populer dikalangan trader forex. Contrarian trader dalam forex cenderung suka membuka posisi yang berlawanan arah dengan bias pasar yang tengah terjadi dengan tujuan ingin mendapatakan keuntungan ketika sentimen pasar mulai berbalik arah. Langkah Contrarian trader                  mencakup buy pada suatu mata uang ketika nilainya lemah dan sell ketika nilai mata uang menguat.

Menjadi seorang Contrarian trader harus mengenali apa yang seharusnya dilakukan oleh mayoritas pelaku pasar lalu kemudian melakukan tindakan yang berbeda. Jika misalnya para trader sedang melakukan transaksi jual maka trader Contrarian justru akan membeli. Demikian juga ketika terjadi hal sebaliknya.

Beberapa kalangan menganggap strategi Contrarian trader melawan tren. Padahal, trader Contrarian tidak selalu melawan trend karena lebih fokus pada tindakan yang berlawanan dengan mayoritas pelaku pasar (crowd). Misalnya ketika mayoritas trader mengekspektasikan tren harga EUR/USD akan ber balik arah, maka yang dilakukan trader Contrarian adalah bertrading searaha dengan tren. Disisi lain, ketika mayoritas trader memperkirakan tren harga sebelumnya akan berlanjut maka sang trader contrarian justru bersiap-siap menghadapi reversal. Jadi, kunci utama menjadi trader forex Contrarian adalah memahami pasar.

Strategi Trader Contrarian

Dalam benak kita ketika menemukan trader jenis ini mungkin timbul pertanyaan “Mengapa trader Contrarian bisa mendapatkan profit dengan melawan mayoritas pasar?”. Jawabannya, ada beberapa hal yang mendasari mengapa melawan mayoritas pasar justru menguntungkan yaitu antara lain:

  1. Market maker yang selalu mengambil posisi berlawanan denga mayoritas.
  2. Berdasarkan hasil survey Finance Magnates yang dilakukan oleh ForexOp menghasilkan data profitabilitas trader kecil sejumlah broker besar secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa trader yang berhasil profit jumlahnya lebih kecil dari pada yang mengalami kerugian. Hasil survey tersebut mengatakan bahwa broker top Amerika Serikat memiliki trader profitable yang jumlahnya tidak lebih dari 50 persen. Sebaliknya trader yang merugi akan mencapai 70% dari keseluruhan klien milik broker. Hal ini menunjukkan mengikuti mayoritas bukan pilihan yang menguntungkan.
  3. Contrarian Trader yang paham dengan keadaan pasar akan memiliki kesempatan yang besar dalam menangkap posisi yang bagus saat terjadi reversal (pembalikan harga) dengan Rasio Risk/Reward yang optimal walaupun tidak 100% pasti benar.

Tips Sukses Menjadi Trader Contrarian

Trader Contrarian akan melancarkan aksinya pada momen-momen ketika mayoritas pelaku pasar sedang terbawa oleh suatu moment pergerakan harga yang kuat ke suatu arah, lalu kemudian memilih posisi yang berlawanan. Ketika mayoritas pelaku pasar bersiap mendorong harga lebih tinggi hal tersebut sering kali membuat harga menjadi overpriced sekaligus menciptakan celah untuk sell. Sebaliknya, ketika semua orang tengah melakukan aksi jual besar-besaran justru dianggap sebagai peluang untuk melakukan buy. Analoginya seperti waktu yang tepat untuk membeli baju di mall adalah saat harga sedang diskon, bukan saat model bajunya baru saja dirilis.

Beberapa cara berikut akan membantu trader Contrarian untuk mengidentifikasi momen-momen tepat, baik dari perspektif fundamental maupun teknikal.

  • Perspektif Fundamental Trader Contrarian

Perspektif fundamental  ini terlihat misalnya ketika menjelang berita besar, seperti ketika dikeluarkannya pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve. Ketika pasar berasumsi bahwa USD akan menguat dengan diiringi keluarnya pengumuman kenaikan suku bunga. Ditambah diperkuat dengan melonjaknya harga Dollar ketika kenaikan suku bunga yang sebelumnya pernah terjadi. Namun seakan berbanding terbalik, hal yang dilakukan oleh Contrarian trader adalah mengasumsikan Dollar akan menurun setelah pengumuman ini dikeluarkan.

  • Perspektif Teknikal Trader Contrarian

Analisis teknikal lebih sering digunakan oleh Contrarian trader dibandingkan dengan perspektif fundamental. Trader lebih suka mengandalkan Price Action, mengenali sinyal Divergence atau teknik lain yang memungkinkan trader untuk mendeteksi reversal lebih dini.

Selain cara diatas, masih banyak lagi cara yang bisa digunakan untuk menjalankan strategi trading Contrarian. Kendati demikian, cara apapun yang anda ambil tidak menjamin trader Contrarian selalu benar. Oleh sebabnya setiap langkah yang diambil harus menggunakan manajemen resiko yang benar pula.

Pola Harmonik Cypher Menjadi Sinyal Reversal Paling Akurat Dalam Trading Forex

Pola Harmonik Cypher Menjadi Sinyal Reversal Paling Akurat  – Salah satu alasan trader mengalami loss adalah ketidakpastian yang didapatkan dalam membaca pergerakan harga. Sampai saat ini forex memang membutuhkan perkiraan dari trader yang dibantu dengan sinyal-sinyal maupun indikator. Namun anda tidak perlu khawatir karena ada sinyal reversal yang menawarkan akurasi tinggi agar trader dapat meraup keuntungan. Sinyal reversal ini adalah Pola Harmonik Cypher.

Saat membeli dengan harga berada di titik oversold atau menjual saat overbought, Pola Harmonik Cypher ini akan menunjukkan potensi pembalikan arah trend. Sinyal ini merupakan pola harga pada chart yang mengindikasikan potensi pembalikan arah trend. Sinyal trading dapat terkonfirmasi saat syarat-syarat terbentuknya telah terpenuhi. Pola ini terbilang unik karena posisi kaki-kakinya terbalik, berbeda dengan umumnya yang posisi sayap lebih tajam daripada sayap kedua. Hal inilah yang membuat Pola Harmonik Cypher jarang ditemukan dalam daripada Pola Harmonik XABCD lainnya. Kendati demikian, tingkat akurasinya dinilai paling tinggi.

Agar sinyal pembalik ini menjadi akurat, Pola Harmonik Cypher harus mengikuti peraturan penarikan garis Fibonacci. Idealnya semua garis Fibonacci harus terpenuhi secara tepat agar sinyal trading yang dihasilkan memiliki akurasi yang tinggi. Walaupun pada prakteknya syarat-syarat retracement Fibonacci memiliki keungkinan sedikit dengan resiko berkurangnya akurasi sinyal.

Strategi Trading dengan Pola Harmonik Cypher

Pola Harmonik Cypher dapat diaplikasikan dalam semua timeframe dan dalam segala jenis pair forex. Namun untuk trader pemula biasanya akan banyak belajar tentang pola ini pada timeframe H4 atau Daily terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya pada timeframe yang lebih rendah. Tujuannya agar akurasi sinyal lebih tinggi dan terhindar dari resiko sinyal palsu.

Pola Harmonik Dasar

Seperti yang dikatakan sebelumnya, Pola Harmonik Cypher harus mengikuti aturan penarikan garis fibonacci agar sinyal lebih akurat. Dalam trading deret Fibonacci ini tidak hanya menjadi kunci bagi Pola Harmonik Cipher saja, namun beberapa pola Harmonik Dasar lainnya juga membutuhkan deret Fibonacci untuk menentukan keakuratan. Berikut beberapa Pola Harmonik Dasar yang membutuhkan Fibonacci.

  • Pola AB=CD

Pola Trading Fibonacci AB=CD secara ideal menekankan kesamaan pada panjang kaki dan periode masa pergerakan harga antara kaki AB dan CD. Walau demikian kondisi pasar forex bersifat dinamis dan selalu berubah sehingga sulit ditemukan. Oleh karenanya panjang dan periode pergerakan harga kaki AB tidak seratus persen identik dengan CD. Reversal benar-benar terjadi karena konfluensi dari candlestick terakhir yaitu bearish pinbar dengan ujung harga tinggi menyentuh garis resistance meskipun sinyal tidak sempurna pada pola pertama dan kedua.

  • Pola Butterfly

Pola Buterfly merupakan salah satu pola Fibonacci yang memiliki 4 kaki dasar seperti pola Fibonacci Gartley dan Bat dengan perbedaan penting yaitu kaki terpanjang yang terletak pada kaki terakhirnya. Jadi, kaki terakhirnya adalah kaki ekstensi Fibonacci dari kaki awalnya. Formasi pola butterfly memberikan peluang trading pada level harga tinggi atau rendah yang ekstrim karena kaki terakhir merupakan kaki terpanjang. Sehingga trader dapat membuka posisi untuk mengantisipasi reversal begitu kaki terpanjang telah membentuk pola Buterfly yang sempurna. Sekilas tarikan garis pada pola Butterfly menyerupai kupu-kupu. Hal yang terpenting adalah pola Fibonacci Butterfly bearish pada titik harga paling rendah dan titik harga paling tinggi. Sebaliknya pada Butterfly Bullish titik harga tertinggi dan terendah kebalikan dari bearish.

Pola Harmonik Cypher tidak menjamin 100% akurasi sinyal setiap waktu, oleh sebab itu meskipun harganya naik namun masih memiliki kemungkinan bahwa harga akan bergerak sideways atau bahkan turun (koreksi).

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman