Waktu Trading Forex Paling Berbahaya

Sebagai seorang trader, Anda tentu tahu bahwa trading forex bisa dilakukan kapan saja dalam kurun waktu 24 jam, dan 5 hari dalam seminggu. Trader pun bisa menentukan sendiri apakah akan bertransaksi di waktu pagi, siang, ataupun malam hari. Namun, apakah Anda sudah mengetahui akan adanya saat-saat berbahaya yang harus dihindari saat bertrading di dunia forex? Pada momen-momen semisal berikut, sangatlah beresiko bila ada trader yang nekat melakukan open posisi. Untuk itu, ketika moment-moment ini terjadi, trader harus memiliki kewaspadaan tinggi.

 

Waktu Berbahaya Untuk Trading

Waktu Berbahaya Untuk Trading

 

Apakah anda sudah mengetahui moment yang kami maksud? Bilapun belum, silahkan menyimak artikel kami yang berikut ini.

1. Menjelang Penutupan Pasar Akhir Pekan

Detik-detik menjelang penutupan pasar, memang selalu menegangkan. Apalagi, setiap Sabtu dini hari (waktu Indonesia Barat) agaknya menjadi momok bagi sebagian trader Indonesia. Inilah yang menyebabkan mengapa banyak trader lebih memilih untuk “tutup toko” saja sedari hari Jumat. Pasalnya, pergerakan harga menjelang moment penutupan pasar disinyalir lebih susah untuk dilacak.

Kemudian, open posisi yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu penutupan pasar, biasanya lebih berpotensi floating sampai hari Senin, melewati libur akhir pekan. Padahal, dalam masa tersebut dimungkinkan terjadi serangkaian perkembangan mengejutkan yang mengakibatkan munculnya gap yang cukup besar di awal pekan berikutnya. Target Profit (TP) maupun Stop Loss (SL) dapat gampang ter-trigger; apalagi kalau tidak memasang Stop Loss, maka secara otomatis, Margin Call pun ada di depan mata. Mengingat pergerakan ke depan sulit untuk dipetakan, maka banyak trader akan menghindar dari waktu trading forex yang satu ini.

Namun demikian, bukanlah suatu hal yang tabu bila anda nekat bertrading atau membiarkan posisi floating di masa-masa tersebut. Trader yang sengaja memasang jebakan untuk mendapatkan profit dari gap yang akan muncul di hari Senin nanti pun jumlahnya tidak sedikit. Waktu trading forex manapun, sebenarnya mengandung risiko tersendiri. Pahami saja bahwa bila Anda siap untuk bertrading dengan risiko lebih tinggi, maka potensi untuk mendapatkan profit pun semestinya akan lebih menggiurkan.

2. Menjelang Event Yang Terkait Dengan Situasi Politik Suatu Negeri

Tahun 2016 dan 2017 kemarin diramaikan oleh banyak sekali event semacam ini, ditandai dengan tajuk “referendum” dan “pemilu”. Karakteristik event politik merupakan moment yang tak bisa dipastikan. Hal ini amat berbeda dengan rilis data ekonomi yang sudah terjadwal pada kalender forex, dan bisa diantisipasi dengan langkah yang mudah. Biarpun para analis sudah memproyeksikan apa dampaknya bila kubu X mengalahkan kubu Y, tetap saja aka nada pergerakan harga spontan di pasar. Dan ini, amat memungkinkan.

Ambil saja contoh Pemilu Presiden AS tahun 2016 lalu. Jauh-jauh hari, para analis sudah memperingatkan bahwa apabila Donald Trump terpilih, maka akan memunculkan serangkaian ketidakpastian yang cukup membahayakan. Namun, segera setelah ia mengalahkan Hillary Clinton, Dolar malah melesat kuat. Kemudian, baru sekitar sebulan sesudahnya pasar kembali ingat bila Trump merupakan salah satu ancaman bagi stabilitas ekonomi AS maupun Dunia.

Tak hanya event terkait politik. Sebagian traderpun akan menghindari sejumlah waktu trading forex kapan saja yang berhubungan dengan moment rilis data ekonomi, akan berpotensi memberikan dampak besar. Daripada terlindas oleh volatilitas sesaat, alangkah lebih baik bila anda cari kesempatan di waktu trading forex lainnya.

Akan tetapi, hanya karena banyak yang menghindari hal ini dan menilai momen-momen semisal yang kami sebut sebagai waktu trading forex paling berbahaya, tidah membuat kesimpulan bahwa waktu-waktu seperti ini mustahil untuk menghasilkan profit. Nyatanya, ada juga golongan yang berjuluk News Trader yang malah justru sengaja mengincar momen perilisan data ekonomi yang berdampak tinggi.

3. Setelah Berhasil Menang Besar

Apakah Anda termasuk tipikal trader yang sering mengalami loss tak lama setelah menang besar? Percayalah, Anda tak sendiri. Sindrom ini diderita oleh banyak trader, terutama para pemula. Akar masalahnya terletak pada kepercayaan diri yang berlebihan, serta “nafsu” untuk mengejar profit yang lebih besar lagi.

Lalu, apakah sebaiknya kita berhenti trading setelah berhasil menang besar? Sebainya jangan ya. Hanya saja, emosi diri yang hanyut terbawa emosi senang tadi agaknya perlu untuk dikendalikan. Apalagi, bila Anda berkeinginan untuk menjadi trader sukses.

Agar tak terperosok dalam perangkap emosi seperti tadi, sudah banyak sekali artikel yang kami tulis untuk membantu anda mengendalikan diri. Anda juga perlu membuat perencanaan trading (trading plan) agar trading anda lebih terarah.

Dengan rencana trading tersebut, Anda diharapkan sudah mempunyai sistem trading tertentu dan tak menyimpang dari aturan-aturan entry, exit, maupun risk/reward ratio yang sudah tercantum di dalamnya. Tak peduli Anda akan bertransaksi di waktu trading forex yang paling menguntungkan ataupun paling berbahaya. Rencana trading akan berperan sebagai “filter”, dimana Anda bisa menyaring apakah suatu peluang trading benar-benar potensial atau malah justru akan lebih baik bila ia dilewatkan.

 

Oke, itulah tadi artikel singkat kami tentang waktu trading forex paling berbahaya, semoga anda makin mengerti tentang jurang-jurang yang ada di dunia forex ya. Dan semoga, setelah mengetahui waktu-waktu berbahaya tadi, anda bisa menjauhi kerugian, dan selangkah lebih dekat dari kesuksesan. Sampai jumpa lagi!

(Dipost oleh: Taufik Romadhon – fikro9202@gmail.com)

Sumber: http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=277322&title=waktu_trading_forex_paling_berbahaya

Penulis Asli: A. Muttaqiena

Konten ini ditulis oleh penulis freelance yang menulis secara bebas di Gainscope, bilamana ditemukan konten yang tidak sesuai harap lapor kepada info@gainscope.com

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman