Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex – Salah satu kunci kesuksesan trader adalah percaya diri. Kepercayaan ini akan menjadi sumber keberanian trader dalam melakukan trading, bukan hanya keberanian dalam membuka posisi saja, namun juga keberanian dalam mengambil keputusan menunggu sekalipun. Ketika anda masuk dalam trading, anda bisa menganggap bahwa pasar adalah lawan anda.

Jika anda ingin menang melawan paar, maka anda perlu memiliki kekuatan dan rasa percaya diri yang tinggi. Tingkat percaya diri yang rendah memiliki dampak yang serius dalam trading. Akan muncul keraguan ketika hendak entry atau exit, merasa gelisah dengan hasil yang akan didapatkan hingga stres akibat tekanan mental yang berkepanjangan. Jika sudah begini maka keuntungan jangka panjang akan sulit didapatkan.

Bentuk rasa percaya diri juga masih dibagi 2 yaitu rasa percaya diri yang salah dan rasa percaya diri yang sesungguhnya. Rasa percaya diri yang salah sangat mudah didapatkan. Rasa percaya diri ini biasanya muncul ketika trader masuk pasar dan mendapatkan profit. Hal ini akan membuat trader merasa menjadi pakar forex dalam sekejab. Akibatnya trader akan melakukan trading tanpa strategi yang matang karena terburu-buru.

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Saat Trading Forex

Percaya diri ini akan hilang ketika trader mengalami kerugian lebih banyak dari pada untung yang diperoleh. Profit yang didapatkan oleh trader dengan tingkat kepercayaan diri yang salah merupakan hasil dari keberuntungan, bukan karena kemampuan dan kebiasaan trading yang dilakukan dengan disiplin. Berikut ini ada beberapa cara memupuk rasa percaya diri saat trading forex:

  1. Kerugian Merupakan Bagian Dari Usaha

Kita sering melihat seseorang cenderung mengekspresikan emosinya secara berlebihan ketika mengalami kerugian seolah seluruh usahanya untuk bertrading telah sia-sia sehingga membuatnya menyerah. Padahal kerugian adalah 1 dari 2 resiko yang pasti ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Kerugian akan mengajarkan bahwa bisnis yang dijalankan membutuhkan perhatian yang lebih serius.

  1. Kesalahan Juga Bagian Dari Trading

Sama seperti dengan kerugian, kesalahan juga merupakan bagian dari usaha dalam bertrading. Kita ibaratkan proses dalam bertrading sama dengan proses seorang anak-anak belajar berjalan. Balita memulai caranya berjalan yang dimulai dengan cara merangkak lalu perlahan ia mengangkat berat tubuhnya dan kemudian baru berdiri. Sebelum sampai pada step berdiri, balita akan terjatuh, terpeleset dan mengalami rintangan-rintangan lainnya. Itulah yang terjadi ketika seseorang bertrading. Ia akan mengalami yang namanya “jatuh” sebelum bisa sukses berjalan sendiri.

  1. Bahkan Investor Terbaik Dunia Juga Mengalami Kerugian

Seorang Warret Buffett adalah investor kelas dunia sekalipun akan mengalami kesalahan dalam karir invetasinya. Ia memborong saham migas ConocoPhilips senilai 7 miliar dollar pada tahun 2008 sebelum akhirnya ia menjual semua saham perusahaan tersebut dengan kerugian 2.6 miliar dollar. Kesalahan ini diakui Buffett karena ia kurang mengantisipasi kondisi makro.

  1. Rencanakan Trading Anda Maka Trading Anda Akan Terencana

Trading tidak dapat dilakukan dengan asal seperti melakukan taruhan semata, trading harus dilakukan dengan strategi yang matang. Banyak orang yang terobsesi dengan gagasan untuk melipatgandakan keuntungan dan masuk dalam pasar trading dengan semangat pertaruhan. Mereka cenderung melihat ke atas dan memilih leverage besar untuk membuktikan bahwa ia seolah trader profesional. Jika seseorang menempatkan trading dengan besaran relatif kecil dibandingkan ukuran akun misalnya yang kurang dari 0,5%, tentu trading yang dilakukan akan lebih mudah. Hal ini karena resiko kerugian besar tidak akan menjadi masalah dan tidak akan melumpuhkan proses pengambilan keputusan.

  1. Tidak Perlu Menjadi Kaya Dengan Terburu-Buru

Salah satu penyakit dari seorang trader adalah terobsesi dengan kepuasan yang cepat dan segera. Padahal dalam dunia investasi hal ini tidak tepat jika diterapkan. Biasanya investor yang terburu-buru akan meraih beberapa keuntungan namun kemudian mendapatkan kerugian yang lebih besar dari keuntungan sebelumnya. Ini merupakan proses sebelum mendapatkan keuntungan. Inilah mengapa trader tidak bisa menerapkan konsep “kaya dengan tergesa” dalam trading forex.

Anda siap memupuk rasa percaya diri untuk trading yang akan datang?

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman