Kenapa Sering Trading Tidak Menjamin Profit Konsisten?

Kenapa Sering Trading Tidak Menjamin Profit Konsisten? – Dalam forex, bukan hanya kuantitas open trade saja yang diutamakan, melainkan juga perlu adanya kualitas trade. Sering melakukan open trade tanpa melakukan analisis yang tepat tidak akan mengantarkan trader pada posisi profit yang tinggi, namun bisa sebaliknya. Terlalu sering open trade akan membuat beban biaya trading semakin membengkak bahkan bisa menggangu mental emosional trader itu sendiri.

Ilustrasi Trading

Pada dasarnya ketika trader membuka posisi trading maka modal sebagai jaminan yang kita miliki akan terekspos. Dari seluruh proses trading ini hanya ada dua kemungkinan bagi setiap posisi trading yaitu mendapatkan keuntungan dari akumulasi poin positif atau merugi karena akumulasi poin negatif.

Perhatikan ilustrasi dibawah ini!

Tuan Kong membuka lima posisi trading pada beberapa pair mayor setiap hari selama seminggu. Tuan Kong mengabaikan posisi yang berjalan tanpa Stop Loss sama sekali. Analoginya, modal awal Tuan Kong adalah 1.000 dollar di akun mini dengan Win Rate 60% dan Leverage maksimalnya 1:200.

Berdasarkan Win Rate, sekilas Tuan Kong seharusnya memperoleh keuntungan. Akan tetapi ketika ditelusuri, setelah 1 minggu trading yang dilakukan oleh Tuan Kong malah menghasilkan kerugian dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah posisi ditutup : 25 posisi (Tuan Kong tidak trading pada hari Sabtu dan Minggu)

Posisi untung dengan jumlah :15 posisi hasil dari 60% jumlah posisi yang ditutup.

Jumlah posisi rugi : 10 posisi hasil dari 40% jumlah posisi yang ditutup.

Gross profit : 150 pip (Rata-rata keuntungan perposisi kisaran 10 pip).

Akibat Tuan Kong yang tidak pernah menggunakan Stop Loss, maka rata-rata kerugian Gross profit dengan perposisi 20 pip adalah 200 pip.

Perhitungan diatas menunjukkan setelah satu minggu melakukan daily trading maka Tuan Kong rugi 50 pip atau setara dengan 50 dollar dan belum diakumulasikan dengan beban biaya trading. Intinya, semakin besar pembukaan posisi maka semakain besar pula beban resiko tradingnya. Dari ilustrasi tersebut jelas jika sering trading tidak akan menjamin raihan profit konsisten bukan?

Tidak hanya sampai disitu saja, jika anda sering trading walaupun dengan Win Rate yang besar namun beberapa hal yang menciptakan kerugian berikut dapat anda alami juga.

  1. Munculnya Potensi Stres

Sudah sewajarnya jika seorang trader membuka posisi trading, ia akan ditempa kecemasan akibat keputusan yang telah diambil. Jika satu trading saja sudah membuat cemas, lantas apa yang terjadi dengan mereka yang sering membuka posisi trading? Tentu cemas yang dialami muncul beberapa kali lipat dari trader yang jarang tersebut. Cemas yang berlebihan bisa mengakibatkan munculnya potensi stres. Waktu anda juga akan habis terbuang karena sering mengecek chart untuk memastikan posisi anda aman. Alhasil, trader akan terjerumus dalam praktik Overtrading karena ingin terus membalas posisi rugi. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka bisa saja trader mengalami depresi.

  1. Menghambat Profit Konsisten

Jika tujuan anda adalah mendapatkan profit yang konsisten, sering trading bukanlah cara yang tepat. Profit konsisten justru akan muncul jika trader sabar demi keuntungan besar dari posisi trading strategis yang ada. Anda harus sabar menunggu sinyal konfirmasi dengan akurasi tinggi sebelum open posisi. Anda hanya perlu melakukan market order setelah harga berada pada level tertentu sesuai dengan sinyal konfirmasi tersebut.

Saat ini anda sudah tahu jika sering trading akan berakibat buruk, bukan hanya pada aset yang anda miliki namun juga diri trader sendiri. Namun jika anda adalah salah satu trader yang telah mempraktekkan kegiatan trading dengan intensitas yang rapat ini berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan sering trading tersebut.

  • Ubah cara fikir anda, dari yang tadinya meyakini sering trading maka profit besar menjadi profit konsisten bukan berasal dari banyaknya open posisi.
  • Kurangi keinginan open posisi baru sebelum mencapai profit target atau terkena Stop Loss.
  • Gunakan analisis Money Management untuk mengatur setiap posisi.

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman