Sekilas Kisah Jim Rogers, Sang Partner George Soros

Setiap orang tentu ingin menjadi seorang yang sukses di bidangnya masing-masing. Untuk itu, beragam cara ditempuh oleh semua orang guna mendapatkan kesuksesan yang didambakan. Mulai dari mengikuti kursus, pelatihan, mengenyam pendidikan, menjalin relasi positive, dan hal-hal yang dirasa cukup membantu, dan tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

Bagi Anda yang amat ingin menjadi seorang investor yang sukses, Anda pastinya juga melakukan hal-hal demikian, dengan cara anda. Salah satunya, mungkin dengan menyimak kisah perjalanan dari trader legendaris dunia yang sudah terbukti sukses dengan semua metode tradingnya.

Membahas tentang sejarah perjalanan trader, anda mungkin dapat melihat perjalanan dari seoang Jim Rogers. Seperti yang diketahi, dirinya merupakan seorang investor tersukses di masanya. Selain itu, ia juga diketahui memiliki aset kekayaan yang jumlahnya sangat fantastis.

Rogers sendiri sempat menjabat sebagai ketua Rogers Holdings dan juga Beeland Interests, Inc. Ia juga pernah menduduki posisi pemimpin diQuantum Fund, perusahaan finasial yang dahulu dibentuknya bersama George Soros, serta merupakan salah satu pendiri dari Rogers International Commodities Index (RICI). Dalam prinsipnya, Jim Rogers merupakan salah satu pendukung dari perilaku pasar bebas.

Mungkin anda sudah penasaran dengan perjalanan milyarder yang satu ini. Lantas, bagaimana kisah dan awal karir sampai ia menjadi seorang milyarder? Mari kita ulas biografinya di bawah ini.

 

Mengenal Seorang Jim Rogers

 

Jim Rogers

Jim Rogers

 

Jim Rogers lahir di daerah Baltimore, Maryland dan dibesarkan di daerah Demopolis, Alabama. Dia mulai merintis usaha pada usia lima tahun dengan menjual kacang tanah. Ia juga sering memulung botol kosong yang ditinggalkan oleh para penonton di stadion bisbol, dan kemudian menjualnya. Jim Rogers mendapat pekerjaan pertamanya di Wall Street ketika sudah lulus dari Universitas Yale dengan gelar sarjananya pada tahun 1964. Rogers kemudian mendapatkan gelar B.A dalam bidang ilmu Filsafat, Politik dan Ekonomi dari Balliol College, Oxford University pada 1966.

Pada tahun 1970, ia memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan Arnhold and S. Bleichroder, kemudian bersama-sama mendirikan perusahaan Quantum Fund dengan George Soros di tahun 1973. Dalam 10 tahun berikutnya, portofolio yang dikelolanya naik sekitar 4,200 persen dikala indeks S&P naik 47 persen. Quantum Fund adalah sebuah perusahaan finansial internasional besar, dan muncul yang paling pertama. Sejak saat itu, ia sudah menjadi profesor tamu pada bidang studi keuangan di Columbia University Graduate School of Business.

 

Utamakan Sektor Komoditas

Sebagai salah satu investor kelas dunia yang paling sukses, banyak sekali pengalaman yang sudah pernah dilalui oleh Jim Rogers. Pada tahun 1980, sosok yang memutuskan untuk “pensiun” sejak 1980 ini, menghabiskan sebagian waktunya dengan menyempatkan diri untuk bepergian dengan naik sepeda motor keliling dunia. Selain itu, dia juga menanamkan inspirasi kepada para penggemarnya, terutama untuk hal sektor potensial dalam berinvestasi.

Dalam dunia investasi, Rogers sadar betul bahwa pasar global amatlah penuh dengan serangkaian ketidak pastian. Jadi, ia bisa mengantisipasi segala kemungkinan dan hal buruk dengan menginvestasikan keuntungan yang diperolehnya ke dalam satu sektor, yaitu komoditas.

Jim Rogers sempat mengatakan bahwa komoditas mungkin akan menjadi salahsatu sektor Investasi tertinggi di tahun-tahun yang akan datang. Selanjutnya, investor harus mempertimbangkan pula untuk mengambil sebagian dari dana investasi mereka kemudian memasukannya ke dalam bidang tersebut, sekaligus menjadikan bidang ini sebagai prioritas untuk berinvestasi.

 

“Jika saya akan membeli sesuatu, saya akan akan lebih memilih untuk membeli sektor komoditas pertanian,” katanya. “Saya berfikir bahwa membeli apa pun, termasuk aset pertanian, memiliki potensi kecil, dan kekurangan yang cukup besar. Namun saya berfikir bahwa sektor itu akan menjadi investasi yang bernilai besar dalam kurun waktu 10-20 tahun mendatang,” ujarnya.

Bila ditanya tentang emas, Jim Rogers sempat mengatakan, “Saya tidak terkejut bila emas akan berada di level USD1.200. Tapi jikapun harganya mengalami penurunan, saya akan tetap menempatkan dana saya di sana. Emas diketahui sudah naik secara perlahan dalam kurun waktu 11 tahun dan akan cukup wajar bila terjadi koreksi harga secara substansial.”

 

Selain emas dan pertanian, sebenarnya masih banyak sektor lain yang bisa dijadikan pilihan untuk berinvestasi. Hal yang terpenting sebelum kita memulai investasi adalah, kita harus memiliki ilmu pengetahuan dasarnya terlebih dahulu. Setalah mengenali tentang bidang apa yang kita investasikan, kita akan lebih mudah dalam menentukan pilihan saat dihadapkan dengan berbagai macam situasi yang bisa muncul di pasar secara tiba-tiba.

Bila kita sudah bisa masuk kedalam instrumen insvestasi yang kita pahami, kita cukup membuat serangkaian keputusan yang tepat, dan kesuksesan akan menghampiri karir trading kita. Itulah tadi artikel singkat kami tentang Jim Rogers, Partner George Soros Yang Utamakan Komoditas. Semoga anda terinspirasi dengan artikel yang satu ini, see you next post!

 

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman