Mengenal Oversold Dan Overbought Dalam Trading Forex

Mengenal Oversold Dan Overbought Dalam Trading Forex  – Overhold dan overbought merupakan dua istilah yang tak bisa dipisahkan dan sering muncul dalam analisa trading forex. Pada suatu saat, kondisi harga di pasar tidak akan selalu bergerak naik, atau terus menerus turun. Namun bisa saja harga mengalami kenaikan atau turun terlalu jauh dari seharusnya.

Kondisi ini selanjutnya bisa berakibat pada terjadinya retrachment atau koreksi, sebelum akhirnya harga meneruskan pergerakan arah trend atau malah berbalik arah. Kondisi harga yang naik dan mencapai level akan mengalami kondisi jenuh atau overbought. Sedangkan kondisi harga yang turun hingga level tertentu akan mengalami jenuh atau oversold.

Cara Mengenali Oversold dan Overbought

Sebelum melakukan analisa, pastikan anda telah mengetahui kondisi oversold dan overbought dengan benar dengan bantuan indikator oscillator. Indikator ini memiliki dua standart level ekstrim seperti RSI (Relative Strength Index) serta Stochastic. Jika anda melakukan trading menggunakan platform MetaTrader, anda bisa mengetahui indikator tersebut dengan cara :

Buka menu Insert > Indicators > Oscillators >Pilih RSI atau Stochastic > Klik OK.

Cara mengetahui Oversold dan Overbought

Indikator RSI dan Stochastic keduanya bisa mengukur Oversold dan Overbought, standart level yang mereka gunakan berbeda. Indikator RSI, batasnya jenih beli 70, dan oversoldnya 30. Sedangkan pada Stochastic, standardnya sebesar 80 dan 20.

Fungsi Oversold dan Overbought Dalam Trading Forex

Sebagai sesuatu yang bisa memeberikan isyarat terhadap kondisi harga jenuh, oversold juga diartikan sebagai penanda reversal bullish. Sebaliknya,  overbought juga digunakan untuk mengisyaratkan potensi reversal bearish. Oleh karena itu, crossing sinyal RSI ataupun Stochastics dari level oversold dan overbought sering diantisipasi trader untuk mengambil posisi berdasarkan strategi trend yang  reversal.

Cara Trading Dengan Overbought

Jika anda mendapati harga sedang mengalami kenaikan kencang, namun grafik melintasi level 70, itu artinya kemungkinan harga akan mengalami turun. Kondisi ini bisa anda antisipasi dengan melakukan membuka posisi sell. Meskipun fungsi utama overbought untuk memberikan sinyal, ia juga bisa dimanfaatkan oleh trader untuk mengikuti trend (trend follower).

Biasanya, overbought dijadikan sinyal awal bagi trend follower yang masih menahan posisi buy sebelum mengambil langkah exit. Sementara trader pengikut trend baru akan buka posisi sedikit lebih lama dan mencari kesempatan lain ketika kemungkinan harga akan melanjutkan trend.

Cara Trading Oversold Menggunakan RSI

Tak jauh berbeda dengan overbought, sinyal jenuh jual juga menjadi syarat entry bagi pengguna strategi trend reversal. Hanya saja, jika overbought dijadikan sinyal sell, oversold difungsikan sebagai indikasi open buy. Apabila anda menggunakan indikator RSI, maka sinyal tersebut akan  muncul ketika grafik indikator mengalami penurunan hingga level 30.  Jika kondisi ini terjadi, biasanya Pada saat trend follower akan merespon dengan bersiap mengakhiri posisi sell yang sudah ditahan sebelumnya, ataupun menghindari open posisi jika sinyal penerusan downtrend tidak mendukung.

Risiko Oversold Dan Overbought

Meskipun Oversold Dan Overbought sering diandalkan dalam trading forex, namun perlu diperhatikan jika keduanya tetap memiliki resiko. Sinyal Oversold dan Overbought akan lebih efektif bekerja di pasar sideways. Ketika harga sedang trending dan sentiment pasar berpengaruh terhadap pasar, maka kondisi ini bisa menyebabkan Oversold dan Overbought terjadi secara terus menerus. Jika anda melakukan entry berdasarkan sinyal jenuh beli atau jenuh jual, pastikan anda tidak terlalu bersambisi dan tergesa-gesa dan menggunakan indikator atau metode analisa lain

Selain itu, waspadai ketika Oversold dan Overbought pada saat harga sedang trending. Jika harga membentuk pin bar atau pola pembalikan, anda bisa gunakan entry trading dengan strategi trend reversal bisa lebih terkonfirmasi.

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman