Laporan-Laporan Ekonomi yang Berdampak Pada Euro

Laporan-Laporan Ekonomi yang Berdampak Pada Euro – Euro menjadi mata uang kedua yang paling sering diperdagangkan dalam trading forex setelah dolar A.S.. Fakta ini tentu membuat para trader baru ikut memfokuskan diri ke mata uang yang satu ini. Namun Anda harus menyadari bahwa melakukan trading menggunakan euro tidaklah semudah yang dibayangkan. Anda harus mampu memantau dan membaca berbagai macam hal yang bisa mempengaruhi pergerakan mata uang yang satu ini.

Euro adalah mata uang gabungan yang digunakan oleh sekitar 17 negara di zona Eropa di mana nilai GDP nya jelas sangat besar. Di tahun 2010 silam saja total keseluruhan GDP ke-17 negara sudah lebih dari 12 triliun. Dari poin ini Anda tentu tahu bahwa ada ratusan laporan ekonomi yang dikeluarkan oleh zona eropa setiap tahunnya. Dan ini penting untuk Anda pantau jika memang euro menjadi mata uang pilihan Anda. Kabar baiknya meskipun euro digunakan oleh 17 negara tapi Anda bisa memfokuskan diri pada laporan-laporan ekonomi Jerman, Perancis, Italia dan Spanyol. Keempat negara ini bisa dibilang mewakili zona Eropa karena memiliki porsi hingga ¾ dari total GDP.

Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa laporan yang harus Anda pantau saat melakukan trading euro:

  1. Laporan Ekonomi – Harga dan Inflasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa inflasi adalah faktor kunci yang bisa mempengaruhi semua mata uang termasuk euro. Secara umum, negara dengan tingkat inflasi tinggi akan mendepresiasi mata uangnya agar harga barang tetap stabil. Inflasi yang lebih dari yang diekspektasikan akan membuat bank sentral meningkatkan suku bunga demi bisa mengatasi inflasi.

Kunci utama untuk bisa mengukur tingkat inflasi di zona Eropa adalah dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen (CPI). Indikator ini akan menghitung harga barang yang kemungkinan besar akan dibeli oleh setiap rumah tangga. Penting untuk diingat bahwa Anda harus lebih fokus pada laporan CPI yang dirilis oleh Jerman dan Perancis.

  1. Laporan Ekonomi – Kepercayaan dan Sentimen

Cara lain yang bisa ditempuh untuk bisa mengetahui kondisi ekonomi di zona Eropa adalah dengan melihat laporan kepercayaan dan sentiment. Salah satu laporan yang harus Anda ikuti adalah Survei ZEW Jerman di mana laporan ini disiapkan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Eropa setiap bulannya. Survey ini menggunakan sampel lebih dari 350 ahli keuangan dari zona Eropa, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat. Hasil dari survey ini bisa positif, negatif atau sama sekali tidak ada perubahan. Secara keseluruhan hasil survey ini akan menunjukkan apakah para ahli dan analis merasa optimis atau pesimis terhadap ekonomi Eropa.

Jika angka ZEW berada di atas nol maka indikasinya optimis dan jika angkanya berada di bawah nol maka indikasinya pesimis.

  1. Laporan Ekonomi – Kebijakan Moneter

Setiap maya uang selalu dipengaruhi oleh kebijakan moneter dari maisng-masing bank sentral. Khusus untuk euro, keputusan tentang suku bunga yang diambil oleh Bank Sentral Eropa bisa memberikan dampak yang sangat signifikan lho. Jika Anda melakukan trading dengan euro maka konferensi pers Bank Sentral Eropa menjadi salah satu acara yang harus Anda ikuti. Hal ini karena perubahan tingkat suku bunga selalu diantisipasi dengan baik sebelumnya oleh pasar.

Ingat saja jika Anda mendengar kata “hawkish” disebut maka ini berkaitan dengan inflasi yang bisa meningkatkan suku bunga ke depannya. Kondisi ini akan baik untuk euro. Namun sebaliknya jika Anda mendengar kata “dovish” maka ini berarti inflasi yang terjadi tidak liar dan suku bunga akan sedikit berkurang.

Selain ketiga laporan di atas, Anda juga harus fokus pada laporan-laporan pertumbuhan ekonomi seperti GDP zona Eropa dan juga laporan Neraca Pembayaran. Khusus untuk neraca pembayaran ini, Anda bisa fokus pada Neraca Perdagangan Zona Eropa, Rekening Berjalan Jerman dan juga Rekening Berjalan Perancis.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

 

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman