Anda Harus Paham Tentang Resiko Strategi Martingale!

Anda Harus Paham Tentang Resiko Strategi Martingale! – Strategi Martingale merupakan salah satu teknik manajemen probabilitas yang dianggap dapat mengubah hasil rugi menjadi keuntungan. Namun teknik melakukannya tidak semudah seperti saat mengatakan. Bahkan jika trader kurang mumpuni, hal ini akan menyebabkan saldo akun adan terjun bebas menghantam sampai batas MC. Inilah mengapa trader perlu untuk mengatahui apa saja resiko yang dapat dibebakan padanya ketika menggunakan strategi Martingale.

Strategi Martingale

Pada dasarnya strategi Martingale akan membuat trader melipatgandakan volume trading pada kondisi tertentu untuk meraih keuntungan yang besar dalam satu posisi yang mampu menutup total kerugian dari posisi loss sebelumnya. Kondisi pada strategi Martingale dapat dijabarkan sebagai berikut.

  • Posisi menang = pertahankan jumlah lot awal
  • Posisi kalah = lipatgandakan jumlah Lot pada posisi trading berikutnya
  • Ketika jumlah margin tidak mencukupi lot syarat = gunakan semua margin yang tersisa
  • Ulangi langkah 1 sampai 3 hingga posisi terakhir mendapat keuntungan dan tidak mampu membuka posisi trading lagi.

Anda tidak memerlukan kalkulasi yang kompleks hanya untuk membayangkan berapa tingginya resiko Martingale. Hal yang perlu anda lakukan hanya menggarisbawahi mekanisme pelipatgandaan Lot. Semakin banyak jumlah Lot maka semakin besar pula resiko kita dalam mempertaruhkan per satu pip-nya. Jadi, ketika posisi pertama yang menggunakan 1 Lot rugi maka posisi berikutnya anda harus menggunakan 2 Lot. Jika masih rugi juga anda bisa menambah 1 Lot lagi hingga sampai pada posisi menang di akhir.

Analogi ketika seseorang menggunakan strategi manajemen Martiangale adalah misalnya dari posisi pertama sampai kelima dia mengalami kekalahan beruntun. Jika pada posisi keenam ia mendapat keuntungan maka semua kerugian akan tertutupi. Namun anda tidak bisa melupakan bahwa resiko kerugian yang lebih besar bisa anda dapatkan jika anda salah arah pada posisi keenam ini.

Mengatasi Resiko Strategi Martingale

Daya tarik dari strategi ini terletak pada analogi sederhana bahwa hanya dibutuhkan satu posisi menang untuk menembus semua kerugian posisi sebelumnya. Hal ini didukung dengan asumsi bahwa tidak mungkin seorang trader akan selalu kalah. Inilah yang menjadi satu alasan mengapa trader masih mencoba menggunakan strategi Martingale walau resiko yang dijabarkan cukup besar.

Mari kita membuat analogi lagi. Kondisi pasar forex hanya memberikan dua altrenatif yaitu sell dan buy yang masing-masing kemungkinannya adalah 50%. Namun probabilitas ini tidak dapat diterjemahkan jika posisi pertama kalah maka posisi selanjutnya akan menang begitupula sebaliknya. Jika kita memang benar-benar tidak beruntung, bisa jadi beberapa kali open posisi yang kita lakukan akan kalah secara beruntun. Ini sama saja dengan anda yang mempertaruhkan keberuntungan dengan menggunakan metode lempar koin yang hanya mempunyai dua kemungkinan namun tetap tidak dapat diprediksi secara pasti.

Kendati strategi Martingale memiliki resiko yang cukup tinggi namun ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menanggulanginya. Metode ini adalah dengan menggunakan Lot kecil. Kita dapat memperkuat ketahanan modal dengan bertrading pada Lot non-standar. Jadi, jika awalnya kalian membuka tarding dengan Lot sebesar 0.1, maka jika anda kalah anda bisa membuka posisi trading menggunakan Lot 0.2. Jika anda menggunakan strategi ini memang keuntungan yang anda dapatkan tidak akan seberapa namun setidaknya ini akan membatasi resiko selama anda mencoba strategi Martingale.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa strategi Martingale menawarkan taktik untuk menutupi kerugian dengan penggandaan resiko walaupun setelah dilakukan perhitungan, keuntungan yang didapatkan tidak sesuai dengan resiko yang menghadang.

Semoga informasi mengenai resiko strategi martingale di atas bisa bermanfaat untuk anda..

Speak Your Mind

*

*

Forex dan Valas adalah suatu Perdagangan yang Beresiko Tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk sebagian Trader yang Belum Berpengalaman